Jumat, 06 Agustus 2021

SEMANGAT JUANG MENEMBUS PENERBIT MAYOR

 

1. Resume ke : 12

2. Gelombang : 20

3. Tanggal : 6 Agustus 2021

4. Tema : Menjadi Penulis Buku Mayor

5. Narasumber : Joko Irawan Mumpuni

Menjadi penulis yang naskahnya dapat diterbitkan di penerbit Mayor sangatlah hebat. Naskah yang masuk di penerbit Mayor adalah naskah yang lulus seleksi. Ada naskah tapi tak tau cara menerbitkan di penerbit Mayor juga sama saja dengan mencari jarum dalam jerami. Kalaupun jarumnya ketemu, tapi butuh waktu yang sangat panjang dan lama. Alhamdulilah malam ini kelompok Belajar Menulis Gelombang 19 dan 20 mendapatkan materi kuliah yang terkait dengan Penerbit Mayor

Tema materi kuliah malam ini adalah Menjadi Penulis Buku Mayor yang akan disampaikan oleh Narasumber Bapak Joko Irawan Mumpuni. Beliau adalah Direktur Penerbitan Majalah Andi. Narasumber yang lebih akrab disapa dengan sebutan Om Joko malam ini akan ditemani oleh Mr.Bams sebagai moderator. Sesi kuliah malam ini dimulai dengan pembukaan oleh Mr.Bams dengan membuka doa lalu dilanjutkan dengan mempersilahkan Narasumber untuk menyampaikan materi.

Tayangan yang di share Om Joko adalah tulisan : MENULIS BUKU YANG DITERIMA PENERBIT MAYOR. Dari tulisannya sudah jelas menggambarkan informasi yang dibutuhkan oleh peserta pelatihan belajar menulis agar kelak naskah hasil tulisan dapat tembus ke penerbit mayor. 

Bapak Joko Irawan Mumpuni

Om Joko sudah hampir 20 tahun eksis berkecimpung di dunia penerbitan, penulisan, dan aktif di asosiasi penerbit di Indonesia. Alhamdulilah Beliau pribadi yang mau berbagi. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Beliau dalam menyampaikan informasi sekitar penerbit Mayor. Semoga peserta pelatihan mampu tercerahkan.

Beliau menyampaikan ulasan tentang awal sebelum teknologi informasi berkembang pesat seperti sekarang ini; orang hanya mengenal penerbit Mayor dan penerbit Minor, masing-masing punya pendapat masing-masing apa yang membedakan penerbit mayor dan penerbit minor. Namun semua pendapat itu merujuk pada satu kesimpulan yang pasti yaitu Jumlah terbitan buku pertahun penerbit mayor jauh lebih banyak dibanding penerbit minor. berapa jumlahnya? masing-masing punya pendapat sendiri.

Untuk menembus dapur penerbit mayor tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Tidak hanya cukup dengan selesai mengetik naskah lalu diterbitkan. Butuh proses seleksi yang panjang agar karyanya bisa masuk, diterima, dan  diterbitkan oleh penerbit mayor.  Contoh di Penerbit ANDI, tiap bulan naskah yang masuk bisa sampai 300 sd 500 naskah dan yang diterbitkan hanya 50 sd 60 judul saja. tentunya sisanya dikembalikan ke penulis atau DITOLAK.

Naskah buku yang lulus seleksi di Penerbit Andi adalah naskah yang bisa dijadikan buku lalu laris dijual. Lalu buku yang seperti apa yang laris dijual?. Tentunya buku yang selalu update dengan kondisi kekinian. Pengelompokan buku di Penerbit Andi di bagi menjadi dua kelompok:

1. Kelompok buku Teks

Buku yang digunakan oleh:

- Siswa dalam proses pembelajaran. 

Di tingkat sekolah disebut Buku Pelajaran disingkat BUPEL.

- Mahasiswa dalam proses pembelajaran.

Di tingkat perguruan tinggi di sebut Buku Perguruan Tinggi disingkat PERTI.

Buku Teks

2. Kelompok buku Non Teks

Kelompok buku Non Teks biasanya dikategorikan kelompok buku populer. Kontennya bebas, karena sasaran yang hendak dituju adalah kalangan masyarakat.

Buku Non Teks

Dalam prakteknya, pemakaian buku oleh pembacanya tidak dibagi dalam dua kelompok tersebut. Hal ini terkait dengan tingkat kebutuhan untuk mendapatkan referensi yang dibutuhkan oleh pembaca. Dengan adanya Penerbit sebagai lembaga profitable atau boleh juga dikatakan sebagai industri yang mencari keuntungan untuk bertahan hidup dan berkembang agar karyawan sejahtera dan konsumen puas dalam waktu tak terbatas. Naskah yang masuk dikategorikan sebagai bahan baku output industri. Jika bahan baku bagus, maka akan menghasilkan produk yang bagus pula. Oleh sebab itu penulis diharapkan mampu memahami alur cerita/naskah yang dibutuhkan oleh penerbit mayor agar dapat menembus dapur penerbit mayor hingga diterbitkan dalam bentuk buku.

Ekosistem Penerbitan

Pembobotan Penilaian

Kriteria Lolos Naskah


Agar naskah  dapat diterima dan lolos diterbitkan penerbit Mayor, sebaiknya cek di aplikasi Google Tren. Melalui aplikasi tersebut, dapat membantu penulis untuk menentukan apakah tema yang akan dijadikan naskah masih dibutuhkan oleh masyarakat luas atau tidak.  
Contoh Tema yang sudah tidak trending di masyarakat

Contoh Tema yang Masih Trending di masyarakat

Ternyata ada aplikasi yang dapat membantu penulis agar naskah dapat diterbitkan di penerbit mayor. Hal ini tentunya sangat membantu penulis agar dapat mengambil sikap apakah tema yang akan dikembangkan layak atau tidak untuk ditulis di dalam naskah. Jika penulis mampu mengikuti trend di masyarakat, maka naskah yang dibuat pastilah akan diterbitkan di penerbit mayor. Tentunya jika naskah dapat diterbitkan di penerbit mayor pasti akan mampu menembus pasaran yang lebih luas, dan sudah otomatis banyak masyarakat yang menyerap informasi yang dikemas sehingga ladang amal jariah penulis akan menjadi lebih luas. Selanjutnya jika tema bagus, penerbit akan mengecek reputasi penulis melalui Google Schoolar. 
Hasil Cek Reputasi Penulis Melalui Google Schoolar

Setelah naskah diterima oleh penerbit, langkah selanjutnya pihak penerbit akan menentukan oplah atau jumlah cetak buku tinggi jika buku itu dinilai mempunyai market lebar dan Lifesycle panjang. Lifesycle panjang artinya buku itu akan tetap relevan di masa yang akan datang dalam waktu yang panjang. Kwadran yang disukai oleh penerbit adalah kwadran kanan yaitu Idealis dan sekaligus Industrialis.
Contoh Oplah tinggi

Kwadran Kategori Penulis

Materi kuliah malam ini sangat luar biasa untuk membantu mewujutkan keinginan peserta pelatihan agar naskah yang ditulis dapat diterbitkan di penerbit mayor. Tulislah karya yang bermanfaat, yang tidak mengandung unsur pornografi dan poltik praktis untuk agar naskah dapat dipertimbangkan hingga diterbitkan oleh penerbit Andi. Om Joko juga memberikan motivasi melalui kutipan Tokoh Besar Penulis Pramudya Ananta Toer. Menulislah agar kita Tampak Ada melalui karya-karya tulis dan memberikan manfaat untuk masyarakat luas. Melalui kutipan tersebut terselip pesan bahwa Penulis yang berhasil akan mendapatkan banyak kepuasan. 


Semoga resume materi kuliah malam ini dapat memberikan motivasi untuk diri sendiri dan pembaca, agar mampu menuangkan ilmu yang bermanfaat melalui naskah tertulis hingga menerbitkan ke penerbit mayor. Ilmu yang bermanfaat akan membawa diri hidup abadi jika dituangkan ke dalam tulisan hingga diterbitkan. Menulislah....menulislah...menulislah hingga kau tak mampu untuk menggerakkan jarimu lagi.
Share:

Rabu, 04 Agustus 2021

PANDUAN NASKAH MASUK DAPUR PENERBIT ANDI

 



1. Resume  ke : 11
2. Gelombang : 20
3. Tanggal : 4 Agustus 2021
4. Tema : Menguak Dapur Penerbit Mayor
5. Narasumber : Edi S. Mulyana

Malam ini kuliah ke-11 Pelatihan belajar menulis gelombang 20. Tema kali ini  tentang Menguak Dapur Penerbit Mayor. Narasumber yang akan menyampaikan materi adalah Bapak Edi S. Mulyanta. Beliau akan didampingi oleh moderator Ibu Sri Sugiastuti atau sering dipanggil dengan nama Ibu Kanjeng. Perkuliahan akan dilakukan dalam tiga sesi

1.     📢 Pembukaan

2.     📢 Perkenalan dari narsum

3.     📢  Paparan materi 

Sesuai panduan dari Ibu Kanjeng agar kegiatan malam ini berjalan lancar, baiknya kita berdoa memohon kepada Allah SWT. Semoga doa kita diijabah oleh Allah SWT sehingga kita bisa menyerap ilmu yang akan disampaikan oleh Narasumber. Aamiin YRA. Ada baiknya jika malam ini kita mengenal terlebih dahulu sosok Narasumber hebat melalui link :

https://omjaylabs.wordpress.com/2020/04/22/biodata-edi-s-mulyanta/

Sekilas tentang Bapak Edi yang dapat dibaca melalui link tersebut;
Nama        : Edi S. Mulyanta S.Si, M.T.
Jabatan     : Publishing Consultant Andi Publisher
TptLhr       : Jogjakarta/Tgl Lhr : 24 Mei 1969
Status       : Menikah
Istri           : Retna G.
Anak         : Nindita Saheka Ramadhani
                   Raditya Rizky Duanda (alm)
                   Naditya Tertia Alfarizky
Hobby      : Membaca, Menulis, Olah Raga, Musik
Fb            : https://www.facebook.com/edis.mulyanta
Blog         : www.sobatambyar.com
 
Pendidikan:
S1 Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 1994
S2 Magister Teknologi Informasi Fak. Elektro UGM Yogyakarta 2006
 
Riwayat Pekerjaan
-Staff LitBang Komputer PT. Wahana Semarang 1994-2000
-Staff EDP PT. Sanggar Film Semarang 1995-2001
-Lab. Komputer STMIK Proactive Yogyakarta 2001-2002
-Dosen Tamu Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta 2002
-Staff Net Business PT. Bayu Indra Grafika Yogyakarta 2002
-Staff Litbang Penerbitan ANDI Jogjakarta 2003-2004
-Product Development Penerbitan ANDI Jogjakarta 2004-2006
-Biro Penerbitan Buku Umum (PBU) Andi Jogjakarta 2006-2007
-Manager Operasional PBU ANDI Jogjakarta 2008 – 2019
-Publishing Consultant Andi Publisher 2020- Sekarang

Beberapa karya tulis yang membahas tentang tema bekerja di computer sebagai berikut;
📒Lebih Mahir Word 2019, Untuk Penulisan Ilmiah, 2019
📒Lebih Kreatif dengan Adobe Photoshop CS4 2008
📒Corel Draw X4 2008
📒Teknik Modern Fotografi Digital 2007
📒Pengolahan Digital Image dengan Photoshop CS3 2007
📒Menyusun Karya Tulis Ilmiah Menggunakan MS Office Word, 2006
📒Spesial Workshop: Teknik Airbrush Menggunakan Photoshop CS2 2005
📒Menjadi Desainer Layout Andal dengan Adobe InDesign CS 2005
📒Pengenalan Protokol Jaringan Wireless Komputer 2005
📒Trik & Teknik Profesional CorelDraw 12 2004
📒Kupas Tuntas Ponsel Anda 2003

Jika ingin melihat isi materi buku tersebut, dapat diakses melalui link;
https://scholar.google.co.id/citations?user=tYwUNqsAAAAJ&hl=en&oi=ao

Saatnya kita memasuki ruang kuliah malam ini. Sapaan Bapak Edi malam ini dimulai dengan mengucapkan salam kepada peserta pelatihan yang ada di WAG Gelombang 19 & 20. Beliau melanjutkan sejarah dimulainya karir di dunia penerbitan. Beliau memulai sebagai penulis lepas yang hidup dari menulis buku. Lalu tahun 2001 mulai mengelola penerbitan. Semoga dengan pengalaman yang sangat panjang, dapat menjawab pertanyaan beberapa calon penulis, apakah bisa hidup dari menulis buku?.

Beliau mengatakan bahwa Penulis dan penerbit telah dilindungi undang-undang secara penuh sejak terbitnya UU no 3 Tahun 2017 yag diikuti oleh Peraturan Pemerintah dua tahun kemudian yaitu PP No 75 tahun 2019. UU no 3 juga menjelaskan dengan detail bagaimana proses industri penerbitan dan unsur-unsur yang ada di dalamnya. Di dalam Undang-undang tersebut diatur dengan detail dan kemudin disempurnakan dengan PP No 75 yang lebih detail mengatur proses membuat naskah hingga menyebarluaskannya.

Narasumber juga memberi informasi jika peserta belajar menulis ingin menjadi penulis, sebaiknya pelajari dengan seksama pada peraturan pemerintah No.75, karena dengan PP ini proses penerbitan buku akan mejadi lebih cepat.



Selain membaca pasal-pasal tersebut. Kulakukan browsing untuk membaca Undang-Undang Nomor 3 tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan pada Pasal 11 Paragraf 2 tentang Penulis, Pasal 13 Penulis berhak:

a. Memiliki hak cipta atas naskah tulisannya;

b. Mengalihkan hak cipta atas Naskah Buku karangan atau tulisan yang dimiliki;

c.  Memperoleh data dan informasi tiras Buku dan penjualan Buku secara periodik dari Penerbit;

d. Membentuk organisasi profesi; dan

e. Mendapatkan imbalan atas hak penerbitan naskah tulisannya.

 

Paragraf 8 Pasal 25 Pencetak berhak:

-Mendapatkan akses dan pembinaan dalam berusaha;

-Membentuk himpunan organisasi usaha; dan

-Mendapatkan imbalan jasa atas pekerjaan Pencetakan.


Pasal 26 Pencetak berkewajiban:

-Memiliki izin usaha percetakan;

-Menjaga kerahasiaan dan melindungi Naskah Buku yang dicetak; dan

-Mencetak Buku dengan tiras berdasarkan kesepakatan dengan Penerbit.

Sesuai dengan tema yang akan dibahas pada malam ini yaitu bagaimana penerbit mayor dalam mengelola naskah hingga dapat disebarluaskan ke outlet-outlet dan menjadi sumber pendapatan.Bapak Edi mengatakan bahwa pembagian penerbit mayor dan minor tidak tercantum di dalam Undang-Undang Perbukuan No.3. Pembagian ini muncul secara alamiah. Hal ini bisa dilihat dari alasan berikut ini;

1.  Pembagian antara penerbit mayor dan minor berdasarkan jumlah buku yang dicetak. Pencetakan yang dilakukan oleh penerbit mayor jumlah produksinya lebih banyak dibanding dengan penerbit minor.

2.  Oleh perpustakaan Nasional kemudian digolongkan kedalam penerbit yang berproduksi ribuan dan ratusan yang terlihat dalam pembagian ISBN yang dikeluarkannya.

3.  Dikotomi penerbit mayor dan minor, kemudian terjadi juga di sisi pemasaran bukunya, dimana ada penerbit yang mampu menjangkau secara nasional dan ada yang regional saja.

4.  Hal ini diperuncing lagi dengan pembagian yang dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi di Indonesia atau Kemendikbud DIKTI, yang menjyaratkan terbitan buku harus berskala nasional penyebarannya.

Penerbit yang sudah terlanjur beroplah besar tentu tidak ada masalah dengan hal ini, karena memang skala produksi dan skala mesin produksinya memang sudah terlanjur besar, sehingga untuk memenuhi pasar nasional tidak terlalu sulit. Di era pandemi ini naskah mengalir dengan cukup baik. Hal ini kemungkinan disebabkan banyak calon penulis yang melakukan WFH sehingga banyak waktu untuk melakukan penulisan naskah buku. Sarana pemasaran yang cukup efektif saat sebelum pandemi adalah outlet toko buku. Tetapi di Era pandemi ini ternyata mengubah pola distribusi buku dengan cukup signifikan, hal ini didisebabkan oleh banyaknya toko buku yang ditutup dan sebagian aktivitas di pusat perbelanjaan toko buku dibatasi.

Tuntutan untuk tetap produktif kepada para pengajar baik guru maupun dosen, menjadikan laju naskah baru masih tetap terjaga dengan baik. Yang menjadi kendala adalah justru dipengolahan naskah, mulai dari:

1.  💨Editorial

2. 💨Setting perwajahan

3. 💨Cover

4. 💨Produksi buku cetak

N   Narasumber mengatakan bahwa outlet toku buku fisik banyak terkendala pada kebijakan pemerintah, sehingga secara otomatis proses penerbitan buku menjadi lambat menyesuaikan dengan kondisi output penjualan buku yang melambat. Hal ini terkait dengan diberlakukannya PSBB di beberapa daerah. Outlet yang tertutup menjadikan beberapa penerbit ikut terimbas, sehingga mereposisi bisnisnya kembali. Hal ini berdampak secara langsung ke produksi buku hingga ke sisi penulis buku yang telah memasukkan naskah ke penerbit menanti bersemi di Toko Buku.


StStrategi untuk mengatasi hal tersebut;
1. Pihak penerbit melakukan identifikasi tema yang upto date yaitu naskah yang memuat cerita mengenai virus corona.

2.  2. Melalui database penulis, pihak penerbit mengidentifikasi penulis yang kompeten di bidang ini, dengan cepat meramu materi, dan kemudian launch.

Kesimpulannya adalah kesiapan penulis dalam updating materi tulisannya sebelum dikirim ke penerbit  adalah syarat mutlak agar tulisannya dapat diterbitkan. Saat ini jumlah pencetakan buku menyesuaikan dengan kondisi pasar yang fluktuatif. Hal ini tentunya memberikan kesempatan yang lebih lebar kepada bapak-ibu calon penulis untuk mencoba meamasukan era baru ini, dimana produksi buku akan mengikuti keinginan pasar secara lebih spesifik.

Saat ini Produksi memenuhi permintaan cetak dari 10 eksemplar hingga 300 eksemplar. Range produksi ini menyesuaikan dengan keadaan daya serap pasar yang cenderung mengikuti komunitas dari penulis bukunya sendiri. Di samping itu, Beliau menyampaikan bahwa penjualan online cukup membantu untuk tetap menjaga cash flow dan yang paling penting penerbit Andi mencoba untuk memproduksi buku dalam bentuk digital atau e-book supaya kesempatan untuk terbit menjadi lebih luas. Peserta pelatihan belajar menulis bisa mengunjungi di buku digital.my.id untuk melihat buku-buku digital yang telah diproduksi oleh penerbit Andi.

Pasti muncul pertanyan mengenai trik untuk mempercepat terbit buku. Pak Edi memberikan saran/trik agar penulis naskah mengikuti arahan dari PP 75, yaitu melakukan editing mandiri dari sisi penulis, sehingga akan sangat membantu dalam proses editorial di sisi penerbit. Dengan cara seperti ini, kesemptan ini dapat dimanfaatkan penulis agar dapat mempelajari bagaimana melakukan editing mandiri sebelum diserahkan ke penerbit, sehingga proses penerbita akan dapat dipersingkat.

Tibalah saatnya sesi Tanya jawab antara peserta pelatihan belajar menulis gelombang 19 dan 20 kepada Bapak Edi S. Mulyanta. Pertanyaan Peserta yang terpilih akan mendapatkan hadiah buku dari Ibu Kanjeng.


TANYA

1. Apa yang menjadi Syarat Utama naskah dapat diterima oleh penerbit mayor,

2. Apa yang mendasar  dari segi kelebihan dan kekurangan penerbit mayor dan bagaimana triknya supaya naskah yang kita buat langsung deal....terima kasih banyak sebelumnya

JAWAB  

Syarat utama dalam sebuah tulisan adalh tulisan harus *Baik* dan *Unik*, baik dalam arti pemilihan tema yang menarik dan yang paling penting adalah unik, karena mempunyai hal yang berbeda dengan yang lain dan mempunai nilai kebaruan.

2. Kekurangan penerbit mayor adalah banyaknya naskah yang masuk, sehingga waktu seleksi dan produksi terbebani dengan antrian yang sangat banyak. Untuk dapat deal dengan cepat, semua penerbit mayor akan sangat tertarik jika penulis mempunyai _captive market_ sendiri. Sehingga penulis yang mempunyai massa (guru, dosen, penggiat, artis) menjadi magnet yang cukup menarik untuk dapat diterbitkan karyanya.

Syarat fisik adalah demikian: Buku sebaiknya sudah diputuskan formatnya oleh penulis, dalam arti penulis sudah mempunyai bayangan ukuran buku, ketebalan, dan siapa pembacanya. Struktur buku yang baik, juga sangat menarik editorial untuk memutuskan diterbitkan atau tidak sebuah buku. Dengan struktur buku yang baik, tentu akan memudahkan naskah untuk diolah secara optimal.

 TANYA

Trik untuk bisa menerbitkan di Mayor secara saya sebagai penulis pemula belum banyak pengalaman? apakah penulis pemula ada yg lolos di penerbitan Mayor? mendengar penerbitan mayor sprtinya ada blok kesulitan penerbitan di mayor kenapa y?

JAWAB

Trik yang bisa dilakukan adalah tulisan memang mempunyai tema yang _up to date_ atau mempunyai nilai kebaruan yang baik. Ataupun kalau sebagai _follower_ dari tema buku yang sudah ada harus mempuyai keunikan tersendiri. Hal inilah pentingnya untuk mengamati buku pesaing yang telah terbit, kita bisa mencari kelemahan buku tersebut degan menuliskan dari sisi lain.

Banyak penulis pemula yang lolos kok, terkadang memang memanfaatkan _captive market_ tadi atau menguasai massa sehingga penerbit dapat dengan percaya diri menerbitkan dan memasarkan buku tersebut karena berbagi data dengan penulis.

Penerbit mayor terkadang banyak naskah yang menjadi pilihan sehingga diafragma pemilihan naskah menjadi semakin kecil untuk memilah dan memilih buku yang akan diterbitkan. Sebagai penulis pemula sebaiknya menggandeng penulis yang lebih senior untuk dijadikan mitra penulisan, untuk mengangkat nama penulis pemula. Bisa menggunakan trik meminta *Kata Pengantar* atau meminta *_Comment_* yang dapat ditampilkan di cover buku atau back cover buku.

 TANYA

1. Biasanya berapa lama proses penerbitan sebuah buku dari mulai menyerahkan naskah hingga terbit?

2. Untuk tulisan dalam bahas Inggris/ bahasa asing apakah penerbit mayor memiliki editor khusus?

3. Jika naskah buku berbahasa asing apakah harus melampirkan bukti tertulis bahwa buku sudah di proof reading oleh ahli?

JAWAB

1. Proses penerbitan standar dengan rerata antrian: Penilaian 3 minggu, Editorial 3 Minggu, Setting Perwajahan dalam buku paralel dengan Cover buku 3 minggu, Proses cetak 3 minggu, dan terakhir distribusi 1- 2 bulan.

2. Kami memiliki editor khusus untuk bahasa Inggris, walaupun editorial yang dilakukan adalah hanya dari segi kebahasaan dan struktur buku.

3. Kami tidak mensyaratkan proof reading oleh ahli, akan tetapi sebaiknya memang melampirkannya.

TANYA

Mohon infokan kepada kami

1. trik/strategi yg paling mendasar agar karya kami tembus ke penerbit Mayor.

2. Genre seperti apa yang mudah diterima pasar,dan menjadi prioritas diterima karya tsb di penerbit ANDI.

JAWAB

1. Trik utama, gandeng penulis lain untuk memroduksi buku. Skala kecil dahulu tidak ada masalah, yang penting _captive market_ bisa dijadikan tumpuan awal. Tulis berbarengan, sehingga pembiayaan buku menjadi lebih ringan, kemudian usulkan proposal naskah ke penerbit, dengan menawarkan _captive market_ tersebut.

TANYA

Saya mau bertanya,  apakah novel mempunyai peluang yang cukup besar dan jika kita mengusung tema tentang kekuasaan dan konflik pada masyarakat kecil apakah bisa menciptakan captive market tersendiri?

karena melihat kondisi buku- buku mengenai covid 19 dan segala sesuatu yg melekat padanya menjadi topik hangat dalam pembuatan buku saat ini.

JAWAB

Novel saat ini yang masih menarik dan stabil penjualannya adalah _roman_ percintaan, _happy ending_, dan horror. Tema-tema kolosal, tema intrik dan konflik, pada dasarnya kurang diminati, kecuali konflik kolosal imajinatif masih diminati walaupun nulisnya cukup susah bagi penulis.

Tema-tema covid ini terlihat _wait and see_ bagi penerbit karena jangan-jangan peristiwa ini hanya sesaat. Memang cukup membingungkan hal ini, pada awal covid, buku-buku kami bertema covid, makanan sehat, imun, dan kajian ilmiah covid cukup baik di pasaran. Tapi hanya sesaat, kemudian melandai. Saat terjadi gelombang Covid Varian Delta, tampaknya masyarakat sudah lelah dengan covid, sehingga buku covid justru malah menurun penjualannya.

1. Jumlah halaman sebaiknya antara 75-150; ukuran A4; spasi 1,5; huruf times new roman 12. Ketebalan buku menentukan ukuran punggung buku, sehingga dapat diberikan penanda judul buku di punggunb buku. Jika terlalu tipis, punggung buku tidak bisa diberikan penanda judul buku. Toko buku biasanya tidak menghendaki buku terlalu tipis, karena susah men _display_ di rak buku.

2. Lama terbit memang tergantung, kalau POD dan dananya ada biasanya lebih cepat dibanding dengan reguler yang dibiayai sendiri oleh penerbitnya.

3. Penerbit akan memberikan Surat Perjanjian sebelum dicetak massal, kemudian setelah buku diproduksi, buku akan dikirimkan sampelnya ke penulis.

4. Penerbit mempunyai _kokpit_ untuk mengawasi tingkat daya serap di pasar. Biasanya dilaporkan oleh toko buku bahwa buku tersebut masuk di rak _Diminati_ atau di _Best Seller_ Dan akan lebih terlihat saat pembayaran royalty buku. Ada standar perhitungan tertentu dari penerbit, yang dapat menentukan buku ini diminati atau tidak.

TANYA

Kendala seorang penulis setelah menerbitkan buku adalah menjualnya.

Bagaimana pengalaman pak Edi saat jadi penulis untuk menjual hasil karyanya sehingga akan terus eksis menulis

JAWAB

Ini contoh buku saya yang masih eksis hingga saat ini. Buku yang saya tulis tersebut menjadi rujukan dari mahasiswa, peneliti, atau penulis yang lain sehingga berimbas pada pasar buku yang masih terjaga dengan baik, walaupun buku sejenis sudah banyak menyainginya. Rajinlah memberikan definisi, pengertian, penjelasan supaya dirujuk oleh penulis lain. Sebagai contoh di buku saya menyebutkan definisi file.. akhirnya definisi tersebut dipakai oleh semua orang.. nama kita tercantum di setiap pencarian file

 TANYA

1. Mohon maaf , jika kurang sopan, bagaimana tentang royalti bagi penulis?

2. Adakah pernah naskah gagal/ penjualan tdk sesuai ekspektasi ..aoa berdampak bagi penulis ( dalam dunia penerbit mayor)

JAWAB

1. Royalty penulis adalah 10% dari harga buku yang dikeluarkan oleh penerbit. Akan dibayarkan setiap 6 bulan setelah tanggal terbit dan selanjutnya sampai buku tersebut habis terjual

2. Tidak ada dampak ke penulis, karena penerbit sudah menanggunkan risikonya untuk memutuskan penerbitan buku dan pemasarannya. Kami tidak pernah mem _black list_ penulis gegara buku tidak laku.

Dalam memutuskan buku terbit atau tidak adan unsur _gambling_ di dalamnya walaupun telaah data penting untuk menghindari risiko buku tidak laku.

Share:

Selasa, 03 Agustus 2021

STRATEGI MENEMBUS PASAR BUKU

 



1. Resume  ke : 10
2. Gelombang : 20
3. Tanggal : 2 Agustus 2021
4. Tema : Pemasaran Buku
5. Narasumber : Agus Subardana

Kuliah ke-10 pelatihan menulis malam ini mengangkat tema tentang Pemasaran Buku yang akan disampaikan oleh Bapak Agus Subardana sebagai Narasumber. Beliau adalah Direktur Marketing dari penerbit walikota (besar), PT Andi Offset Yogyakarta. Nama beliau sudah tidak asing lagi di kancah buku pelajaran TIK. Aku bersyukur sampai dengan hari ini masih bisa mengikuti kuliah belajar menulis yang dilakukan melalui WhatsApp (WA) sehingga dapat menyimak materi yang sangat penting diantara materi yang penting lainnya.


Kalimat yang disampaikan oleh Bapak Agus Subardana Penerbit Andi kepada peserta pelatihan menulis yaitu; Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana penyampaian informasi. Sejak dini, anak – anak telah mengenalkan ragam pada buku dan diajarkan untuk membaca berbagai terbitan buku.

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini, istilah yang didengungkan adalah Literasi. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan kebutuhan usaha masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.

Namun Pandemi sejak terjadi penurunan penerbitan buku di Indonesia dari segi penjualan. Jumlah penerbit yang terdaftar di Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) sekitar 1.328 penerbit banyak yang tumbang tumbang. Dalam rangka mempertahankan industri penerbitan buku agar tetap hidup dan tetap mencapai hasil penjualan buku yang maksimal maka perlu strategi pemasaran yang jitu serta tepat dalam menghadapi sutuasi dan kondisi seperti saat ini. Diharapkan melalui pemasaran buku yang tepat dapat mempertahankan penerbit dalam membantu penulis untuk menerbitkan karya tulis yang akan dibuat maupun dibuat dalam bentuk digital. Dengan menggunakan strategi yang tepat, dapat menjadi ujung tombak kehidupan mencerdaskan anak bangsa Indonesia.


Dengan adanya PPKM sangat berdampak bagi penerbitan dan penjualan buku. Hal ini dilihat dari jumlah pengunjung toko buku. Pengunjung saat mengunjungi ke toko buku karena pandemi covid-19. Sehingga penurunan omset mencapai sekitar 80%. Dahsyatnya dampak covid-19 mengakibatkan banyaknya penerbit yang gulung tikar.

Awal Januari tahun 2020 penjualan di Gramedia masih bagus.
Saat bulan Maret hingga kini penurunannya sangat drastis dan mengkhawatirkan. Ketika di bulan Maret-November 2020 Alhamdulillah grafik berubah arah. tIngkat penjualan sudah mulai membaik. Karena pada tahun 2021 ini mulai lagi diberlakukan PPKM, akhirnya tingkat penjualan mengalami penurunan kembali.

Dengan adanya pandemi yang belum berakhir, maka pihak penerbit harus memiliki strategi dan langkah yang tepat. Saat ini segala sesuatu yang akan dipasarkan melalui dunia maya. Oleh sebab itu maka penerbit harus mengikuti perubahan zaman dan mengubah haluan dalam mempromosikan buku melalui teknologi digital.


Pentingnya informasi digital untuk menghadapi era pandemi. Dampak pandemi ini mengubah ekonomi dunia menjadi era low talk . Era ini ditandai dengan interaksi antar individu minim sentuhan fisik karena interaksi yang tinggi terhadap penularan virus corona. Dengan adanya dampak tersebut tentu akan banyak mengubah banyak hal. Mulai dari tempat kerja, cara belajar mengajar, kehidupan keluarga hingga aktifitas sosial.

Oleh karena itu, strategi yang harus dilakukan dari segi promosi atau penjualan adalah melalui pemasaran digital. Promosi dapat dilakukan melalui beberapa media sosial. Saat ini penerbit Andi merupakan pilihan yang tepat. Karena melalui penerbit Andi banyak produk yaitu ada 32 katagori produk buku atau jenis buku yang bisa diterbitkan. Diantaranya; Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll.

Banyaknya kategori produk, membuat penerbit Indi harus melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan. Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkoordinasi dengan beberapa kegiatan pebisnis. Strategi pemasaran pada umumnya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang meliputi :
1. Faktor Mikro , yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.
2. Faktor Makro yaitu demografi-ekonomi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Saat ini penerbit Andi mencoba untuk masuk kedua faktor tersebut. Hal ini dikarenakan Penerbit ANDI Offset sudah termasuk Industri Penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 40 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 10.000 judul buku yang telah di kelompokkan menjadi 32 katagori. Strategi Pemasaran buku yang telah dilakukan oleh penerbit Indi dipetakan menjadi dua strategi yaitu;

1.  Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara
Strategi ini dilakukan dengan memanfaatkan internet atau online yaitu di medis sosial, website, market place, reseller. lakukan promosi produk secara kontiyu kepada target pasar potensial. Strategi ini dapat dilakukan dengan cara promosi ke komunitas. Agar sukses melakukan penjualan, maka kuncinya adalah harus aktif di kunitas tersebut.

2. Strategi pemasaran buku serangan Darat
Penerbit Andi telah mempunya 87 cabang di kota dari Aceh sd Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut. Strategi ini berdasarkan target pasar yang dituju, yaitu;
🏬 Toko buku modern
🏬 Toko buku semi modern
🏬 Toko Buku Tradisional

Hal ini harus dilakukan karena target pasar tersebut memiliki administrasi dan sistem yang berbeda. Contoh toko buku modern seperti gramedia, mereka memiliki sistem penjualan yang mengikuti perkembangan jaman. Strategi pemasaran di toko buku menganut sistem konsinyasi modern. Sedangkan strategi pemasaran tradisional masih tetap memberikan pelayanan jual beli secara tunai. 

Berbagai macam cara dilakukan di toko modern yaitu;
👉Menyediakan buku-buku baru. Setelah pihak toko biasanya akan memberikan PO sesuai dengan kapasitas toko besar, menengah, dan kecil.
👉Menguasai display Supaya tampilan tampak lebih menarik perhatian pengunjung / pembeli Saat akan memilih buku Sesuai Dengan Harapan konsumen.
👉lakukan promo di toko internal dengan pemasangan produk buku kita di media pajang, seperti banner dan flayer.
👉Kita bisa melakukan promosi dengan cara talkshow. Yaitu dengan melakukan potongan harga atau istilah trendnya adalah diskon. lakukan strategi ini saat-saat tertentu. Misalnya saat tematik tahun ajaran baru.
👉lakukan door to door melalui tenaga penjualan yang datang ke sekolah-sekolah tingkat dasar hingga atas.
👉Pasarkan dengan cara melakukan reverensi ke perpustakaan dari jenjang Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga perguruan tinggi, serta buku-buku umum.

Sangat banyak informasi penting yang kami dapatkan malam ini. Kini tiba saatnya sesi Tanya jawab untuk memuaskan para peserta pelatihan yang masih penasaran dengan pola strategi Pemasaran Buku. Berikut Tanya dan jawab yang dapat saya sajikan pada malam ini;

TANYA :
Bagaimana cara melindungi penulis dan sekaligus penerbit agar selalu bertahan dalam menjalankan aktivitasnya masing-masing di era pandemi covid 19 ini?
JAWAB :
Penerbit dan Penulis melakukan kesepakatan di atas putih/perjanjian tentang hak dan kewajiban yang harus dipenuhi.

TANYA :
Menurut pendapat bapak. Apakah membuat promosi buku/ tulisan yg sudah jadi tapi belum dipublikasikan apakah memungkinkan?
JAWAB :
1. untuk semua tulisan yang belum ber ISBN dan belum pernah diterbitkan oleh penerbit lain.
2. Menyesuaikan Potensi pasar atau trend di pasaran. 
3. Konten sesuai dengan manfaat untuk regulasi pendidikansaat ini. 

TANYA :
Untuk memasarkan / membuat buku buku wayang yang sejenis. Atau buku boneka untuk anak, apakah bisa menggandeng penerbit walikota?
JAWAB :
Bisa. Karena buku anak sangat luas.

TANYA :
Bagaimana cara menjual atau memasarkan buku digital atau pdf?
JAWAB :
Pemasaran dilakukan melalui Google Play, e-sentral, 

Di akhir sesi saat akan ditutup, Bapak Agus Subardana memberikan motivasi kepada peserta pelatihan menulis gelombang 19 dan 20: Jangan pernah berhenti melakukan kegiatan menulis hingga menerbitkan buku. Karena melalui tulisan kita dapat menjadi bagian dan ujung tombak dalam mencerdaskan anak bangsa. Ingatlah bahwa masih banyak manusia yang membutuhkan informasi yang dapat diketahui dari membaca. Oleh sebab itu teruslah kobarkan semangat untuk menjadi pasukan terdepan pemberi informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat luas melalui tulisan yang dibukukan maupun dalam bentuk digital. Karena buku adalah salah satu sumber informasi dan tidak akan lekang oleh waktu.
Share:

Beranda

BTemplates.com