Jumat, 20 Agustus 2021

KIAT MENYUSUN BUKU

 


1. Resume ke : 18

2. Gelombang : 20

3. Tanggal : 20 Agustus 2021

4. Tema : Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis

5. Narasumber : Yulius Roma Patandean, S.Pd

6. Moderator : Ibu Kanjeng

Menulis adalah menjawab kegelisahan. Jadi apapun yang kita tulis, harus penting buat diri kita sendiri dulu, baru orang lain. Karena ada kesakitan yang sembuh ketika kamu menulis. Inilah salah satu kalimat yang dapat memotivasi diriku agar tetap konsisten dalam mengikuti pelatihan ini. Dengan menuliskan kembali materi yang kudapatkan malam ini, pastinya akan menambah wawasan buatku dan sahabat seperjuangan yang berkunjung ke Blog ini.

Malam ini adalah malam ke-18 membuat resume pelatihan belajar menulis gelombang 20 sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikat dari panitia penyelenggara. Materi yang akan disajikan oleh panitia penyelenggara bertema Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis yang akan disampaikan oleh Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd yang didampingi oleh Ibu Kanjeng sebagai moderator. Di benakku timbul pertanyaan, jenis buku apa yang akan dibahas pada malam hari ini?. Semoga lebih banyak membahas tentang antologi.

Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd. atau Bang Roma (sapaan dari Ibu Kanjeng)  lahir di Salubarani, Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, 6 Juli 1984. Menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007) dan pendidikan S2 di Institut Agama Kristen Negeri Toraja (2019-2021). 

Tahun 2007-2015 mengajar di SMAN 9 Tana Toraja. Tahun 2009 menjadi guru PNS dan mengajar di SMAN 3 Tana Toraja hingga tahun 2015. Tahun 2015-sekarang sebagai guru Bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja. Ia pernah menjadi pengajar tidak tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja, Tutor Universitas Terbuka dan Fasilitator Belajar Yayasan Trampil Indonesia.

Prestasi yang pernah diraihnya adalah Pemenang Ketiga Lomba Kreatifitas Guru Tingkat SMA pada Porseni PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017. Meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu Gurulympics PGRI tahun 2020. Guru Berprestasi jenjang SMA Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021. Berikut adalah buku-buku karya beliau:

Karya Yulius Roma Patandean, S.Pd


Buku Antologi Yulius Roma Patandean, S.Pd

Untuk menambah wawasan tentang keilmuan yang beliau miliki tentang materi Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis , ada baiknya jika kita berkunjung ke alamat berikut ini: 

📳 Blog: https://romadean.blogspot.com

📳 https://romapatandean.wordpress.com

📳 Channel YouTube:  https://www.youtube.com/RomaPatandean/

📳 Facebook: Yulius Roma Patandean 

📳 Instagram: yuliusromapatandean

Orang yang mau berbagi ilmu biasanya akan memberikan suntikan motivasi agar pemirsanya lebih bersemangat dalam berkarya. Narasumber malam ini pun tak mau ketinggalan dalam menebarkan semangat juang agar penulis pemula seperti aku dapat menyelesaikan tulisan hingga menjadi sebuah buku. Berikut kalimat motivasi yang beliau sampaikan: Yakinlah dengan kualitas naskah buku yang telah disiapkan. Bagaimana pun sederhananya naskah tulisan kita, ia akan memiliki tempat tersendiri di hati pembacanya. Hindari rasa minder, bahwa naskahnya tidak baik. Pegang prinsip, naskah buku yang ada sangat baik untuk diterbitkan. Dengan demikian, akan ada rasa percaya diri dan kepuasan dalam melakukan pengeditan dan penyusunan naskah buku yang sistematis.

Selanjutnya, beliau akan berbagi tutorial cara Menyusun Buku Secara sistematis. Marilah Silahkan disimak pada Link YouTube berikut:

👉 https://youtu.be/jXPr59aWJSc

Cara membuat judul, Bab, dan Sub Judul Tulisan Pada Buku Secara Otomatis

 👉  https://youtu.be/eePQwyHAcjw 

Cara Membuat Daftar Isi, Kutipan, Indeks dan Daftar Pustaka Otomatis

Cara membuat Indeks Pada Tulisan Berbentuk Buku

Agar terbiasa dengan penyusunan naskah sistematis ini, maka Coba Biasakan dan Konsisten. Memulai sesuatu tentunya tidak mudah. Sama halnya dalam mengumpulkan percikan-percikan naskah buku, demikian pula dalam mengedit dan menyatukan percikan naskah kita. Biarkan saja percikannya menyebar sana-sini di laptop, ketika dinikmati penyusunannya akan menghasilkan karya yang luar biasa.

Trik yang dibagikan oleh Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd: 

💦 Fokus. Jika target menerbitkan buku minggu depan, maka minggu ini harus tuntas. Terapkan titipan tips dari Prof. Eko, yakni maksimal menulis di akhir pekan, hari Sabtu dan Minggu.

💦 Maksimalkan kemampuan yang dimiliki, pantang mundur jika naskah tidak terbit. Naskah terbit memberi kebahagiaan tidak ternilai untuk sejarah hidup kita.

💦 Tulislah naskah sebanyak-banyaknya. Judul dan sub judul bisa dirancang kemudian.

💦 Biasakan koleksi foto lewat kamera handphone. Karena itu adalah salah satu master informasi yang efektif dan efisien.

Salah satu bagian penting dalam penilaian dari sudut pandang redaksi sebuah penerbit buku yaitu sistematika penyampaian. Sistematika ini secara singkat bisa dilihat dari daftar isi yang sudah kita buat. Dari bagian tersebut, pihak penerbit akan bisa mengetahui alur penyampaian yang sudah kita buat. Selanjutnya, mereka akan bisa memberikan penilaian apakah alur yang kita buat sudah sesuai dengan pedoman penulisan atau belum.

Kita bisa merangkumnya dengan cara menjelaskan dari hal yang umum ke spesifik atau sebaliknya. Dengan demikian, tulisan kita nantinya juga akan tersusun secara sistematis.

Untuk mengikuti proses yang telah disampaikan oleh narasumber, sedikit banyak kita harus membekali diri dengan ilmu komputer khususnya di office pengolah kata. Sulit atau mudah tergantung seberapa besar kemauan kita untuk mencoba. Kita pasti bisa jika kita mampu melawan WB yang sering melanda diri. Pastikan kemampuan yang kita miliki bahwa kita dapat membuat karya tulis hingga menerbitkan ke dalam buku. Lakukan sistematika sesuai ketentuan lalu kirim naskah ke penerbit Indie dan rasakan sensasinya. Untuk pendalaman materi yang disajikan malam ini, berikut petikan tanya jawab dari peserta pelatihan ke narasumber materi. 

TANYA

Bagaimana  cara menjaga konsistensi dalam menulis? Maklumlah  emak emak banyak tugas domestik.

JAWAB

Sebagai guru, apalagi masa pandemi, pekerjaan tiada habisnya. Konsistensi saya pelihara dengan menyiapkan hari khusus untuk menulis, fokus di hari Minggu untuk menyatukan percikan tulisan, jika kepepet waktu untuk penyelesaian naskah , maka saya mengedit, menambah dan melengkapi naskah setiap malam. Sejak saya mengikuti pelatihan ini, jam tidur saya paling cepat jam 11 malam Waktu Indonesia Tengah.

TANYA

Apa kendala  yang bang Roma temui dalam proses menulis hingga jadi buku dan apa solusinya?

JAWAB

Kendala utama adalah *Manajemen Waktu. Solusinya adalah memisahkan waktu antara bekerja, kegiatan masyarakat dan kuliah. Jangan pernah menunda untuk menuliskan ide untuk naskah buku jika sudah muncul di pikiran. Minimal simpan di handphone.

TANYA

Dalam menulis latar belakang sebuah buku, apakah lazim jika diawali dengan kalimat tanya ( pertanyaan retorikal)?

JAWAB

Why not? Tentu bisa. Justru ini bisa menggelitik pembaca. Bagi saya, itu adalah sebuah kekhasan dan karakteristik seorang penulis. Menawarkan sebuah hal yang baru tentunya memuaskan pembaca

TANYA

Apakah ada ketentuan/ minimal jumlah bab dalam menulis  sebuah buku?

JAWAB

Untuk menulis buku non fiksi, saran saya minimal 5 BAB. Seperti yang kita ketahui standar penerbitan buku adalah 40 halaman versi UNESCO, kertas A5, ukuran font 12, Times New Roman. 5 BAB dengan masing-masing 20 halaman isi akan menghasilkan satu buku dengan ketebalan isi 100 lembar. Dan sebaiknya buku tidak terlalu tipis agar ikut juga memuaskan penerbit.

TANYA

Selain menulis kelengkapan buku secara sistematis, apa keuntungan lain dari menyusun naskah buku secara otomatis tersebut. Kalau melihat dari kecepatan membuatnya, apakah secar manual tdk kalah cepat?

JAWAB

Sebenarnya tergantung kebiasaan menulis saja. Namun, dari pengalaman pribadi, dengan membuat otomatis, jauh menghemat waktu, terutama jika memindahkan bagian naskah dari satu bab ke bab lainnya. 

Membuat otomatis juga sebenarnya turut membantu bagian penerbit, karena naskah kita rapi mulai dari lembaran pertama hingga bagian Sinopsis.





Share:

Rabu, 18 Agustus 2021

MANFAATKAN HARIMU MENERBITKAN BUKU NON FIKSI


 

1. Resume ke : 17

2. Gelombang : 20

3. Tanggal : 18 Agustus 2021

4. Tema : Konsep Buku Non Fiksi

5. Narasumber : Musiin, M.Pd

6. Moderator : Mr. Bams

Musiin, M.Pd


Musiin atau biasa dipanggil Bu Iin oleh orang-orang di sekitarnya memiliki hobi membaca buku, menulis, travelling dan memasak. Ia lahir di kota Tahu Takwa Kediri dan merupakan seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri sejak tahun 1998. Kecintaan akan profesi guru Bahasa Inggris membawanya menempuh Short Course di SEAMEO RELC Singapura tahun 2015.

Pengalaman mengajar dimulai dari menjadi dosen pada tahun 1994 di STKIP PGRI Jombang, STIE Dewantara Jombang dan tutor bagi pekerja asing di PT Chiel Jedang Jombang. Di lingkungan dunia pendidikan, ia aktif menjadi tim pengembang mata pelajaran Bahasa Inggris dan tim penilai angka kredit guru di tingkat Kabupaten Kediri. Selain mengajar, Bu Iin juga founder organisasi swadaya masyarakat YAPSI yang berdiri sejak tahun 1991.

Beliau adalah alumni kelas menulis Om Jay gelombang 8 yang juga mendapat kesempatan sekaligus tantangan menulis yang diberikan Prof. Eko. Bagi beliau, buku karya berjudul Literasi Digital Nusantara telah Meningkatkan Daya Saing Generasi.  Beliau telah berhasil mengalahkan ketakutan dari diri sendiri. Ketakutan itu merendahkan potensi untuk menulis. Ketakutan  yang beliau rasakan ketika menulis buku adalah sebagai berikut:
1. Takut tidak ada yang membaca.
2. Takut ssalah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.
3. Merasa karya orang lain lebih bagus.

Pengalaman yang perlu dibagikan kepada penulis pemula seperti aku agar lebih bergairah dalam berkarya dan dituangkan ke dalam tulisan adalah: 
💡 Cahaya untuk berkarya berasal dari diri sendiri. 
💡 Ubah rasa minder untuk menulis, menjadi berani untuk menulis. 
💡 Tumbuhkan rasa bahwa Kegiatan menulis ternyata sangat menyenangkan
💡 Jadikan tugas yang kita emban pada pelatihan ini adalah tugas untuk mengasah kemampuan diri agar lebih terampil dalam membuat karya tulis.
💡 Jadikan tokoh yang sudah memberikan motivasi pada diri kita sebagai sumber semangat untuk terus mengasah kemampuan yang tiada henti
💡 Tulislah, tulisan bisa berupa hobi, kegemaran, kesukaan, cerita,  atau sesuatu yang dikuasai dan dicintai. Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki adalah bentuk buku yang ada di dalam diri kita yang belum dikeluarkan. Beliau mengatakan bahwa; Saya memiliki buku, Bapak Ibu juga memiliki buku, NAMUN buku tersebut MASIH belum lahir. 

Berapa ratus purnama telah kita lalui, berapa banyak kejadian entah itu pahit atau manis  mengukir perjalanan  hidup kita. Jadi,  semua tergantung pada individu masing-masing apakah mau dikeluarkan dalam bentuk buku atau tidak. Atau hanya dikeluarkan dalam bentuk pengajaran di kelas-kelas saja atau hanya dalam bentuk obrolan atau cerita kepada anak cucu saja, tanpa meninggalkan jejak keabadian?. 

Sahabat seperjuangan, menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa, menulis dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara, semudah bergosip . Justru tantangannya ada karena sulit. Perjuangan menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan lahir CINTA MENULIS.

Sebelum menulis buku, kita dianjurkan untuk harus menemukan alasan kuat mengapa ingin menjadi penulis.  Semoga kita juga memiliki alasan yang sama seperti Ibu Iin, alasan ingin menjadi penulis adalah sebagai berikut:
💣 Mewariskan ilmu lewat buku.
💣 Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko buku online maupun offline.
💣 Mengembangkan profesi sebagai seorang guru.

Sebagai penulis pemula, karya buku yang telah dihasilkannya adalah sebagai berikut:
1.Digital Brochure Mengasah Kemampuan Menulis dan Jiwa Kewirausahaan Gen Z
2.Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda melalui Literasi (Karya bersama Prof Eko)
3. Selaksa Hikmah dari Tarokan (Karya bersama siswa-siswa)
4. Ukir Prestasi dan Tebar Inspirasi ( Antologi Kisah Guru Lejitkan Potensi Siswa)
Cergam Panji Asmarabangun and Dewi Sekartaji
6. Modul Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Kelas IX
7. Menulis Artikel populer di majalah online
Menjadi penulis buku non fiksi telah mengantarkan untuk mengikuti ujian Sertifikat Penulis dan telah berhasil memegang sertifikasi penulis pada tahun 2020.

Malam ini beliau akan berbagi ilmu kepada peserta pelatihan belajar menulis gelombang 19 dan 20 yang bertajuk Konsep Buku Non Fiksi. T
ulisan non fiksi ini memang lebih sulit dibanding fiksi. Namun, beberapa orang bahkan lebih suka produktif menyusunnya dibanding tulisan fiksi. Hal ini terkait dengan tulisan non fiksi  yang tentunya tidak hanya mengandalkan hasil pemikiran penulis melainkan juga membutuhkan data dan fakta di lapangan. Sebab yang dipaparkan di dalam buku non fiksi adalah fakta dan bukan hasil karangan yang bisa direkayasa dan didramatisir sesuka hati. 

Materi kuliah ke-17 akan dibuka oleh Mr.Bams sebagai moderator. Beliau menyampaikan kabar bahwa Om Jay sang penggagas kreatif untuk kegiatan belajar menulis sedang sakit. Baiknya kita mendoakan agar Om Jay segera diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Seperti biasanya, beliau selalu mengingatkan kepada kami agar; 
💦 Siapkan diri untuk bisa lebih nyaman saat menyimak materi
💦 Mohon ijin kepada seisi rumah, malam ini sedang belajar
💦 Bagi yang belum memberikan senyuman terbaik untuk seisi rumah, silahkan berikan senyuman agar semangat menggelora dalam diri serta orang-orang terkasih di sekeliling kita
💦 Siapkan minuman hangat juga cemilan yang membuat kita semakin rileks dimalam ini

Baiklah kita mulai untuk menyimak materi dan mencoba membuat resume yang dibutuhkan sebagai pelengkap/syarat pelatihan belajar menulis sebelum waktu yang ditentukan berakhir. Seperti harapan yang diksampaikan oleh Ibu Iin sebagai pembuka materi, yaitu kegiatan menulis ini menjadi berkah bagi kita semua di masa pandemi Covid-19 dan menjadi penguat imun tubuh kita dan semoga ilmu yang kita peroleh malam ini bermanfaat dunia akhirat.

Sahabat seperjuangan yang hebat,malam ini kita akan membahas buku nonfiksi. Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:
1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) 
Contoh: Buku Pelajaran
2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.
Contoh: Buku Panduan
3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)
Pola yang beliau pakai dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster.

Proses penulisan buku terdiri dari 5  langkah, yakni
1. Pratulis
a. Menentukan tema
b. Menemukan ide
c. Merencanakan jenis tulisan
d. Mengumpulkan bahan tulisan
e. Bertukar pikiran
f. Menyusun daftar
g. Meriset
h. Membuat Mind Mapping
i.  Menyusun kerangka
Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll. Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya:
⏳ Pengalaman pribadi
⏳ Pengalaman orang lain
⏳ Berita di media massa
⏳ Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
⏳ Imajinasi
⏳ Mengamati lingkungan
⏳ Perenungan
⏳ Membaca buku

Referensi berasal dari data dan fakta yang dapat juga diperoleh dari literasi di internet. Referensi terdiri dari :
👉 Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
👉 Keterampi lan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
👉 Pengalaman yang diperoleh sejak bal i ta hingga saat ini ;
👉 Penemuan yang telah didapatkan.
👉 Pemikiran yang telah direnungkan

Lalu beliau mengatakan: Kerangka ini saya ajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan  Lalu buat kerangka dan ajukan ke pihak rekanan, jika disetujui akan dilanjutkan ke proses penulisan.
BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital
BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62
Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, Ibu Iin mengikuti nasehat Pak Yulius Roma Patandean melalui Channel (https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be)
Berikut ini adalah anatomi sebuah buku non-fiksi.
Anotomi Buku:
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis
Mengapa anatomi buku ini harus ada? Mari kita simak di poin berikutnya. 

2. Menulis Draf
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan

3. Merevisi Draf
1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah.

4. Menyunting Naskah
Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)
1. Ejaan
2. Tata bahasa
3. Diksi
4. Data dan fakta
5. Legalitas dan norma
KBBI online sangat membantu penulis dalam menyunting naskah.

5. Menerbitkan
Bagaimana dengan hambatan-hambatan dalam menulis? Pasti ada sahabat menulis. Kalau lewat jalan mulus tidak berlobang pasti mengantuk. Jadi ya harus bertemu dengan aral dan rintangan.
Hambatan-hambatan dalam menulis: 
🔒 Hambatan waktu
🔒 Hambatan kreativitas
🔒 Hambatan teknis
🔒 Hambatan tujuan
🔒 Hambatan psikologis
Bagaimana cara mengatasinya?
🔑 Banyak membaca
🔑 Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.
🔑 Disiplin menulis setiap hari.
🔑 Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi (kebetulan saya hobi memasak). Silakan obat untuk kesulitan dicari sesuai dengan kondisi Bapak Ibu.

Berikutnya sebelum materi malam ini ditutup, seperti biasanya akan ada sesi tanya jawab agar ilmu menjadi lebih lengkap. 
TANYA
Bgm cara menuangkan tema yang dipilih menjadi judul yang menarik sekaligus trend tinggi?
JAWAB
Bapak Joko Irawan, Direktur Penerbit Andi mengatakan sebelum menulis kita harus melihat trend yang terjadi di masyarakat. Aplikasi yang bisa digunakan untuk melihat fenomena tersebut adalah dengan menggunakan Google Trends.
Google Trends menggunakan kecerdasan buatan untuk merekam apa saja yang dicari orang melalui Google, apa saja yang diberitakan di Google. Hasil analisis di Google Trends bisa menjadi dasar untuk menulis. https://trends.google.co.id/trends/?geo=ID. Di klik saja dan ketik apa yang akan Ibu tulis. Hasilnya akan muncul.

TANYA
Trik menuangkan tema/judul ke dlm kerangka /draf yang sesuai alur,shg tidak keluar dr tema
JAWAB
Trik menuangkan tema/judul ke dalam kerangka /draf yang sesuai alur,sehingga tidak keluar dari tema adalah dengan langkah-langkah yang saya sampaikan di Pratulis.
1. Menentukan tema
2. Menemukan ide
3. Merencanakan jenis tulisan
4. Mengumpulkan bahan tulisan
5. Bertukar pikiran
6. Menyusun daftar
7. Meriset
8. Membuat Mind Mapping
9. Menyusun kerangka

TANYA
Apakah tulisan nonfiksi sama dengan tulisan hasil penelitian
JAWAB
Betikut ini jenis tulisan nonfiksi:
💎 Otobiografi.
💎 Esai.
💎 Opini.
💎 Memoar.
💎 Junal.
💎 Biografi.
💎 Buku pedoman.
💎 Karya tulis ilmiah (skripsi, tesis, disertasi)
Hasil penelitian merupakan salah satu tulisan nonfiksi.

TANYA
Boleh kah kata pengantar dibuatkan oleh kepala sekolah tempat kita mengajar?
JAWAB
Perbedaan kata pengantar dan prakata. Kata pengantar ditulis oleh orang lain, sedangkan prakata ditulis penulis itu sendiri. Kepala sekolah bisa menuliska kata pengantar untuk buku Ibu. Sedangkan  biodata penulis biasanya 1 halaman.

TANYA
Ibu bagaimana kita menerbitkan buku dari skripsi atau tesis kita namun supaya termasuk buku yang lagi trandnya naik ?
JAWAB
Untuk thesis atau skripsi tidak bisa diterbitkan jika masih berupa thesis atau skripsi. Ini harus kita ganti formatnya dengan cara mengubah menjadi best practice, artinya hal-hal terbaik apa yang ada di adalm penelitian tersebut dan sejalan dengan yang lagi dicari orang untuk saat ini. Misal, penelitian tentang efektivitas pembelajaran online, ini akan menjadi buku yang menarik dan dicari banyak pengajar jika berjudul Inspirasi Kelas Virtual. Buku yang berisi trik dan tips maupu panduan sangat disukai orang. 

TANYA
Adakah buku yg merupakan gabungan non fiksi dan fiksi ? Apakah struktur penulisan sama dgn yg dijelaskan ?
JAWAB
gabungan fiksi dan nonfiksi misalkan komik pembelajaran. Datanya nonfiksi, namun disajikan secara fiksi supaya menarik untuk dipelajari.

Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang. Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besarKeabadian sepanjang zaman adalah karya yang bisa dirasakan walau kita sudah tiada. DIALAH BUKU. Semoga kita dapat mengikuti jejak narasumber malam ini. Tetapkan diri tuk terus berkarya dan tuangkan ke dalam buku agar bisa dikenang sepanjang masa oleh pemirsa yang luar biasa. Mampir juga ke blog Guru Serba MAU penamrbams.id ya sahabat menulis. Jadikan kutipan para tokoh sebagai motivasi diri untuk terus berkarya.




Share:

Senin, 16 Agustus 2021

MAU KE PENERBIT? INI KELENGKAPANNYA


1. Resume ke : 16

2. Gelombang : 20

3. Tanggal : 16 Agustus 2021

4. Tema : Menulis Kelengkapan Naskah

5. Narasumber Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD

6. Moderator : Aam Nurhasanah

Sebagai seorang pemula untuk hal kepenulisan, aku adalah salah satu orang yang tertarik untuk mencoba mengikuti proyek antologi. Sudah ada dua kelompok menulis antologi yang kuikuti agar tulisanku dapat terbit di penerbit Indie. Menulis saja tak cukup, aku juga harus memperbanyak wawasan tentang kelengkapan naskah antologi yang selayaknya harus ada sebelum dikirim ke penerbit.

Alhamdulilah, malam ini Peserta Pelatihan Belajar Menulis mendapatkan pencerahan materi kuliah tentang Menulis Kelengkapan Naskah yang akan disampaikan oleh Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD yang biasa disapa dengan panggilan Cikgu Tere oleh Ibu Aam. Cikgu Tere akan didampingi oleh Ibu Aam Nurhasanah sebagai moderator. Bu Aam memberikan saran agar kami membuat daftar isi untuk melengkapi syarat membuat buku sebelum naskah dikirim ke pihak penerbit.

Narasumber malam ini adalah salah satu alumni gelombang ke-4 yang bukunya terbit ke penerbit mayor PT Andi Offset yang minggu lalu sudah mengisi kelas menulis Om Jay. Anda masih penasaran dengan sosok narasumber malam ini?. Silahkan berkunjung ke alamat beliau. https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html

Alamat dunia maya Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD
Berikut adalah buku solo beliau yg terbit mulai tahun 2020. Buku ke empat dengan judul Belajar Dalam Mengajar terbit tahun 2021 setelah menyelesaikan tantangan menulis di blog setiap hari brsama YPTD.

Buku Solo Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD

Saatnya kita menyimak materi yang akan disampaikan oleh narasumber. Cikgu Tere mengatakan jika kita ingin menulis buku, kemudian bukunya ingin diterbitkan dan dicetak oleh penerbit,  maka kita harus melengkapi naskah buku dengan beberapa kelengkapan berikut ini:

📌Prakata


Lalu apa bedanya prakata dengan kata pengantar?


📌Daftar Isi (Menyusun isi naskah)















Untuk memudahkan membuat daftar isi, narasumber memberikan tips sebagai berikut:












Nah,  sahabat seperjuangan, ini adalah cara untuk membuat daftar isi otomatis di microsoft word. Saya yakin,  sahabat seperjuangan sdh tidak asing dengan microsoft word.  Bahkan mungkin sudah bisa membuat daftar isi seperti ini. Namun sahabat seperjuangan yg belum mengetahui caranya,  bisa diexplore lagi ya,  menu dan tab di microsoft word nya. Jadi sebenarnya kuncinya ada di Heading 1 dan Heading 2. 

📌Sinopsis















Oh, ya, Sahabat seperjuangan, Sinopsis berbeda dengan Blurb. Perhatikan pernyataan tentang Blurb. Sinopsis menceritakan keseluruhan isi buku secara ringkas. Sedangkan Blurb hanya menuliskan bagian - bagian menarik dari sebuah buku.  Penanda utama blurb adalah pertanyaan yang mengundang rasa ingin tahu pembaca















Berikut ini adalah contoh blurb.















📌Profil Penulis












Hal penting yang harus diperhatikan adalah profil penulis merupakan pendukung isi buku yang kita tulis.  Maksudnya jika kita menulis tentang tips menulis di blog,  minimal kita sudah mempunyai kompetensi di bidang itu.  Mungkin kita bisa menuliskan penghargaan sebagai blogger, dll.

Juga harus relevan.  Misalnya kita menulis tentang pendidikan,  tapi kita berlatar belakang non pendidikan,  maka itu tidak relevan.  Sehingga dapat menurunkan kepercayaan pembaca buku kita.

Dan hal penting lainnya adalah menuliskan nomor kontak penulis yang dapat dihubungi.  Terutama adalah jika pihak penerbit ingin melakukan editing dan perlu menghubungi kita.  Selain itu bisa juga menjalin komunikasi dengan para pembaca buku kita.

Misalnya ketika kita menulis buku tentang Aplikasi Pembelajaran, bisa saja kita dihubungi oleh pembaca yang ingin mengundang kita sebagai narasumber pelatihan terkait topik tersebut.

📌Cover

Sebagaimana judul buku, masing-masing kontributor naskah memiliki ‘selera’ tersendiri terkait cover. Ada yang ingin corak sederhana, ada yang ingin corak ramai, ada yang ingin tema bunga, ada yang ingin tema mistis, ada yang ingin tema kota, dan lain sebagainya.

Jika sifat buku antologi adalah untuk menjalin persahabatan, keakraban, atau pembelajaran, cover buku bisa berasal dari usulan para kontributor. Semua kontributro diminta mengajukan usulan cover buku, untuk menjadi alternatif dalam penentuan akhir.

Namun usulan bisa pula dengan mengirimkan contoh cover buku yang telah ada. Misalnya, ada cover buku yang dianggap menarik oleh peserta, maka ia bisa mengajukan cover buku tersebut sebagai inspirasi. Ini bagi para peserta yang tidak bisa membuat desain cover.

📌Daftar pustaka dll

Cara Menulis Daftar Pustaka Antologi

🔗Nama pengarang.

🔗Tahun terbit karangan.

🔗Judul karangan.

🔗Nama penghimpun atau editor (Ed.)

🔗Tahun terbit dari antologi.

🔗Judul antologi.

🔗Tempat terbit.

🔗Nama penerbit.

Tak sabar rasanya memiliki buku solo. Pengalaman pertamaku menulis dalam kurun waktu yang agak panjang hingga mencapai muara menerbitkan buku. Terimakasih kuhaturkan untuk Om Jay dan tim, semoga tetap eksisi menebar semangat berkarya dan semoga sukses selalu. 

Sahabat seperjuangan, tibalah saatnya sesi tanya jawab antara peserta pelatihan dengan nara sumber yang tentunya akan lebih melengkapi materi yang belum masuk pada sesi penyampaian materi oleh nara sumber. Berikut petikan tanya jawab malam ini:

🏁

Bagaimana menumbuhkan rasa kepercayaan diri dalam menulis, sehingga para peserta bisa mengikuti challenge menulis satu minggu? 

📢

Pertama,  cara menumbuhkan kepercayaan diri dalam menulis untuk mengikuti challenge tersebut,  menurut pengalaman saya adalah terus menulis Om Jay sering mengatakan menulislah setiap hari dan kita akan mendapatkan keajaiban.  Nah,  salah satu keajaibannya adalah kita semakin banyak jam terbang. Lebih mudah menuangkan ide menjadi tulisan, kemudian kita juga jadi terbiasa menulis  dan muncullah rasa percaya diri itu.

Biasanya orang yang tidak percaya diri karena merasa tidak mampu. Ada yang benar - benar tidak mampu,  namun ada juga yang hanya melabeli diri dengan kata tidak mampu,  krn tidak mau mencoba.

🏁

Langkah apa yang ditempuh agar naskah peserta bisa tembus ke penerbit mayor PT Andi? Bagaimana mencari sumber referensinya? Hal ini saya tanyakan karena Prof. Ekoji mengadakan hal serupa di gelombang 19 dan 20 saat pertemuan minggu lalu.

📢

langkah yang ditempuh agar naskah peserta bisa tembus ke penerbit mayor seperti Penerbit Andi. Saya akan menjawab sesuai pengalaman saya ya,  Bu.  Kalau secara teknisnya Penerbit Andi pasti sudah menyampaikan juga. Langkah yang pasti adalah dengan mempelajari gaya selingkung dari Penerbit Andi.  Buka websitenya dan lihat topik - topik apa yang mereka terbitkan.

Kemudian,  belajar menggunakan trending topic dan lihat pemasarannya.  Misalnya sekarang sedang masa pandemi,  apa yang sangat dicari oleh para pembaca. Hal - hal ini yang menjadi pertimbangan Penerbit Mayor untuk meloloskan naskah kita.

Dan,  ada satu lagi,  komunikasi dengan Prof. Eko melalui challengenya.  Kenapa? Karena beliau adalah penulis hebat dan terkenal.  Ketika kita dapat berkolaborasi bersama beliau,  maka kecenderungan naskah kita akan diterima oleh Penerbit Andi.  Karena beliau mempunyai kredibilitas tinggi.

Yang terakhir,  terkait referensi,  tentunya kita bersumber pada Channel Youtube Prof. Eko,  kemudian mengembangkan referensi pada jurnal serta buku yang relevan dengan topik kita. Kita bisa gunakan google cendekia atau google scholar juga untuk mencari referensi.

🏁

Apakah saat kita mengirimkan naskah buku dan kelengkapan naskah buku tersebut ada yang kurang, apakah naskah bisa diterima penerbit atau malah  dikembalikan?

📢

Biasanya penerbit akan menginformasikan kepada penulis,  kelengkapan naskah apa saja yang perlu dikirimkan.  Sehingga sebaiknya kita sebagai penulis memastikan dulu kelengkapannya sesuai permintaan penerbit.

Namun jika ternyata,  masih saja ada kekurangan,  maka pasti dari penerbit akan menghubungi pihak penulis.  Atau bisa juga penulis menjalin komunikasi atau bertanya lebih dulu pada penerbit,  jikalau naskah yang dikirimkan masih ada kekurangan.

🏁

standar isi minimal halamannya berapa untuk buku solo?

📢

Sebenarnya untuk standar isi minimal saya kurang tahu ya,  Bu.  Karena itu tergantung dari jenis bukunya sendiri.  Buku cerita bergambar tentu beda dengan buku kumpulan puisi atau buku non fiksi.

Tapi jika buku kita ingin terlihat kokoh,  elegan dan mempunyai tulang punggung,  maka jumlah halamannya bisa sekitar 150 halaman atau lebih.  Untuk ukuran kertas A5

🏁

Untuk melengkapi naskah buku selain melakukan proofreading dan penyuntingan. Apasaja langkah yang  perlu dilakukan agar naskah tulisan yang kita buat lengkap?

📢

Kuncinya ada di bagian outline,  Pak.  Karena salah satu manfaat outline adalah menjamin bahwa naskah kita lengkap. Sekedar tips yang saya dapat saat berproses menulsi buku bersama Penerbit Andi adalah jumlah Bab minimal 5. Dengan keterangan 5 ini adalah 5 W + 1 H. Maksudnya jika kita menulis buku tentang Blog,  maka kita membahas Apa itu blog,  Mengapa kita harus nge blog,  bagaimana caranya menulis di blog,  kapan kita menulis di blog,  dll.  Jika unsur 5 W + 1 H sudah terpenuhi,  maka kita bisa tahu bahwa naskah kita lengkap.  Jadi, selain melakukan proofreading dan penyuntingan,  kita bisa memastikan bahwa semua pertanyaan itu sudah terjawab di outline.

🏁

Sinopsis ada di sampul belakang ya. Saya sering membaca blurb mungkin maksudnya supaya calon pembaca penasaran dengan cerita tsb. seperti contoh cikgu. Bagaimana menurut cikgu sementara buku seperti itu banyak di pasaran.

📢

Biasanya blurb itu ditemukan di jenis buku fiksi. Pasti banyak yg menuliskan blurb karena memang tujuannya adalah menarik rasa penasaran pembaca. Kadang,  saat saya masih di Bandung,  saya pergi ke Gramedia dan menghabiskan waktu membaca buku di sana.  Biasanya yang saya baca lebih dulu ya bagian belakang bukunya.

🏁

Apakah semua jenis buku harus mencantumkan blurb?

📢

Menurut saya,  blurb lebih tepat di buku fiksi.  Buku non fiksi sebaiknya menuliskan sinopsis.

🏁

dibagian mana sebaiknya blurb dicantumkan, apakah bisa bersamaan dengan sinopsis?

📢

Biasanya blurb atau sinopsis dituliskan di bagian belakang / cover belakang buku.  Namun,  ada juga yang di bagian dalam buku karena bagian cover belakang dicantumkan testimoni. Biasanya hanya salah satu antara blurb atau sinopsis.

🏁

Apakah aman mencantumkan no kontak penulis pada profil?

📢

Memang terkait keamanan tidak ada kepastian untuk jaminan.  Namun,  kita bisa minimalisir dengan mencantumkan alamat email atau nomor HP yang kedua. Maksudnya yang kita gunakan khusus untuk membangun relasi dengan umum.  Jika keberatan dihubungi melalui nomor HP,  bisa juga melalui akun media sosial kita.

Nah, sahabat seperjuangan pelatihan belajar menulis gelombang 19 dan 20,  demikianlah resume materi Menulis Kelengkapan Naskah malam ini. Puji syukur kuhaturkan ke hadirat tuhan yang maha esa karena sampai hari ini masih diberi kenikmatan sehat, panjang umur, dan semangat untuk tetap mengikuti pelatihan belajar menulis di gelombang 19 dan 20 dan dapat menyelesaikan tugas sebelum masuk materi yang berikutnya. Teruslah untuk tetap memegang komitmen dalam menekuni suatu pekerjaan, agar dapat menikmati hasil sesuai dengan harapan. Tidak ada yang sia-sia jika kita mencoba untuk terus berkarya. Menulislah walau hanya sebuah cerita ringan saja, baca ulang, lakukan perbaikan, sertakan kelengkapan yang dibutuhkan, lalu kitim ke penerbit. InsyaAllah dapat diterbitkan ke dalam bentuk buku yang nantinya akan menjadi sejarah yang tampak nyata. 


Share:

Jumat, 13 Agustus 2021

PERLUNYA PROOFREADING NASKAH

 

1. Resume ke : 15

2. Gelombang : 20

3. Tanggal : 13 Agustus 2021

4. Tema : Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

5. Narasumber : Susanto, S.Pd

6. Moderator : Maesaroh

Semakin hari, semakin padat dengan kegiatan yang waktu waktu karena deadline. Kadang-kadang muncul rasa membosankan karena otak dipakai untuk memikirkan hal-hal yang harus mendapatkan hasil yang maksimal. Walau demikian, untuk kegiatan pelatihan menulis akan kusempatkan  menyimak materi dari awal hingga akhir. Malam ini adalah materi ke-

Materi malam ini bertema Proofreading sebelum menerbitkan tulisan yang akan disampaikan oleh bapak Susanto, S.Pd. Beliau akan didampingi oleh Ibu Maesaroh sebagai moderator. Narasumber hebat  bernama Susanto, S.Pd atau akrab disapa dengan sebutan Pak D Susanto. 

👉 Nomor HP/WA : 081373353014

👉 Alamat blog pribadi : www.blogsusanto.com

👉 Akun media sosial :

👉 Facebook: https://www.facebook.com/Susantomusirawas/

👉 Twitter: @antok_eni

👉 Instagram: @susanto_eni

Kuliah malam ini, dibagi menjadi 4 segmen:

1. Pembukaan

2. Penjabaran materi (19.00-20.00 WIB)

3. Sesi Tanya Jawab (20.00-21.00WIB)

4. Penutup (21.00-selesai)

Untuk memulai segala sesuatu alangkah baiknya dimulai dengan doa agar kegiatan dapat membuahkan hasil yang maksimal. Semoga materi malam ini banyak membantu untuk menentukan langkah-langkah sebelum mengirim naskah ke penerbit agar naskah lebih cepat diterbitkan.

Kalimat yang sangat padat dan penuh makna yang disampaikan oleh Bapak Susanto adalah :

👀 Swasunting dilakukan setelah selesai menulis

👀 Jangan menyunting sambil menulis

👀 Fokus penyuntingan pada kesalahan penulisan, ejaan, kata baku, aturan penulisan, dan logika cerita.

👀 Harus kejam pada tulisan sendiri

 👀 Berpegangan pada KBBI dan PUEBI. 

Beberapa teman beliau meminta agar bersedia menjadi proofriding untuk naskah mereka sebelum dikirim ke penerbit, di antaranya:

📒 Kunci Sukses Menjadi Moderator Online (Aam Nurhasanah), Desember 2020.

📒 Patidusa Pujangga Wiyata, Antologi Puisi Nusantara Bergema (Aam Nurhanasa, dkk), Januari 2021.

📒 Bait-bait Kerinduan, Antologi Puisi Ungkapan Rasa Rindu (Rofiana, S.Pd., dkk), Maret 2021, Januari 2021.

📒 Haru Biru Perjalananku, Catatan Perjalanan Tugas Kepala Sekolah Daerah Terpencil dan Satu Atap (“Ambu” Tini Sumartini), Maret 2021.

📒 Merajut Goresan Tinta Berbuah Karya (Herni Sunarya Banah, S.Pd.), Maret 2021.

Purwakarya Literasi, antologi peserta Gel 18 (2021)

📒 Membongkar Rahasia Menulis ala Guru Blogger (Bersama Bu Noralia Puspa Yunita dkk), Juli 2021

Proofreading atau kadang disebut dengan uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut. Ketika "sedang" menulis, muncul keinginan agar tulisan ini harus sempurna. Sehingga, muncul kehawatiran: nanti tulisan jelek, tdak layak baca, banyak kesalahan ejaan, kalimatnya tidak pas, dan sebagainya. Akhirnya terjebak untuk segera memperbaiki.Oleh karena itu, kegiatan ini sesungguhnya adalah kegiatan akhir setelah tulisan diselesaikan. 

Dalam proofreading, memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks yang dimaksud adalah memeriksa kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata.Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca, ya.Seorang proofreader juga harus memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca dapat diterima oleh logika dan pembacanya.

Jadi, ia harus dapat mengenali apakah sebuah kalimat efektif, struturnya sudah tepat atau belum, hingga memastikan agar substansi dapat diakses dengan mudah oleh pembaca.Anda yang jago bahasa asing, jika mendapatkan tugas untuk menguji-baca sebuah teks terjemahan. Output yang dihasilkannya adalah sebuah teks yang mudah dijangkau oleh orang yang tidak mengetahui bahasa teks terjemahan tersebut.Jadi, apa kesimpulannya?Tugas seorang proofreader adalah untuk membuat teks mudah dipahami dan tidak lepas dari awal.

Lalu apa bedanya dengan editing?

Editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan.Jadi, proofreading tidak memeriksa tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk akal atau belum.Ada juga yang berpendapat:

Pengeditan merupakan proses yang melibatkan perubahan besar pada konten, struktur, dan bahasa, sedangkan proofreading hanya berfokus pada kesalahan kecil dan inkonsistensi.

Jika kita diminta menjadi proofreader tulisan orang lain, proofreader bersifat netral.Seorang korektor akan menilai karya secara objektif.

Bagaimana langkah yang diambil ketika menjadi proofreader?

Ia akan bertindak sebagai seorang “pembaca” dan menilai apakah karya penulis sudah bisa dimengerti atau justru berbelit-belit. Harapannya, setelah melewati tahapan proofreading, karya sang penulis bisa lebih mudah dipahami pembaca.

Bagaimana melakukanProofreading?

➰ Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit

➰ Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI

➰ Konsistensi nama dan ketentuan

➰ Perhatikan judul bab dan penomorannya

Jika Anda seorang blogger.

Menghindari kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata. 

Meskipun blog itu milik pribadi dan bebas, pembaca Anda juga harus diperhatikan. Tidak ada kesalahan penulisan (typo) akan membuat pembaca nyaman.

Kesalahan kecil lainnya misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.

Cara mudah untuk memeriksa tulisan.

1. Baik di Ms Word maupun di blog, biasanya melakukan pencarian dengan menekan tombol CTRL bersamaan dengan tombol huruf F (CTRL+F). 

2. Lalu, ketikkan misalnya tanda "," (tanda koma)

3. Maka muncul highlight teks dengan warna kuning. 

4. Setelah itu kita periksa apakah ada kesalahan atau ada spasi antara kata dengan tanda koma. 

5. Hal yang sama lakukan pada tanda baca lainnya. Jika hal ini kita lakukan maka pos blog menjadi bersih dari kesalahan pengetikan.

6. Kesalahan kecil lainnya yang biasa dilakukan adalah penulisan di- sebagai awalan dan di sebagai kata depan. Saya pribadi selalu “terganggu” jika "kesalahan kecil" ini ada dalam tulisan. Oleh karena itu perlu sedikit keterampilan untuk membedakan keduanya. Jika kata yang mengikuti di adalah verba atau kata kerja maka di ditulis serangkai dan kata itu ada bentuk aktifnya yaitu jika diberi imbuhan me-. 

Aturan ejaan lainnya yang ada dalam PUEBI wajib kita pahami. Meskipun blog tidak mensyaratkan bahasa yang baku (kan suka-suka penulisnya) tetapi minimal wajib tahu dan menerapkan aturan-aturan yang dicontohkan. Kita cinta Bahasa Indonesia, ‘kan? Sebelum dipublikasikan, kita lihat di pratinjau (preview) lalu jika ada kesalahan, pada draf kita tekan tombol CTRL+F  lalu melakukan proses perbaikan tulisan.

Kadangkala ada tulisan yang sudah bagus, uraian sesuai tema, struktur bahasanya bagus, kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang, tetapi terjadi kesalahan dalam meletakkan tanda koma atau tanda baca lainnya.

Ada juga tulisan yang masih "kacau" dari segi struktur, misalnya karena kalimatnya berupa kalimat majemuk yang terdiri dari banyak sekalai kalimat tunggal, maka proofreader harus bisa memanngkasnya dan menjadikannya kalimat yang mudah dipahami. Tentu substansi dan maksud penulis tidak berubah.

Contoh sederhana proofreading:

Teks asli

Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita non fiksi. Tetapi cerita non fiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu sepanjang tidak bertentangan dengan aturan penulisan karya non fiksi yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.

Teks Perbaikan

Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita nonfiksi. Tetapi, cerita nonfiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu sepanjang tidak bertentangan dengan aturan penulisan karya nonfiksi yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.

Dalam KBBI:

non (adv) tidak; bukan: nonaktif; nonberas. anda koma dipakai sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk (setara). Misalnya: Saya ingin membeli kamera, tetapi uang saya belum cukup. Ini bukan milik saya, melainkan milik ayah saya. Jadi, jika saya melakukan proofreading saya menggunakan Alat Bantu, yaitu:

1. puebi daring

2. kbbi daring

Tibalah saatnya Sesi Tanya Jawab oleh Peserta pelatihan dengan Narasumber. Berikut tanya jawab tentang materi malam ini: 

TANYA
Setiap saya lakukan edit tulisan sebelum publikasi selalu ada saja perbaikan, kalau diedit terus bisa lama untuk publikasi.  Bagaimana  cara edit yang efektif agar tulisan kita sudah standar EYD dan aturan penulisan ?
JAWAB
Mengedit jangan segera begitu selesai. Endapkan dulu, beberapa saat. Cara edit yang efektif, pahami aturan dasar: Struktur, minimal ada S-P. Aturan Huruf kapital, aturan tanda baca, aturan pemenggalan kata, dsb.

TANYA
Apakah tulisan yg dikirim ke penerbit harus diproofreader dulu ataukh di penerbit ada bagian tugas ini?
JAWAB
Pada penerbit ada petugas, dan kata Pak Joko Penerbit ANDI, kalau tidak salah, unsur ejaan porsinya hanya 10% pada penilaian naskah.
Tetapi, jika tidak dilakukan proofreading, siapa tahu banyak kesalahan yang menyebabkan editor penerbitan malah memberi skor kecil bagi tulisan kita.
Jika tidak mampu melakukan proofreading sendiri, bisa meminta tolong jasa proofreader profesional.
Biayanya bervariasi, menurut salah satu situs penyedia jasa proofreader yang saya ketahui.

TANYA
Ada sesuatu yang menarik yg td dikatakan oleh Bapak  Nara sumber tadi yaitu
" Editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan.
Jadi, proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.
Ada juga yang berpendapat:
Pengeditan merupakan proses yang melibatkan perubahan besar pada konten, struktur, dan bahasa, sedangkan proofreading hanya berfokus pada kesalahan kecil dan inkonsistensi." 
Dari 2 pendapat itu agak sedikit membingungkan. Pertanyaan nya:
1.Profesi mn sebetul yg mempunya kapasitas besar dalam penyempurnaan sebuah buku sebelum dipublikasikan?  
2. Apakah sebuah penerbit buku perlu memiliki editor dan proofreading sebagai penyempurna isi dari sebuah buku yg akan dipublikasikan?
JAWAB
Pendapat pertama, alasannya karena istilah proofreading diterjemahkan sebagai "uji baca", maka mencakup kegiatan editing di dalamnya. Yang kedua membedakan substansi. Profesi mn sebetul yg mempunya kapasitas besar dalam penyempurnaan sebuah buku sebelum dipublikasikan?  >> Proofreader. Tetapi ketika di perusahaan penerbitan, biasanya dinamakan editor.

TANYA
1.Pak D . Sebagai proof reader pernahkah menemukan kendala dengan hasil proofreadingnya atau proses saat proofreadingnya. Boleh dibagi kendala terbesar dalam proofreading. 
2. Proofreader memang harus jeli dengan struktur kalimat kata dan frase dalam tulisan. Tapi apakah akan merubah kekhasan penulis jika kita merestruktur kalimat.? 
Kadang ada penulis yang sengaja menempatkan tanda baca atau kata yg "nyeleneh" Secara struktur bahasa
JAWAB
Kendala tanda baca / punctuation sepertinya tidak ada karena saya pakai alat CTRL+F dan PUEBI.
Yang terbesar adalah struktur kalimat. Apakah akan merubah kekhasan penulis jika kita merestruktur kalimat.? 
Kadang ada penulis yang sengaja menempatkan tanda baca atau kata yg "nyeleneh" Secara struktur bahasa >> Jika itu kalimat majemuk yang pajaaaaaaang, kita penggal menjadi beberapa kalimat tunggal, tidak akan mengubah ide pokok

TANYA
Apakah untuk pengeditan kata juga bisa menggunakan kontrol F. Seperti yang dicontohkan Bapak pada penulisan tanda baca
JAWAB
Ini di blog ya maksudnya.
Jika yg dimaksud adalah pengeditan kata atau kalimat, misalnya ketika kita baca kok janggal atau keliru, Kata itu kita kopi, kembali ke draf lalu kita cari pada kolom yg tersedia setelah mengetik CTRL+F, pasti ketemu tuh. Jika pada naskah Word, ya langsung saja kita baca lalu ketemu kata yang salah ketik, betulkan.

TANYA
Pertanyaan: Sering dijumpai paragraf dalam tulisan yang terdiri hanya 1 atau 2 kalimat. Bukankah dalam 1 paragraf harus terdiri dari Kalimat utama dan kalimat pendukung? Mohon penjelasannya.
JAWAB
Mungkin lebih tepatnya, dalam satu paragraf harus terdiri dari satu ide pokok seperti pelajaran kelas 6 tema 1 subtema 1.
Jika satu kalimat sudah mewakili ide pokok yang hendak disampaikan, mengapa tidak?

TANYA
Seorang profreading tdk hanya memeriksa ejaan, ttp kebenaran dan kelengkapan isi. Bagaimana etika profreading agar pembenaran yg dilakukan justru membuat isi yg dimaksud penulis jd berbeda. Apakah ketika prodreading mengubah kalimat atau menambah atau membenahi si bidang isi hrs menyampaikan ke penulis asli?
JAWAB


Nah, prosesnya kira-kira seperti itu, ada pendapat dari proofreader utk diajukan kepada penulis. Jadi, komunikasi dengan penulis juga perlu, karena ketika mjd P-R dia ada kontak dengan penulis.

TANYA
1. Ketika swasunting biasanya kita sudah merasa bena dr dan sudah terbaik. Tapi ketika orang lain baca ternyata dari cara penulisan dan POEBI tulisan kita banyak salah. Untuk meringan kan para editor apa yang harus menjadi bekal bagi penulis ketika dia mau edit tulisannya?
JAWAB
Bapak sebagai penulis adalah pemain bola yang menggiring bola ke gawang kadang tidak tahu di depan ada pemain yang hendak menjegal. Kami penonton di kejauhan tahu benar ke mana bola harus ditendang. Demikian pula menulis, jadi perlu orang lain untuk ikut membaca. 

Berikut Tip and Trik yang diberikan oleh Bapak Susanto.
Untuk meringankan para editor apa yang harus menjadi bekal bagi penulis ketika dia mau mengedit tulisannya?
👉 Pahami struktur kalimat
👉 Pahami PUEBI
👉 Buka KBBI jika ragu dengan kata-kata tertentu. 
👉 Mempelajari PUEBI yang tebal, kadang membosankan. maka saya buat flyer untuk memudahkan belajar dan mengingat.
👉 Kita tidak mungkin menguasai segalanya, hanya orang-orang tertentu yang ditakdirkan memiliki kompetensi: penulis, proofreader, editor, sekaligus. Berbahagialah Anda yang memiliki talenta ketiganya. 
👉 Namun setidaknya sebagai penulis memiliki keterampilan minimal sebaga penyunting tulisan sendiri, agar calon pembaca kita memahami apa yang kita maksudkan dalam tulisan. Kalimatmu jangan panjang-panjang, ushakan maksimal 20 kata saja.


Share:

Beranda

BTemplates.com