-Mencetak Buku dengan tiras berdasarkan kesepakatan dengan
Penerbit.
Sesuai dengan tema yang akan dibahas pada malam ini yaitu
bagaimana penerbit mayor dalam mengelola naskah hingga dapat disebarluaskan ke
outlet-outlet dan menjadi sumber pendapatan.Bapak Edi mengatakan bahwa
pembagian penerbit mayor dan minor tidak tercantum di dalam Undang-Undang
Perbukuan No.3. Pembagian ini muncul secara alamiah. Hal ini bisa dilihat dari
alasan berikut ini;
1. Pembagian antara penerbit mayor dan minor
berdasarkan jumlah buku yang dicetak. Pencetakan yang dilakukan oleh penerbit
mayor jumlah produksinya lebih banyak dibanding dengan penerbit minor.
2. Oleh perpustakaan Nasional kemudian digolongkan
kedalam penerbit yang berproduksi ribuan dan ratusan yang terlihat dalam
pembagian ISBN yang dikeluarkannya.
3. Dikotomi penerbit mayor dan minor, kemudian
terjadi juga di sisi pemasaran bukunya, dimana ada penerbit yang mampu
menjangkau secara nasional dan ada yang regional saja.
4. Hal ini diperuncing lagi dengan pembagian yang
dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi di Indonesia atau Kemendikbud DIKTI,
yang menjyaratkan terbitan buku harus berskala nasional penyebarannya.
Penerbit yang sudah terlanjur beroplah besar tentu tidak ada
masalah dengan hal ini, karena memang skala produksi dan skala mesin
produksinya memang sudah terlanjur besar, sehingga untuk memenuhi pasar
nasional tidak terlalu sulit. Di era pandemi ini naskah mengalir dengan cukup
baik. Hal ini kemungkinan disebabkan banyak calon penulis yang melakukan WFH
sehingga banyak waktu untuk melakukan penulisan naskah buku. Sarana pemasaran
yang cukup efektif saat sebelum pandemi adalah outlet toko buku. Tetapi di Era
pandemi ini ternyata mengubah pola distribusi buku dengan cukup signifikan, hal
ini didisebabkan oleh banyaknya toko buku yang ditutup dan sebagian aktivitas di
pusat perbelanjaan toko buku dibatasi.
Tuntutan untuk tetap produktif kepada para pengajar baik
guru maupun dosen, menjadikan laju naskah baru masih tetap terjaga dengan baik.
Yang menjadi kendala adalah justru dipengolahan naskah, mulai dari:
1. 💨Editorial
2. 💨Setting perwajahan
3. 💨Cover
4. 💨Produksi buku cetak
2. 2. Melalui database penulis, pihak penerbit mengidentifikasi
penulis yang kompeten di bidang ini, dengan cepat meramu materi, dan kemudian launch.
Saat ini Produksi memenuhi permintaan cetak dari 10 eksemplar
hingga 300 eksemplar. Range produksi ini menyesuaikan dengan keadaan daya serap
pasar yang cenderung mengikuti komunitas dari penulis bukunya sendiri. Di
samping itu, Beliau menyampaikan bahwa penjualan online cukup membantu untuk
tetap menjaga cash flow dan yang paling penting penerbit Andi mencoba untuk
memproduksi buku dalam bentuk digital atau e-book supaya kesempatan untuk
terbit menjadi lebih luas. Peserta pelatihan belajar menulis bisa mengunjungi
di buku digital.my.id untuk melihat buku-buku digital yang telah diproduksi
oleh penerbit Andi.
Tibalah saatnya sesi Tanya jawab antara peserta pelatihan
belajar menulis gelombang 19 dan 20 kepada Bapak Edi S. Mulyanta. Pertanyaan Peserta
yang terpilih akan mendapatkan hadiah buku dari Ibu Kanjeng.
TANYA
1. Apa yang menjadi Syarat Utama naskah dapat diterima oleh
penerbit mayor,
2. Apa yang mendasar
dari segi kelebihan dan kekurangan penerbit mayor dan bagaimana triknya
supaya naskah yang kita buat langsung deal....terima kasih banyak sebelumnya
JAWAB
Syarat utama dalam sebuah tulisan adalh tulisan harus *Baik*
dan *Unik*, baik dalam arti pemilihan tema yang menarik dan yang paling penting
adalah unik, karena mempunyai hal yang berbeda dengan yang lain dan mempunai
nilai kebaruan.
2. Kekurangan penerbit mayor adalah banyaknya naskah yang
masuk, sehingga waktu seleksi dan produksi terbebani dengan antrian yang sangat
banyak. Untuk dapat deal dengan cepat, semua penerbit mayor akan sangat
tertarik jika penulis mempunyai _captive market_ sendiri. Sehingga penulis yang
mempunyai massa (guru, dosen, penggiat, artis) menjadi magnet yang cukup
menarik untuk dapat diterbitkan karyanya.
Syarat fisik
adalah demikian: Buku sebaiknya sudah diputuskan formatnya oleh penulis, dalam
arti penulis sudah mempunyai bayangan ukuran buku, ketebalan, dan siapa
pembacanya. Struktur buku yang baik, juga sangat menarik editorial untuk
memutuskan diterbitkan atau tidak sebuah buku. Dengan struktur buku yang baik,
tentu akan memudahkan naskah untuk diolah secara optimal.
TANYA
Trik untuk bisa
menerbitkan di Mayor secara saya sebagai penulis pemula belum banyak
pengalaman? apakah penulis pemula ada yg lolos di penerbitan Mayor? mendengar
penerbitan mayor sprtinya ada blok kesulitan penerbitan di mayor kenapa y?
JAWAB
Trik yang bisa dilakukan adalah tulisan memang mempunyai
tema yang _up to date_ atau mempunyai nilai kebaruan yang baik. Ataupun kalau
sebagai _follower_ dari tema buku yang sudah ada harus mempuyai keunikan
tersendiri. Hal inilah pentingnya untuk mengamati buku pesaing yang telah
terbit, kita bisa mencari kelemahan buku tersebut degan menuliskan dari sisi
lain.
Banyak penulis pemula yang lolos kok, terkadang memang
memanfaatkan _captive market_ tadi atau menguasai massa sehingga penerbit dapat
dengan percaya diri menerbitkan dan memasarkan buku tersebut karena berbagi
data dengan penulis.
Penerbit mayor terkadang banyak naskah yang menjadi pilihan
sehingga diafragma pemilihan naskah menjadi semakin kecil untuk memilah dan
memilih buku yang akan diterbitkan. Sebagai penulis pemula sebaiknya
menggandeng penulis yang lebih senior untuk dijadikan mitra penulisan, untuk
mengangkat nama penulis pemula. Bisa menggunakan trik meminta *Kata Pengantar*
atau meminta *_Comment_* yang dapat ditampilkan di cover buku atau back cover
buku.
TANYA
1. Biasanya berapa lama proses penerbitan sebuah buku dari
mulai menyerahkan naskah hingga terbit?
2. Untuk tulisan dalam bahas Inggris/ bahasa asing apakah
penerbit mayor memiliki editor khusus?
3. Jika naskah buku berbahasa asing apakah harus melampirkan
bukti tertulis bahwa buku sudah di proof reading oleh ahli?
JAWAB
1. Proses penerbitan standar dengan rerata antrian:
Penilaian 3 minggu, Editorial 3 Minggu, Setting Perwajahan dalam buku paralel
dengan Cover buku 3 minggu, Proses cetak 3 minggu, dan terakhir distribusi 1- 2
bulan.
2. Kami memiliki editor khusus untuk bahasa Inggris,
walaupun editorial yang dilakukan adalah hanya dari segi kebahasaan dan
struktur buku.
3. Kami tidak mensyaratkan proof reading oleh ahli, akan
tetapi sebaiknya memang melampirkannya.
TANYA
Mohon infokan kepada kami
1. trik/strategi yg paling mendasar agar karya kami tembus
ke penerbit Mayor.
2. Genre seperti apa yang mudah diterima pasar,dan menjadi
prioritas diterima karya tsb di penerbit ANDI.
JAWAB
1. Trik utama, gandeng penulis lain untuk memroduksi buku.
Skala kecil dahulu tidak ada masalah, yang penting _captive market_ bisa
dijadikan tumpuan awal. Tulis berbarengan, sehingga pembiayaan buku menjadi
lebih ringan, kemudian usulkan proposal naskah ke penerbit, dengan menawarkan
_captive market_ tersebut.
TANYA
Saya mau bertanya,
apakah novel mempunyai peluang yang cukup besar dan jika kita mengusung
tema tentang kekuasaan dan konflik pada masyarakat kecil apakah bisa
menciptakan captive market tersendiri?
karena melihat kondisi buku- buku mengenai covid 19 dan
segala sesuatu yg melekat padanya menjadi topik hangat dalam pembuatan buku
saat ini.
JAWAB
Novel saat ini yang masih menarik dan stabil penjualannya
adalah _roman_ percintaan, _happy ending_, dan horror. Tema-tema kolosal, tema
intrik dan konflik, pada dasarnya kurang diminati, kecuali konflik kolosal
imajinatif masih diminati walaupun nulisnya cukup susah bagi penulis.
Tema-tema covid ini terlihat _wait and see_ bagi penerbit
karena jangan-jangan peristiwa ini hanya sesaat. Memang cukup membingungkan hal
ini, pada awal covid, buku-buku kami bertema covid, makanan sehat, imun, dan
kajian ilmiah covid cukup baik di pasaran. Tapi hanya sesaat, kemudian
melandai. Saat terjadi gelombang Covid Varian Delta, tampaknya masyarakat sudah
lelah dengan covid, sehingga buku covid justru malah menurun penjualannya.
1. Jumlah halaman sebaiknya antara 75-150; ukuran A4; spasi
1,5; huruf times new roman 12. Ketebalan buku menentukan ukuran punggung buku,
sehingga dapat diberikan penanda judul buku di punggunb buku. Jika terlalu
tipis, punggung buku tidak bisa diberikan penanda judul buku. Toko buku biasanya
tidak menghendaki buku terlalu tipis, karena susah men _display_ di rak buku.
2. Lama terbit memang tergantung, kalau POD dan dananya ada
biasanya lebih cepat dibanding dengan reguler yang dibiayai sendiri oleh
penerbitnya.
3. Penerbit akan memberikan Surat Perjanjian sebelum dicetak
massal, kemudian setelah buku diproduksi, buku akan dikirimkan sampelnya ke
penulis.
4. Penerbit mempunyai _kokpit_ untuk mengawasi tingkat daya
serap di pasar. Biasanya dilaporkan oleh toko buku bahwa buku tersebut masuk di
rak _Diminati_ atau di _Best Seller_ Dan akan lebih terlihat saat pembayaran
royalty buku. Ada standar perhitungan tertentu dari penerbit, yang dapat
menentukan buku ini diminati atau tidak.
TANYA
Kendala seorang penulis setelah menerbitkan buku adalah
menjualnya.
Bagaimana pengalaman pak Edi saat jadi penulis untuk menjual
hasil karyanya sehingga akan terus eksis menulis
JAWAB
Ini contoh buku saya yang masih eksis hingga saat ini. Buku
yang saya tulis tersebut menjadi rujukan dari mahasiswa, peneliti, atau penulis
yang lain sehingga berimbas pada pasar buku yang masih terjaga dengan baik,
walaupun buku sejenis sudah banyak menyainginya. Rajinlah memberikan definisi,
pengertian, penjelasan supaya dirujuk oleh penulis lain. Sebagai contoh di buku
saya menyebutkan definisi file.. akhirnya definisi tersebut dipakai oleh semua
orang.. nama kita tercantum di setiap pencarian file
TANYA
1. Mohon maaf , jika kurang sopan, bagaimana tentang royalti bagi
penulis?
2. Adakah pernah naskah gagal/ penjualan tdk sesuai
ekspektasi ..aoa berdampak bagi penulis ( dalam dunia penerbit mayor)
JAWAB
1. Royalty penulis adalah 10% dari harga buku yang
dikeluarkan oleh penerbit. Akan dibayarkan setiap 6 bulan setelah tanggal
terbit dan selanjutnya sampai buku tersebut habis terjual
2. Tidak ada dampak ke penulis, karena penerbit sudah
menanggunkan risikonya untuk memutuskan penerbitan buku dan pemasarannya. Kami
tidak pernah mem _black list_ penulis gegara buku tidak laku.
Dalam memutuskan buku terbit atau tidak adan unsur
_gambling_ di dalamnya walaupun telaah data penting untuk menghindari risiko
buku tidak laku.