Kamis, 29 Juli 2021

UKIRLAH SEJARAHMU MELALUI BUKU

 


1. Resume ke : 8 
2. Gelombang : 20
3. Tanggal : 28 Juli 2021
4. Tema : Buku Mahkota Menulis, Buku Muara Tulisan
5. Narasumber : Thamrin Dahlan, SKM, M.Si

Malam ini Delapan Delapan Mengikuti Pelatihan Belajar Menulis yang tergabung dalam WAG Gelombang 20. Kali ini pengiriman materi berupa slide lebih awal yaitu pukul 17.55 dari jadwal yang ditetapkan pukul 19.00. Saat kubuka slide demi slide, "Wow.....ini dia materi yang tampilan halaman lebih tampak kekinian, "berlogo YPTD". Pemateri malam ini adalah Bapak Thamrin Dahlan, SKM, M.Si yang menggelar BUKU MAHKOTA PENULIS, BUKU MUARA TULISAN .Dia akan ditemani oleh Mr.Bams sebagai moderator.


Aku terpaut dengan tulisan Bapak Thanrin Dahlan 'Sesungguhnya muara dari menulis itu adalah buku. Karena buku bersifat abadai dan menjadi alibi tak terbantahkan atas kehadiran seorang anak manusia di muka bumi ini". Kata-kata motivasi untuk penggiat pejuang tinta agar selalu hadir dengan nuansa informasi yang sesuai dengan manfaat yang dikenal dan dikenang oleh banyak orang. perpustakaan.

Manusia diciptakan oleh Allah SWT memiliki keistimewaan dari ciptaan lainnya. Manusia diberi akal untuk menjalani hidup yang lebih bermakna, maka dari itu jadilah manusia yang bermanfaat untuk orang banyak. Melalui tulisan, kita dapat menyampaikan berjuta-juta informasi yang dibutuhkan oleh orang lain. Selaras dengan pesan "Sampaikanlah Dariku Walau Hanya Satu Ayat"(HR.Bukhari)

Sebelum sesi perkuliahan dimulai, moderator menyampaikan informasi jika malam ini pihak penyenggara sengaja mengirim materi slide lebih awal agar peserta pelatihan memiliki banyak kesempatan untuk membaca dan memahami materi serta diharapkan waktu untuk berlatih lebih lama. 

Tepat Pukul 19.04 moderator mengirimkan Curriculum Vitae (CV) narasumber di WAG Pelatihan menulis Gelombang 20. Tak lupa dikirim juga nomor Handphone (Hp)  088809405468  sebagai Wadah Diskusi Malam Ini. Bapak H.Thamrin Dahlan, SKM, M.Si kelahiran Tempino Jambi, 7 Juli 1952. Berikut tentang Narasumber hebat kita malam ini. 

CV Bpk. Thamrin Dahlan, SKM, M.Si

Yang terasa olehku setelah membaca CV beliau, ada rasa haru yang penuh di dalam dada ketika pandangan tertuju pada Motto Menulis: Berbagi Kebaikan : Penasehat, Penakawan Penasaran . Beliau benar-benar konsisten menjalani kodratnya sebagai makhluk Allah SWT. Sifat yang selalu bersyukur, salah satunya dengan cara berbagi. Masih banyak lagi yang perlu kita baca tentang pesan dan kesan narasumber malam ini. 




Profesi sebagai guru adalah pengabdian yang sangat mulia. Di muka bumi ini beragam guru yang memberikan ilmu bermanfaat kepada khalayak. Ada guru formal dan ada juga guru non formal. Apapun itu, Guru sejatinya adalah sosok yang digugu dan ditiru.  Keunggulan menjadi guru tentunya lebih mempermudah untuk membuat karya tulis. Ilmu yang diberikan kepada peserta didik dapat kembali ke dalam bentuk tulisan. Seperti yang dikatakan Bapak Thamrin Dahlan bahwasanya Guru dan Penulis adalah pekerjaan mulia yang memberikan pengabdiannya untuk masa kini dan masa depan.  Jika guru mampu menuangkan ide dan gagasannya ke dalam bentik tulisan, maka guru sudah membuktikan pesan yang terkandung dalam peribahasaSekali  mendayung dua tiga pulau Terlampaui . Informasi yang ke dalam tulisan akan lebih bermanfaat dibagikan kepada khalayak. Banyak ragam cara untuk berbagi informasi. Guru harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dan perubahan jaman.



Pernyataan Bapak Thamrin memberikan semangat kepada para peserta pelatihan. Beliau mengatakan: Era kemajuan teknologi banyak sekali kemudahan dalam menerbitkan buku. Sangat sayang apabila Bapak Ibu sudah punya "modal' tidak dikumpulkan kemudian dijadikan buku. Buku adalah Muara Tulisan . Tulisan nan terserak sungguh tak dibiarkan begitu saja. Segera mengumpulkan dan mengirimkan ke Penerbit. Pernyataan tersebut sangat menggugah semangat penulis pemula sepertiku yang berangan-angan ingin mengukir sejarah melalui buku dan tentunya saya juga memiliki keinginan agar buku soloku menjadi salah satu penghuni perpustakaan dan syukur-syukur menemui takdirnya menjadi penghuni rumah orang.

Saat ini literasi di sekolah sedang digalak-galakkan. Seiring dengan terjadinya globalisasi di beberapa sektor, mulai dari teknologi, budaya, dan juga alat komunikasi, membuat manusia harus menghadapinya. Globalisasi membuat semuanya menjadi semakin mudah dan terbuka. Arus informasi menjadi kencang, dan tentunya beragam. Kemudian perkembangan teknologi pada alat komunikasi, membuat jarak antar manusia untuk berkomunikasi semakin tidak terbatas. Terkait dengan paparan Bapak Thamrin Dahlan bahwa literasi adalah istilah umum yang merujuk pada kumpulan kemampuan dan keterampilan individu dalam; 
Membaca
Menulis
Berbicara
Menghitung
Memecahkan masalah
Pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Literasi tidak bisa lepas dari berbahasa. Semakin luas wawasan seseorang, maka semakin kaya bahasanya.

Di era digital ini terdapat berbagai pilihan platform yang memudahkan kita untuk menulis. Entah untuk blog pribadi atau melimpahkan hobi seperti bidang fashion, kuliner, dan sebagainya. Kita bisa menerbitkan tulisan ke media online hingga diterbitkan dalam bentuk buku. Sebelum kita menghubungi pihak penerbit, sebaiknya memahami terlebih dahulu mengenai artikel, metode menulis praktis, menulis pendek-pendek, apa yang ditulis, darimana inspirasi menulis, kapan menulis, menulis, dan kemana tulisan dishare. 






Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan terletak di jalan Margonda Raya Pondok Cina Depok adalah  penerbit yang   berkomitmen melaksanakan kegiatan pendidikan dalam bentuk peran serta meningkatkan kualitas dan kuantitas Literasi Indonesia menerbitkan buku ber Lisensi Barcode ISBN Perpustakaan Nasional Tanpa Biaya.  Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) sejak 19 Agustus 2020 telah menerbitkan buku ber ISBN (International Standard Book Number) sebanyak 232 Judul. sebagian besar adalah buku teman teman Guru Indonesia.



Masih banyak yang ingin diketahui tentang penerbitan buku?. Semoga tanya jawab antara peserta pelatihan Belajar Menulis kelompok 19 & 20 dengan Bapak Thamrin Dahlan dapat menjawab pertanyaan yang belum sempat untuk dilontarkan malam ini.

Beberapa informasi yang dibutuhkan oleh Penulis Pemula yang akan menerbitkan buku;


TANYA :
Langkah apa saja yang harus dicapai agar buku kita dapat diterbitkan oleh penerbit YPTD?
JAWAB :
Langkah awal penerbitan buku di YPTD mengirim naskah buku ke email thamrindahlan@gmail.com. Kemudian YPTD akan memproses pengusulan ISBN ke Perpustakaan Nasional. Selanjutnya Proses Info, sampul, tata letak. Terakhir cetak buku maka terbit buku sebagai Mahkota seorang Penulis.


TANYA :
Bagaimana agar buku kita layak mendapatkan ISBN?
JAWAB :
Pada dasarnya semua naskah buku bisa mendapatkan ISBN. Paling tidak sesuai ketentuan UNESCO jumlah halaman 80. Buku Orisinil karya sendiri . YPTD memiliki standar Ukuran Buku A5, Font 12 TNR, spasi 1.5 margin 1.5;1;1:1. halaman minimal 150.


TANYA :
Berpa biaya penerbitan buku?
JAWAB :
Rerata biaya cetak buku standar YPRD Rp. 50.000 per pengalaman.


TANYA :
Apakah bisa di cetak indie, dan bagaimana mendapatkan isbn?
JAWAB :
Penulis memiliki master buku berupa softcopy buku sehingga dapat memperbanyak buku dimana saja. Pada Prinsipnya YPTD adalah Yayasan non profit, mewakafkan diri membantu teman teman Penulis menerbitkan buku Ber ISBN.


TANYA : 
Apa tips pak Haji sehingga bisa konsisten menulis?
JAWAB :
Tips saya bisa konsisten menulis adalah niat baik. Inspirasi menulis ada disekitar kita. Tulislah apa yang kita pahami, tulislah apa yang kita alami, tulislah sepenuh hati. Pada dasarnya jenis tulisan itu ada 3;
1.Reportase/liputam/laporan. 
2.Opini berupa artikel membahas permasalahan aktual. 
3.Fiksi berupa Cerpen,, Puisi dan Pantun. 
Motto menulis saya 3 Pena:
1. Penasehat
2.Penakawan 
3.Penasaran 
Satu lagi kiat jitu menulis "jangan tinggalkan tulisan terbengkalai", artinya :
1.Ketika anda sudah menulis, selesai.
2.Saya pakai istilah sekali duduk tulisan jadi.
Saya sudah menulis hampir 3.000 artikel selama 11 tahun berkerja di medsos dan menerbitkan 40 judul Buku. Dimana ada kemauan disana ada jalan. Sekali lagi niatkan menulis untuk berbagi maka semua kebahagiaan akan datang.


TANYA :
Apakah ada syarat khusus agar buku kita yang diterbitkan ber ISBN?
JAWAB :
Naskah buku


TANYA :
Adakah proses penyuntingan yang akan dilakukan oleh penerbit YPTD pada naskah penulis? Jika ada biasanya akan memakan waktu berapa lama prosesnya?
Jika kita sudah ada draft rencana/proposal penelitian tapi blm penelitian belum dilaksanakan, apakah bisa menuliskan penelitian mandiri itu menjadi buku dulu? Atau apakah harus menunggu setelah penelitian selesai dan disahkan?
JAWAB :
Proses editing disediakan YPTD oleh Volunter sahabat sesama penulis yang mewakafkan diri tanpa biaya. Demikian pula dengan desain sampul buku gratis. YPTD mampu menerbitkan buku 14 hari setelah naskah diterima. penelitian diselesaikan dulu agar Buku memiliki makna paripurna
Jika kita sudah ada draft rencana/proposal penelitian tapi blm penelitian belum dilaksanakan, apakah bisa menuliskan penelitian mandiri itu menjadi buku dulu? Atau apakah harus menunggu setelah penelitian selesai dan disahkan?.


TANYA :
Apa yang harus dilakukan seorang penulis ketika ide yg ingin ditulis tdk dapat dilanjutkan ?
JAWAB :
Selamat Malam sobat Omma Babys di NTT. Ketika saya mulai belajar menulis mengalami "kehilangan kata" sehingga tidak bisa melanjutkan atau menyelesaikan tulisan. Seorang Jurnalis Senior menasehati. "Menulis sebagai pemula panjang panjang, 5 - 7 paragraf saja" menulis apa yang tidak dialami, dilihat dan dirasakan yang terjadi disekeliling kita. Inilah jenis tulisan yang paling mudah diselesaikan karena kita sudah ada modal yaitu 5 W 1 H Menulislah pakai gaya bertutur karena sesungguhnya ketika sesorang bisa bercerita maka otomatis dia bisa menulis. Toch menulis itu memindahkan apa yang ada di lisan menjadi tulisan. Selamat mencoba. Ingat jangan pernah tinggalkan tulisan, Selesikan . Tidak perlu dulu kita berbicara kualitas, semua orang memiliki subjektivitas masing-masing.

Masih banyak pertanyaan yang perlu jawaban dari Bapak Thamrin Dahlan, SKM, M.Si. ? Silahkan hubungi beliau di nomor WA. 08159932527 

Materi malam ini adalah materi yang sangat luar biasa. Sematkan semangat dan yakinkan diri bahwa kita mampu berbagi cerita yang kita rangkai dalam bentuk tulisan dan yakinkan diri kita adalah kandidat yang tepat untuk menggapai harapan memiliki buku karya sendiri.
Share:

Selasa, 27 Juli 2021

TERBITKAN KARYAMU BERSAMA PENERBIT GEMALA

1. Resume ke : 7

2. Gelombang : 20

3. Tanggal : Senin, 26 Juli 2021

4 Tema : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Peserbit Indie

5. Nara Sumber : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd.



Materi kuliah ke tujuh pada malam ini Senin, 26 Juli 2021 dibuka oleh Om Jay pada pukul 18.30 dengan mengirim Link yang berisi :

1 Form Pendaftaran Peserta

https://pelatihanbelajarmenulis.blogspot.com/2021/06/data-peserta-pelatihan-belajar-menulis.html

2. Form Pengumpulan Resume

https://pelatihanbelajarmenulis.blogspot.com/2021/07/form-pengumpulan-resume-gel-19-20.html

3. Form Hasil Pengumpulan resume 

https://pelatihanbelajarmenulis.blogspot.com/2021/07/hasil-pengumpulan-resume-gelombang-19-20.html

4. Form Bukti Buku Terbit

https://pelatihanbelajarmenulis.blogspot.com/2020/06/form-bukti-buku-terbit.html

5 Form Daftar hadir 

http://bit.ly/daftarhadir_1920

Om Jay juga menyampaikan kepada peserta pelatihan Belajar Menulis gelombang 19 dan 20 bahwa malam hari ini kegiatan akan di pandu oleh Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. sebagai moderator. Tak lupa Om Jay juga memberikan motivasi kepada peserta; "Kita siapkan masa depan dengan kesiapan hari ini", "Siapa yang fokus, pasti akan lulus". Pastikan materi semua narasumber. InsyaAllah anda akan mendapatkan ilmu pengetahuan dan semangat baru dalam menulis.

Malam ini kami akan mendapatkan materi dari seorang guru yang masih muda dengan beragam prestasi. Pak Brian adalah salah seorang yang membantu pelaksanaan pelatihan menulis yang dipimpin oleh Om Jay. Materi yang akan disampaikan pada malam ini adalah Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie dan bisa menerbitkan buku ber ISBN dengan biaya sendiri. Hal ini terkait dengan salah satu syarat lulus pelatihan adalah menerbitkan buku solo. 

Tak hanya sebatas itu pelayanan yang diberikan oleh Om Jay kepada peserta pelatihan, beliau juga memberi solusi kepada peserta pelatihan yang masih membutuhkan informasi terkait penerbitan buku dengan mendatangkan narasumber yang berikutnya untuk menambah wawasan dalam hal penerbitan buku. Pesan yang disampaikan oleh Om Jay melalui video juga tak kalah pentingnya dalam menyuntikkan semangat agar terus berkarya untuk bangsa.

Kombinasi cara penyampaian informasi kepada peserta pelatihan malam ini sangat beragam. Hal ini juga dapat dijadikan contoh saat kita akan menyampaikan materi kepada peserta didik melalui WAG. Peserta didik jaman sekarang mendengarkan materi dari guru yang kreatif dalam menyampaikan materi akan mempu untuk membangkitkan semangat dan daya serap yang tentunya lebih tinggi. 

Tidak sedikit orang yang berpendapat bahwa kreatif itu lebih bernilai dibandingkan cerdas. Mereka yang kreatif berpotensi lebih baik dalam mengembangkan daya nalar dan menemukan solusi dari berbagai permasalahan pembelajaran. Cara Om Jay membangkitkan semangat menulis kepada peserta juga sangat kreatif. Salah satunya dengan memberikan motivasi; Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi. Untuk membuktikan itu semua, pastilah kita harus menulis...menulis...dan menulis.

Setelah Om Jay menyampaikan prakata pembuka, beliau mempersilahkan Ibu Aam untuk memimpin kuliah online malam ini. Moderator menyampaikan salam dan ucapan terimakasih kepada Om Jay yang telah memberikan bimbingan hingga membuahkan hasil. Diselingi dan ucapan terimakasih narasumber kepada Om Jay karena sudah membuat wadah pelatihan belajar menulis, sehingga guru penulis se Indonesia dapat terhubung dan saling mendukung.

Dahulu sebelum Pak Brian bergabung di tim Om Jay, pelatihan belajar menulis belum ada materi tentang Penerbit Indie. Dengan adanya Pak Brian di kepanitiaan, peserta pelatihan belajar menulis yang ingin menerbitkan buku dapat terhubung ke Penerbit Indie. Beruntung sekali peserta pelatihan belajar menulis gelombang 20 bergabung setelah Pak Brian ada di tim Om Jay.

Sesaat berikutnya moderaot juga memberikan informasi jika peserta pelatihan yang tertinggal membuat ringkasan materi masih diberi kesempatan untuk membuat dan mengirim ke alamat Link yang sudah disediakan oleh panitia penyelenggara. 

Narasumber yang bernama Bapak Raimundus Brian Setiawan, S.Pd kelahiran Jakarta, 30 Juni yang tinggal di Bekasi 1992 ini pendiri komunitas Cakrawala Blogger Guru Nasional (Lagerunal), Guru Sumur Batu 01 Pagi Jakarta. Beliau adalah alumni gelombang 4 kelas belajar menulis. Puluhan karyanya dimuat diberbagai media cetak, diantaranya Tabloid Bola, Harian Bola, Tabloid Soccer, Harian Kompas, Kedaulatan Rakyat, Warta Kota, Media Indonesia, dan Majalah Hidup.

Pak Brian menyampaikan ketika penerbit Indie belum eksis seperti sekarang, penerbit buku saat itu hanya Penerbit Mayor, seperti Gramedia, Grasindo, Elex Media, dan lainnya. Untuk menembus penerbit Mayor tidaklah mudah. Ketika naskah diterima, masih banyak proses yang harus dilalui. Bersyukur saat ini ada penerbit yang memberi kemudahan kepada penulis pemula yang ingin menerbitkan buku, yaitu Penerbit Indie.

Penerbit Indie memberikan kemudahan  dan proses yang cepat. Bagi penulis pemula tentulah akan memilih penerbit ini untuk mewujudkan impian memiliki buku solo. Mengenai biaya yang dikeluarkan amatlah wajar, karena penerbitan tanpa seleksi jadi biaya penerbitan menjadi tanggung jawab sendiri.

Pengalaman beliau memilih penerbit Indie dibagikan kepada peserta pelatihan gelombang 19 dan 20. Saat itu beliau mempunyai keinginan untuk menulis buku, tapi terkendala dengan minimnya pemahaman tentang penerbit. Bersyukur di awal tahun 2019 beliau menemukan hashtag di instagram tentang Penerbit Indie.

Di akhir Oktober 2020 Pak Brian mengirim buku naskah ke salah satu Penerbit Indie. Tiga bulan berikutnya sekitar akhir Januari 2021 buku pertama beliau terbit.

https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html

Jika menilik pengalaman Pak Brian di awal karir sebagai penulis, peserta pelatihan malam ini wajib bersyukur karena selama mengikuti pelatihan akan mendapatan ilmu dari 30 narasumber yang kompeten di bidang menulis hingga menerbitkan buku. Untuk menerbitkan buku, diberikan kebebasan dalam memilih penerbit. Saat ini Pak Brian memilih penerbit Gemala sebagai rekanan untuk menerbitkan karya tulisnya. Beberapa karya tulis peserta pelatihan yang sudah diterbitkan di Penerbit Gemala diantaranya;



Bisa juga dilihat melalui Blog Pak Brian di;

https://pelatihanbelajarmenulis.blogspot.com/2021/06/galeri-buku-karya-peserta-belajar.html

Sebelum membahas tentang ketentuan menerbitkan buku di Penerbit Indie, sekilas kita tilik saat awal beliau meniti karir sebagai penulis. Pak Brian butuh kesabaran untuk menggapai harapan. Memulai peruntungan dengan mengirim puluhan tulisan ke media cetak dengan memuat tema seputar sepak bola. Kurang lebih satu tahun aktif mengirim tulisan di media cetak akhirnya karya Pak Brian layak mendapatkan honor dan merchandise. Beberapa hasil menulis beliau diantaranya;

 1. Ketika Tabloid Bola masih terbit 3 kali seminggu, terdapat rubrik oplosan. Satu kali tulisan Pak Brian tampil di sana dan mendapatkan uang Rp.250.000

2. Honor Rp.750.000 dari Majalah Hidup, sebuah majalah mingguan Katolik

3. Mendapatkan kaos dari Tabloid Bola sebanyak 7 kali. 5 merah dan 2 biru


4. Tulisan dimuat di rubrik Argumentasi dan mendapat jaket dari Kompas Kampus (Halaman khusus mahasiswa, Harian Kompas)


Cerita tersebut hanya sebagian kecil saja yang saya tulis di blok malam ini. Pria kelahiran Jakarta 1992 ini sangat luar biasa dalam menekuni dan mengukir karya di bidang menulis. Jika dituangkan dalam ringkasan kali ini tentulah akan sangat panjang untuk diceritakan. Anda penasaran?, silahkan baca selengkapnya tentang sosok dan karya Bapak Raimundus Brian Setiawan, S.Pd di alamat;  https://www.praszetyawan.com/p/profil.html  

Kembali lagi kita bahas informasi yang disampaikan oleh Pak Brian tentang ketentuan menerbitkan buku di Penerbit Indie. Hal pertama yang harus diketahui sebelum memilih penerbit, sebaiknya penulis memahami kriteria yang ditawarkan oleh penerbit Indie. Masing-masing Penerbit Indie mempunyai penawaran dan ketentuan yang berbeda. Ingin menerbitkan buku di Penerbit Indie?. Yuks....beramai-ramai kita terbitkan buku di penerbit Gemala. Proses dari mengirim naskah hingga terbit hanya satu bulan. Untuk editingagar tidak berlama-lama, tidak terlalu mendalam. Tidak percaya?, silahkan hubungi WA Pak Brian di nomor: 08159071313.

Poster: Ketentuan umum di Penerbit Gemala.


Share:

Jumat, 23 Juli 2021

SEMANGAT MENULIS, MENGUKIR PRESTASI

 

1. Resume ke : 6
2. Gelombang : 20
3. Tanggal : 23 Juli 2021
4. Tema : Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi
5. Nara Sumber : Aam Nurhasanah, S.Pd

Materi keenam malam ini disajikan oleh Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. Beliau adalah salah satu narasumber yang perlu diikuti jejaknya. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya kegiatan yang diikuti, kemampuannya menjadi penulis, blogger, moderator, kurator, editor, dan menghasilkan karya yang kaya makna.


 

Ibu Aam Nurhasanah berbagi kisah ketika menjadi peserta Pelatihan Belajar Menulis periode kelompok 8. Saat itu Mr.Bams sebagai ketua kelompok 8 diberi tugas oleh Om Jay sebagai moderator dan tanpa disadari tugas tersebut dapat menginspirasi Bu Aam untuk mengikuti jejak Mr.Bams. Namun harapan beliau tidak langsung terkabulkan. Butuh proses untuk mencapai keinginan menjadi moderator.

Belum tercapai bukan berarti Tidak Tercapai. Sepertinya kata-kata itu menjadi landasan Bu Aam untuk menggapai asa menjadi moderator di kelas Om Jay. Beliau kembali memupuk kepercayaan diri dengan kobaran semangat yang berapi, kembali mengulang kelas di gelombang 12. Karena semangat yang menggebu agar segera menerbitkan buku, lalu bergabung dengan kelompok antologi. Usaha tidak menghianati hasil, akhirnya terbitlah buku pertama yang diidam-idamkan selama ini.

Buku pertama Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd  dan kelompok Antologi

Tak hanya berpuas diri, beliau kembali mengukir mimpi menjadi kenyataan dengan Mengukir Mimpi Jadi Penulis Hebat yang dituangkan ke dalam buku solo perdana. Tak lupa dengan sejarah, Bu Aam menyertakan nama Ibu Kanjeng kepada peserta Pelatihan Belajar Menulis Kel.20 sebagai motivator yang handal hingga mampu mengikat kembali semangat Bu Aam untuk meraih kesuksesan menjadi penulis. Kalimat motivasi yang disampaikan oleh Ibu Kanjeng kepada beliau yaitu; better late than never (Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali). Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Biarlah tulisanmu menemui takdirnya.
Buku Solo Pertama Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd

Selaras dengan motivasi yang di dapat oleh Ibu Aam dari Ibu Kanjeng, ada kalimat motivasi dari Pablo Picasso; Aksi adalah kunci dasar semua kesuksesan dan Jim Rohm; Sukses itu tidak lebih dari beberapa hal sederhana yang dilakukan disiplin dan dipraktikkan setiap hari. Suntikan motivasi yang diberikan Ibu Kanjeng untuk Ibu Aam efeknya sangatlah luar biasa. Ibu Kanjeng memberikan ide agar Ibu Aam membuat buku solo yang berikutnya, Ibu Kanjeng mengatakan bahwa Pengalaman akan hilang jika tidak dituliskan. Berkat kesungguhan hati Ibu Aam dan restu dari Allah SWT, akhirnya mampu menerbitkan buku solo kedua yang berjudul Kunci Sukses Menjadi Moderator Online dan buku ke-3 yang berjudul Blogger Inspiratif.

Buku solo ke-2 Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd

Buku ketiga ini membuahkan hasil yang tak kalah hebatnya. Beliau tak puas hanya sebagai juara sepuluh besar saat mengikuti lomba Blog HUT AISEI, lalu mencoba untuk mengasah kemampuan melalui lomba Blog PGRI tingkat Nasional di bulan Maret 2021. Lagi-lagi berkat keseriusan Ibu Aam menekuni tujuan yang hendak dicapai dan izin dari Allah SWT, akhirnya meraih kesuksesan menjadi juara 1 Blog PGRI Tingkat Nasional.


Buku yang dilombakan di Blog PGRI Tingkat Nasional


Kemampuan yang tampak pada diri Ibu Aam membuahkan hasil. Setelah buku kedua terbit, Ibu Aam diajak oleh Ibu Kanjeng untuk bergabung di tim beliau. Bu Aam diberikan tugas sebagai Kurator. Tugasnya yaitu; menghimpun naskah dan administrasi yang masuk, hingga buku sampai ke pembaca. Kemampuan mengemban tugas sebagai kurator dibuktikan di gelombang 16, 17, 18, dan beberapa buku antologi puisi binaan Ibu kanjeng.





Belajar...belajar...belajar dan teruslah meraih mimpi kesuksesan agar kelak engkau dikenang orang. Kata-kata motivasi yang dibuktikan oleh Ibu Aam saat mengikuti program menulis seminggu yang diadakan oleh Prof. Ekoji membuahkan hasil yaitu dapat menerbitkan buku Duo kolaborasi dengan Prof. Ekoji di Penerbit Mayor PT.Andi Offset Yogyakarta.

Berita tentang kemampuan Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd dalam hal menulis terdengar sampai ke Arab Saudi. Salah satu siswinya bernama Jamilah yang ada di negara tersebut menghubungi beliau lewat telepon meminta agar Ibu Aam bersedia mengedit naskahnya yang dibuat di handphone (HP) lalu dikirim lewat WhatsApp. Itulah pengalaman pertama Ibu Aam menjadi editor. Pengalaman tersebut berkembang lagi yang dibuktikan dengan kemampuan beliau mengedit buku antologi ke-13 dan ke-14.


Dari pengalaman keberhasilannya mengedit naskah, beliau dihubungi oleh Ibu kanjeng untuk menjadi editor. Salah satu buku yang sedang diedit adalah milik guru beliau yang bernama Ibu Endah Hamidah, S.Pd. Berikut buku-buku naskah peserta yang masih dalam tahap pengeditan.




Ketika gagal kerap kali orang mengutuk diri sendiri dan menyesali semua yang sudah dikerjakan dan korbankan karena kegagalan tidak memberikan hasil baik padanya. Tapi sikap seperti itu tidak berlaku untuk Ibu Aam. Beliau justru belajar dari kegagalan dan membuktikan bahwa Kegagalan Adalah Jalan Memutar, Bukan Jalan Buntu- Zig Ziglar. Salam sehat dan semangat. Semoga kita bisa mengikuti jejak Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd.
Share:

Beranda

BTemplates.com