Kamis, 22 Juli 2021

MAU MENERBITKAN BUKU??? INI SOLUSINYA

 



1. Resume  Ke : 5
2. Gelombang : 20
3. Tanggal : 21 Juli 2021
4. Tema : Mengenal Peserbit Indie 
6. Narasumber : Mukminin, S.Pd, M.Pd.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam bapak dan ibu guru hebat Indonesia. Senang rasanya bisa bertemu kembali dengan bapak ibu semuanya. Semoga selalu sehat dan bahagia bersama keluarga tercinta. Itulah yang disampaikan oleh Om Jay sebagai kalimat pembuka malam ini di WAG  Pelatihan Belajar menulis gelombang 20. Tema materi kali ini adalah  Mengenal Penerbit Indie.

Lalu Om Jay melanjutkan kata-kata pelengkap untuk memperkenalkan narasumber kami; " Malam hari ini kita akan mendapatkan materi dari sahabat saya, bapak Mukminin dari Lamongan. Beliau banyak membantu saya dalam menerbitkan buku yang bermutu.Alhamdulillah dibeli para guru yang ingin bangsanya maju", " Adapun yang menjadi moderator pada malam hari ini adalah bapak Bambang Purwanto . Beliau biasa disapa Mr. Bams atau Mario Teduh.Beliau berasal dari kota Bandung".

Beberapa saat kemudian Om Jay mempersilahkan moderator dan narasumber untuk memulai acara kuliahonlinemalam ini. Dilanjutkan oleh Mr.Bams yang mengirimkan Curiculum Vitae (CV) Bapak Mukminin, S.Pd, M.Pd. Beliau lahir di Jombang, 6 Juli 1965. Lulus D2 IKIP Negeri Surabaya Tahun 1987. Lulus S1 IKIP PGRI Tuban 1998. Lulus UNISDA Lamongan 2012. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Untuk mengetahui lebih jauh tentang Bapak Mukminin, silahkan berkunjung ke alamat; 

https://cakinin.blogspot.com/2020/10/curiculum-vitae.html

Konsep tema yang diangkat pada malam ini penting untuk diketahui, karena berkaitan dengan penerbitan buku. Melalui Bapak Mukminin sebagai pemilik  penerbit Kimila press Lamongan, kami diberi arahan mulai dari proses membuat karya hingga layak diterbitkan dalam bentuk buku. Beliau mengatakan; " Untuk bisa menulis memang butuh ketekunan dan perjuangan", " Selain itu, perlu juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis". 

Pada zaman melinial ini semua org bisa menulis dan menerbitkan buku. Baik sebagai pelajar, mahasiswa, pegawai, guru, dosen, maupun wiraswasta. Narasumber memberikan motivasi bahwa menulis dan menerbitkan buku itu mudah, tidak serumit yang kita bayangkan. Apalagi sebagai seorang guru pasti bisa menulis baik fiksi maupun karya ilmiah. Guru memiliki banyak kisah dan pengalaman inspiratif. Perlu kita tulis dan terbitkan buku  menjadi yg bermanfaat bagi orang lain/ pembaca

Beliau juga mengatakan kepada kami bahwa melalui kata-kata mutiara bertema menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam berkarya. Berikut motivasi yang beliau sampaikan melalui WAG Belajar menulis kel.20; 


Kalimat motivasi serupa yang ditulis oleh motivator tangguh juga kubaca saat berselancar di internet diantaranya;

Untuk mewujudkan itu semua  memang membutuhkan ketekunan,perjuangan, dan juga tekad serta  motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis. Melalui kata-kata motivasi juga kita bisa mencoba mengembangkan agar menjadi sebuah tulisan yang bermakna dan bermanfaat untuk diri sendiri ataupun orang lain. Setelah berhasil membuat karya tulis, langkah selanjutnya yang perlu diketahui adalah bagaimana caranya agar karya dapat diterbitkan menjadi buku.

Berikut adalah tahapan penerbitan buku;
1.   Pramenulis
Pada tahap ini yang perlu disiapkan adalah;
A. Tahap awal saat penulis hendak menuangkan ide ke dalam tulisan, bisa dikatakan sebagai tahap perencanaan atau persiapan menulis. Memilih dan menetapkan topik suatu langkah awal yang penting, sebab tidak ada tulisan tanpa ada sesuatu yang ingin ditulis. Masalah pertama yang dihadapi penulis untuk merumuskan tema sebuah karangan adalah topik atau pokok pembicaraan (Keraf, 1993: 126).
B.  Penulis harus kreatif menangkap fenomena yang terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.
Lingkungan adalah "...Segala apa saja (benda, kondisi, situasi) yang ada di sekeliling makhluk hidup, yang berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup yang bersangkutan..." (Sumaatmadja, 2003; 80)  
C.  Penulis banyak membaca buku.
Jika rajin membaca, kita jadi tahu hanyak hal. Jika kita tahu banyak hal, kita jadi punya banyak ide untuk menulis.

2.  Penyusun
Pada poin ini, seorang p enulis mulai menulis naskah buku sesuai dengan apa yang diminati/dissukai (passion). Boleh menulis artikel, puisi, puisi, novel dan sebagainya dengan kreatif merangkai kata, menggunakan majas, dan berekspresi untuk menarik pembaca. 

3. Revisi
Setelah menyelesaikan naskah yang ditulis, maka kita akan melakukan tahap revisi naskah.
Pada tahap ini, merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang, dan  naskah mana yang perlu ditambahkan.

4.  Sunting/Swasunting
Pada tahap ini, penulis hanya perlu memperbaiki kesalahan bahasa dan tanda baca yang harus mengacu pada ketentuan  bahasa Indonesia yang baik dan benar-benar sesuai dengan EBBI.

5.  Publikasi
Jika tulisan yang berupa naskah buku sudah yakin benar sesuai dengan kaidah penulisan yang benar, maka tahap selanjutnya adalah memasuki tahap Publikasi atau penerbitan  buku.

Setelah melalui lima tahapan tersebut, seorang penulis sebaiknya mencari literasi dan menentukan penerbit yang akan menerbitkan buku tersebut. Masih bingung mau menentukan penerbit mana?. Jangan bingung. Coba saja hubungi Penerbit Independen ( Penerbit Indie ). Berikut ada empat penerbit Indie, silahkan pilih salah satu atau boleh semuanya.
1.  Oase
2.  gema
3.  YPTD dan
4.  Kamlia Pers Lamongan

Selain itu, ada juga yang harus diketahui oleh seorang penulis tentang dua macam  Penerbit buku, yaitu;

Masih bingung tentang tahap untuk menerbitkan buku?. Pada kesempatan kali ini, Bapak Mukminin juga memberikan informasi tentang syarat penerbitan buku di Penerbit  KAMILA PRESS LAMONGAN milik Beliau. Syarat-syarat penerbitan buku;

1.  Kirimkan naskah lengkap mulai judul, kata pengantar, daftar isi, naskah lengkap sesuai urutan daftar isi, daftar pustaka, biodata dg penulis fotonya dan Sinopsis (ditempatkan di sampul belakang). Kalau ada Endors dari pakar (orang ahli) boleh disertakan.

2.  Ketik di kertas ukuran A5 berukuran 14,8 x 21 cm, spasi 1,15 ukuran font 11 dan margin kanan 2 cm, kiri 2 cm, atas 2 cm dan bawah 2 cm. gunakan huruf Arial, calibri atau Cambria dan masukkan dalam 1 file kirim ke email gusmukminin@gmail.com

3.  Untuk judul dan Sampul
A. Jika judul kurang pas, pihak penerbit   KAMILA PRESS LAMONGAN siap membantu mengusulkan kepada Bapak dan Ibu judul yang menarik
B. Jika Cover buku sudah dibuat oleh Bapak dan ibu, penerbit  KAMILA PRESS LAMONGAN tinggal memoles agar lebih cantik dan menarik dengan kesepakan pihak penulis.
Sandainya Penulis menginginkan dibuatkan cover oleh penerbit, Beliau bersedia membantu. Penulis cukup mengirim judul, nama penulis lengkap dengan gelar, kata pengantar dari siapa. Minta warna apa, dan boleh ada foto penulis atau gambar lain.

KAMILA PRESS LAMONGAN memang pilihan yang tepat untuk penulis pemula. Hal ini juga dibuktikan dengan banyaknya buku yang sudah diterbitkan oleh penerbit tersebut, diantaranya;
Buku-buku yang diterbitkan oleh KAMILA PRESS LAMONGAN
Buku-buku yang diterbitkan oleh KAMILA PRESS LAMONGAN

Buku Antologi yang dibuat oleh beberapa Peserta Belajar Menulis Gel.8

Buku-buku yang sedang menanti proses ISBN

Buku-buku yang sedang menanti proses ISBN

Buku-buku yang sedang menanti proses ISBN

Buku-buku yang sedang menanti proses ISBN

Buku-buku yang sedang menanti proses ISBN

Buku-buku yang sedang menanti proses ISBN

Buku-buku yang sedang menanti proses ISBN

Buku-buku yang sedang menanti proses ISBN

Penerbit buku Kamila Press Lamongan memang luar biasa. Selain mendapatkan fasilitas dibuatkan sampul buku, layout, edit dan ISBN penulis juga dapat PO (Pre Order) promo buku dengan harganya serta dapat sertifikat dari penerbit yang bekerja sama dengan  pencetakan. Ayo Bapak dan Ibu....lebih semangat menulis agar dapat menerbitkan buku di Kamila Press Lamongan. Salam sehat dan semangat menulis.

Share:

Selasa, 20 Juli 2021

MENGUBAH KARYA ILMIAH MENJADI BUKU

 MENGUBAH KARYA ILMIAH MENJADI BUKU

1. Resume ke-4

2. Gelombang : 20

3. Tanggal : 20 Juli 2021

4. Tema : MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH

5. Nara Sumber : Noralia Purwa Yunita, M.Pd

M
alam ini malam yang sangat istimewa. Karena malam ini bertepatan dengan malam Hari Raya Idul Adha 1442 H. Terdengar indah Gema takbir saling sahu-sahutan dari Masjid dan Mushala di sekiat rumah. Sambil mendengarkan takbir dan kadangkala aku pun ikut melantunkan dari kamar sambil menyimak materi keempat di WAG Belajar Menulis Gelombang 20. Materi kali ini berjudul Menulis Buku Dari Karya Ilmiah. 
Pemateri malam ini adalah Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd. Berikut Profil Beliau;

Nama Nara Sumber


Asal Perguruan Tinggi dan Keaktifan

Prestasi

Karya

Pembaca juga dapat melihat tayangan profil Nara Sumber melalui Link berikut;

https://drive.google.com/file/d/1oHk-MJUfcYYbo_ZCMGXINK_GEIGMiOAw/view?usp=drivesdk

Profil Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd.

Ditemani oleh Ibu Aam Nurhasanah sebagai moderator, memperkenalkan kepada peserta pelatihan tentang sosok Nara Sumber yang mengedit naskah Antologi di gelombang delapan pelatihan Belajar Menulis. Bu Nora adalah salah satu peserta yang bukunya tembus ke penerbit mayor PT Andi Offset.
Buku Antologi Kisah Inspiratif Sang Guru Gelombang 8

Sebagai kalimat pembuka untuk memulai materi malam ini, Bu Aam sebagai moderator mengucapkan salam, puji syukur ke hadirat Allah SWT, dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW  karena malam ini kami dapat berjumpa walau hanya maya lewat  WAG. Lalu Bu Aam mempersilahkan Nara Sumber untuk menyampaikan materinya.

Lalu Ibu Noralia mengucapkan rasa terimakasih kepada Om Jay yang sudah memberikan kesempatan berbagi ilmu kepada peserta pelatihan dan terimakasih kepada Ibu Aam yang akan mendampingi sebagai moderotor. Beliau mengatakan; jika berbicara masalah karya ilmiah, bapak dan ibu tentu sudah pernah membuatnya. Bagi yang lulusan S1 sudah pernah membuat karya tulis yang bernama skripsi, sedangkan yang melanjutkan study ke jenjang S2 pasti akan membuat kerya tulis berupa tesis, lalu setelah menjadi guru, kita dituntut untuk membuat karya tulis yaitu PTK .

Begitu banyaknya materi, waktu, bahkan psikis yang kita persiapkan untuk menyelesaikan karya tulis tersebut. Alangkah disayangkan jika tujuan membuat karya tulis tersebut hanya sebatas syarat untuk memenuhi tugas.

Beliau juga mengatakan jika karya tulis yang sudah dibuat tersebut tentulah melalui prosedur yang panjang untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang dihadapi. Sangat disayangkan jika karya tulis itu hanya sebatas penghuni perpustakaan. Alangkah baiknya jika dapat dinikmati oleh masyarakat luas sebagai rujukan yang dapat memberikan solusi nyata. Istilah pribahasa; Sekali Dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Agar karya tulis dapat memberikan banyak manfaat, alangkah baiknya dibuat menjadi buku. Mengapa demikian?. Apa manfaat karya ilmiah VERSI BUKU?. Mau tau? Berikut adalah manfaatnya;

1. Dapat dibaca oleh masyarakat awam

2. Buku dapat diperjualbelikan,,jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh

3. Bagi bapak ibu ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit. Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK, bapak ibu juga akan mendapatkan poin dari publikasi ilmiah berupa buku tadi. Sekali dayung 2 pulau terlampaui

 4. Jika buku bapak ibu banyak yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama bapak ibu sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri

5. Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku

Ibu Noralia juga menyampaikan kepada peserta pelatihan belajar menulis tentang cara mengubah PTK menjadi Buku. Berikut caranya;

1. Ubah judul KTI atau PTK kita menjadi judul popular

VERSI BUKU hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian.
Dapat dilihat dari contoh judul ini, objek/fokus penelitian Tesis terletak pada pengembangan / pembuatan modul,,jadi ketika diubah menjadi judul BUKU, sesuaikan dengan fokus penelitian itu. Tinggal ditambah kata : KIAT, JURUS, STRATEGI, CARA SUKSES

2.   Mengubah Bab I (PENDAHULUAN) pada KTI menjadi bab I pada buku, yang harus diperhatikan yaitu:
A. Hapus rumusan masalah
B. Hapus definisi operasional
C. Hapus manfaat penelitian

3. Bab II dan seterusnya pada KTI versi buku dapat diambil dari pengembangan kajian teori pada bab II KTI asli
Sebagai contoh bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi
2.1. hasil belajar
2.2. media pembelajaran
2.3. Modul
2.4. metode pembelajaran
2.5 pembelajaran berbasis riset
ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu;
Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 pada buku

Bab 2 TEORI BELAJAR
2.1. belajar
2.2. permasalahan dalam pembelajaran
2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 pada buku

Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN
3.1. Pengertian media
3.2. jenis media
3.3. manfaat media
Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku

Bab 4 MENGENAL MODUL
4.1.pengertian modul
4.2. karakteristik modul
4.3.sistematika modul
4.4. kelebihan modul
Dan seterusnya hingga sub bab dalam bab 2 selesai
Beliau mengatakan bahwa hanya dari bab 2 KTI saja, kita sudah dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku.

4. Bab V dapat diambil dari hasil penelitian dan pembahasan.
A. Kita dapat memasukkan hasil penelitian KTI ke dalam buku kita. Ini dapat diawali dengan kata pengantar "pada bab ini merupakan uraian dari hasil penelitian.... ".
B.Hilangkan semua kata Penelitian/ laporan PTK, laporan skripsi dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah
C. Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Cukup grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat

5. Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas  terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide  dan kreativitas masing-masing  sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis  maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku

6. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut


7. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti; 
Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book,,atau karya ilmiah lainnya. JANGAN gunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dll.

8. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit

Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya. 
Jangan hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah ada. Itu artinya sama saja self plagiarisme untuk karya kita sendiri.

Selain keunggulan yang sudah dipaparkan di atas, keunggulan Karya ilmiah yang diubah ke dalam bentuk buku jika sudah memiliki ISBN tentunya akan menambah nilai angka kredit saat mengajukan kenaikan pangkat/golongan. Selamat Menerbitkan Buku. Semoga bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Share:

Minggu, 18 Juli 2021



TULISAN KETUJUHBELAS DI BLOG KU

Pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1442 H pada Selasa,20 Juli 2021. Hari Raya yang identik dengan penyembelihan hewan kurban bagi yang mampu menunaikannya. Dalam Al Quran tertulis perintah Allah kepada Ummat Islam untuk melakukan ibadah kurban bagi yang mampu. Isi perintah tersebut berbunyi; 

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya; "Sesungguhnya kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah". (QS Al Kautsar (108):1-2). Atas dasar itulah kami juga mencoba untuk menyisihkan sebagian rezeki agar setiap waktu hari Raya Idul Qurban dapat berpartisipasi untuk berbagi kepada masyarakat sekitar yang layak menerima. Bagiku berkurban tidak harus menunggu memiliki uang yang sangat banyak. Kokohkan niat jauh-jauh hari agar mampu menyisihkan uang sedikit demi sedikit agar cukup pada saat tiba hari yang dinanti.


Suasana merayakan Hari Raya Idul Adha di masa pandemi kali ini sangatlah berbeda. Banyak sahabat dan sanak saudara yang tidak dapat kita jumpai lagi karena sudah menghadap Sang Khaliq, pelaksanaan ibadah Haji yang tertunda, dan perekonomian masyarakat secara umum yang semakin prak poranda. Semoga pandemi ini segera berakhir agar umat Islam dapat melaksanakan ibadah Qurban dengan lebih meriah dan lebih banyak lagi yang dapat berbagi. Aamiin Ya Robbal Alamin.

Jika tiba waktunya sholat Idul Adha tidak dapat sholat berjamaah di masjid dekat rumah, akan kami laksanakan di rumah bersama keluarga kecilku. Ku ingatkan anak bungsu tentang bacaan niat sholat Idul Adha.

Niat sholat Idul Adha; "Ushalli sunnata li 'idil adha rak'ataini makmuuman lillaahi ta'ala"

Artinya; "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta'ala".

Lalu kujelaskan juga tata cara sholat Idul Adha;

1. Melafalkan niat sholat Idul Adha

2. Takbiratul Ihram

Setelah membaca doa iftitah, lakukan takbir sebanyak 7 kali pada rakaat pertama dengan membaca; "Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar".

Artinya; "Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada Ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar".

3. Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek lainya yang akan dibaca oleh Ayah sebagai Imam sholat

4. Lanjutkan gerakan sholat seperti ruku, sujud, duduk diantara dua sujud, dan seterusnya hingga kembali berdiri.

5. Rakaat kedua

Mengulang takbir sebanyak 5 kali dan membaca bacaan "Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar".

6. Membaca surah Al- Fatihan dan dilanjutkan dengan membaca bacaan surah lainnya.

7. Lanjutkan gerakan salat seperti ruku, i'tidal, sujud, dan duduk diantara dua sujud, duduk tasyahud, hingga salam.


Anakku mendengarkan sambil sesekali bertanya kisah tentang kewajiban Qurban dan tradisi merayakan Idul Adhaa tahun ini apakah akan dilaksanakan kembali atau tidak. Seperti tahun-tahun sebelumnya. Suasana yang meriah semeriah hati kami. Saat malam menjelang Idul Adha biasanya bapak-bapak di lingkungan rumah kami ikut melantunkan takbir di masjid-masjid terdekat. Alhamdililah di sekitar rumah ada satu masjid dan dua mushala. Tak jauh dari rumah, masih ada beberapa Masjid yang suaranya juga terdengar keras.

Pengeras suara saling bersahutan melantunkan takbir yang sangat indah untuk didengar. Sebelum pandemi, biasanya setelah Isya beberapa rombongan anak-anak, remaja, dan orang tua berkeliling sambil melantunkan gema takbir diiringi alat musik. Menikmati suasana dan pemandangan di hari raya Idul Adha dan Idul Fitri di lingkungan rumah kami sangatlah ramai. 

Alhamdulilah tradisi kami menyiapkan beragam masakan yang disajikan untuk sanak saudara yang datang berkunjung ke rumah kami tetap terlaksana. Kali ini kami menyajikan masakan dalam jumlah porsi yang sedikit karena sanak saudara yang masih ada di bumi Allah ini banyak yang berkabung dan beberapa sedang isolasi mandiri (Isoman). 

Setiap perayaan hari raya umat Islam, di keluarga kami selalu menyediakan beragam masakan. Aku berusaha untuk melanjutkan tradisi menghidangkan menu di meja makan diantaranya; Ketupat, nasi bakar khas betawi, opor ayam, sayur kacang panjang ditambah tetelan, semur, rendang, sambal ati serta ampela, dan kerupuk. Hidangan tersebut akan bertambah nikmat saat kami makan bersama anggota keluarga, sanak saudara, dan tetangga yang berkunjung ke rumah kami.

Akankah suasana kebersamaan menikmati makanan yang terhidang bisa terlaksana bersama sanak saudara yang jauh di sana dan terangga saat merayakan lebaran dapat kami rasakan kembali?. Wallahu a'lam. Semoga momen Idul Adha 1442 H di masa pandemi ini lebih meningkatkan keimanan kepada Allah SWT, menumbuhkan kasih sayang antar sesama, saling menguatkan, dan peduli yang disertai dengan tindakan nyata yang hakiki. Aamiin Ya Robbal Alamin.

Tak lupa kusampaikan kepada anak bungsuku tentang arti Qurban dan manfaat berkurban. Qurban berasal dari bahasa Arab, yakni "Qariba" yang berarti dekat atau mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui penyembelihan hewan ternak yang dikurbankan untuk berbagi kepada orang yang layak menerima. Hewan yang dapat dikurbankan adalah kambing, domba, sapi, dan unta.

Hukum menyembelih heman Qurban adalah sunah muakkad. Sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada orang yang mampu agar berkurban. Hal tersebut diperkuat dengan Qs. Al Hajj ayat 34 yang berbunyi;
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan menyembelih kurban, supaya mereka menyebut nama Allah SWT terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah SWT kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh kepada Allah.”

Adapun manfaat berkurban diantaranya;
1. Sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT
2. Menambah amal kebaikan
3. Ungkapan rasa syukur terhadap nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT
4. Peduli terhadap sesama
5. Meneladani Nabi Ibrahim AS
Salah satu bukti kepatuhan Nabi Ibrahin AS terhadap Allah SWT melalui berkurban sangatlah perlu diteladani, karena melalui berkurban membuktikan kecintaan ummat Nabi Muhammad SWT terhadap Allah SWT.
Share:

Jumat, 16 Juli 2021

CAPAI PRESTASIMU DENGAN MENULIS





Resume Ke : 3

Gelombang : 20

Tanggal : 16 Juli 2021

Tema : Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku

Narasumber : Rita Wati, S,Kom



Narasumber untuk materi ketiga pelatihan Belajar menulis gelombang 20 kali ini adalah Ibu Rita Wati. Beliau adalah salah satu tenaga pendidik  di SMP Negeri 2 Mendoyo labupaten Jembrana Provinsi Bali. Materi malam ini mengangkat tema  Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku. Selain bertugas sebagai tenaga pendidik, Bu Rita menekuni profesi sebagai teacher, operator, writer, kurator, moderator, dan blogger.

Agar peribahasa Tak Kenal Maka Tak Sayang bisa dirasakan, alangkah baiknya jika kita mengenal beliau melalui karya-karyanya. Dua motto hidup penulis sangatlah keren, yaitu Setelah kesulitan pasti ada kemudahan dan Belajar sepanjang hayat. Masih banyak yang perlu pemirsa ketahui tentang Bu Rita. Agar bisa termotivasi, alangkah baiknya membaca karya yang sudah banyak diterbitkan. Diantaranya; 


Malam ini saat menyimak materi dari Ibu Rita Wati, pikiranku penuh dengan rasa kagum dan semangat untuk mengubah diri lebih kreatif dan inovatif sebagai tenaga pendidik dalam menyampaikan materi kepada peserta didik agar lebih bermakna. Selaras dengan pertanyaan Om Jay di WAG Belajar menulis Gelombang 20 tentang; Menurut Anda apa yang dimaksud dengan Guru Penggerak?. Aku memiliki jawaban dari pertanyaan Om Jay tentang Guru Penggerak. Bagiku Bu Rita adalah Guru Penggerak. Mampu memberikan motivasi kepada khalayak ramai yang dibarengi dengan tindakan nyata.


Istilah anak jaman Now, Bu Rita bukan tipe 'OMDO' alias Omong Doang. Beliau tipe orang yang tidak terlalu banyak bicara untuk hal-hal yang kurang diperlukan. Memberikan arahan dan motivasi dibarengi dengan bukti nyata dalam berkarya. Dapat dibuktikan di beberapa link berikut;

1. https://teruslahmenulis.blogspot.com/2020/05/teknik-menulis-dan-menerbitkan-buku_23.html

2. https://teruslahmenulis.blogspot.com/2020/05/membuat-siaran-televisi-pendidikan.html

3. https://guraru.org/guru-berbagi/cara-menonaktifkan-aktivitas-kita-di-hp-tidak-terekam-di-facebook/

4. http://www.ritapinang.my.id/

5. https://www.kompasiana.com/ritapinang/5fe514d78ede4864fb3e50f2/kendaraan-menuju-pendidikan-berbasis-digital

6. https://catatangurumilenial.wordpress.com/blog-2/

7. https://www.youtube.com/watch?v=_CRZvHF3lQA&t=59s

Motivasi yang Bu Rita berikan kepada kami malam ini diantaranya;


Saat ingin menekuni kegiatan menulis, tanyakan pada diri sendiri tentang tujuan yang ingin dicapai, lalu perkuat diri untuk menghadapi tantangan saat hendak memulainya. Jangan jadikan tantangan yang dihadapi sebagai hambatan atau rintangan. Teruslah bergerak maju untuk menggapai harapan merangkai kata walau tanpa makna dalam karya nyata yang bernama 'BUKU'. Bayangkan betapa bangganya diri saat menerima paket dari penerbit buku yang berisi karya nyata dari kegiatan menulis yang awalnya hanya sekedar mengisi waktu luang. Lama-kelamaan kegiatan itu pasti akan menjadi kebiasaan yang jika tidak dikerjakan terasa hutang.

Keinginan untuk kontinyu menuangkan karya nyata dalam bentuk tertulis juga harus diimbangi dengan semangat yang terus menerus. Agar semangat tidak kendor, alangkah baiknya jika goresan tinta yang ingin dituangkan dipajang di aplikasi yang menarik dan dapat dibaca oleh orang lain. Salah satu aplikasi yang bisa menjadi wadah untuk menampung goresan pejuang tinta adalah blog. Bu Rita memberikan saran agar memiliki beberapa blog.

Saran memiliki beberapa blog sangatlah masuk akal. Hal tersebut diperkuat dengan sifat manusia yang gampang bosan. Dengan memiliki beberapa blok yang dikemas dengan gaya yang berbeda diharapkan lebih menarik untuk si penulis dalam menuangkan ide kreatifnya dan si pembaca yang ingin menimba ilmu bermanfaat sebagai motivasi diri dalam beradaptasi di era kekinian.

Melalui karya tulis yang dikemas dengan gaya bahasa yang menarik dan mudah dipahami akan membuat pembaca ingin menyelesaikan bacaan tersebut. Apalagi jika tulisan dikemas dengan bentuk buku, video yang ditayangkan di YouTube, media cetak yang banyak dikunjungi pembaca, selain bermanfaat untuk diri sendiri, untuk orang lain,  tentukan akan menjadi terkenal dan menambah silaturahmi dengan banyak orang. 

Bu Rita juga menyampaikan beberapa rahasia untuk mencapai keinginan agar dapat menerbitkan buku sendiri bisa diterapkan dengan cara ; Kuasai diri agar tetap fokus pada tujuan yang hendak dicapai, perbanyak baca buku agar dapat menambah perbendaharaan kata dan ilmu, menulislah setiap hari agar menjadi kebiasaan, lalu buat peta konsep agar tulisan akan lebih terarah. Siram dan pupuklah semangat menulis dengan cara memperkokoh tujuan. Menulislah setiap hari agar tersusun kata-kata tak bermakna menjadi rangkaian kalimat yang penuh dengan warna. Salam Sehat dan semangat dari Aku yang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Semoga kata yang kurangkai mampu memberikan setetes embun di padang tandus motivasi diri.

Share:

 

TULISAN KEENAMBELAS DI BLOG KU

Jangan lihat tulisan yang ada di dinding kaca, tulisan itu hanya sebagai pelengkap agar menu yang dijual berfariasi. Di bawah terik matahari yang menerangi bumi kali ini yang terasa panas, kami diberi suguhan gambar yang menggiurkan oleh Om Jay memalui WAG Belajar Menulis Gelombang 20. olehku, "Nanti sore setelah selesai isi absen di Link BKD  enaknya ke cipinang beli kelapa muda". 

Dahulu kala di masa kecil, saat jalan raya belum tercipta. Di belakang rumah kami ditanami pohon kelapa yang sangat banyak. Saat panen, beribu-ribu butir kelapa dipetik oleh saudara kami yang membantu menjaga kebersihan kebun. Setelah kelapa dipetik, lalu kulitnya dikupas menggunakan alat tradisional sejenis linggis yang diberi alas agar alat tersebut dapat berdiri kokoh. Setelah semua kulit kelapa dikupas, lalu kelapa tersebut dimasukkan ke dalam kapal laut yang kami sandarkan di depan rumah. Kelapa-kelapa itu dikumpulkan di perut kapal bersama beras yang jumlahnya ber ton-ton untuk dijual ke propinsi Jambi. Selain mengangkut kelapa dan beras, kapal kami juga menampung penumpang yang akan berkunjung ke rumah sanak saudaranya atau ingin belanja kebutuhan mereka yang tidak ada di kampung kami.

Alat tradisional pengupas kelapa kala itu

Seingatku saat masih tinggal di kampung halaman, hanya mengenal kelapa hijau, kelapa kuning dan kelapa gading. Tapi setelah aku tinggal di DKI Jakarta, wawasan mengenai jenis kelapa menjadi bertambah. Terutama mengenai jenis kelapa hijau. Namanya kelapa hijau tapi kulit bagian dalam kelapa berwarna merah muda. Seiring dengan munculnya pandemi, harga kelapa hijau saat ini melambung tinggi.   


Aku berharap agar penjual kelapa muda, khususnya kelapa hijau mau berbaik hati menjual dengan harga yang sewajarnya. Mengingat kondisi finansial masyarakat yang tidak stabil, ditambah lagi yang membeli mayoritas adalah orang yang membutuhkan untuk pengobatan. 

Saat aku masih tinggal di kampung halaman, menjelang hari raya idul fitri orangtua kami menyiapkan kelapa yang sangat banyak untuk diolah menjadi dodol. Sepuluh orang diminta tolong untuk membantu membuat dodol di mulai dari memetik sampai dodol sudah dikemas ke dalam tempurung kelapa. Selain membuat dodol, tradisi kami menyambut hari raya idul fitri juga membuat lemang. Lemang dan dodol sama-sama berbahan dasar kelapa dan ketan.


Masih banyak lagi olahan tradisional berbahan kelapa yang dapat dinikmati.  Sangat indah masa kecil yang kulalui bersama keluarga dan masyarakat di kampung halamanku. Kami saling berbagi, besosialisasi, dan bergotong royong selayaknya keluarga. 

Kelapa yang belum diolah menjadi makanan pun dapat dikonsumsi sebagai pelepas dahaga.Saat ini kelapa sudah banyak diolah dan dikemas dalam wadah yang menarik. Cotoh kelapa olahan dalam kemasan yang kulihat di supermarket ataupun minimarket adalah adalah sebagai berikut;




Banyaknya manfaat yang terkandung pada buah kelapa, memunculkan beragam kreatifitas orang untuk menciptakan produk yang bermanfaat dan tentunya menciptakan lapangan kerja bagi orang yang membutuhkannya.

Selain buahnya dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan manusia, kelapa juga dijadikan sebagai lambang pramuka. Informasi yang kubaca di Kumparan, tentang lambang gerakan Pramuka yang berupa tunas kelapa ini awalnya diciptakan oleh Soenardjo Atmodipoerwo yang merupakan tokoh Pramuka, dan juga merupakan sosok pegawai tinggi Departemen Pertanian.

Alasan tunas kelapa dijadikan lambang pramuka karena buah kelapa tahan lama, kelapa dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, kelapa tumbuh menjulang tinggi, akar kelapa kuat, kelapa pohon yang serbaguna. Semoga aku bisa menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain, seperti kelapa yang kaya manfaat.

Share:

Rabu, 14 Juli 2021

KONSISTEN MENJADI YANG PERTAMA

 


- Resume ke : 2

- Gelombang : 20

- Tanggal : 14 Juli 2021

-Tema : Trik Cepat Menulis Resume Di Blog

- Narasumber : Maesaroh, M. Pd

Materi yang disampaikan oleh Ibu Maesaroh, M.Pd  sangat bermanfaat bagi penulis pemula. Beliau menyampaikan Trik Cepat Menulis Resume Di Blog. Kegiatan penyampaian materi kedua melalui WAG Belajar menulis gelombang 20 dipandu oleh Ibu Rita Wati sebagai moderator. 

Sebelum kusampaikan ringkasan materi kedua pada kegiatan Belajar menulis, akan kututurkan sekilas tentang sosok Beliau. Bagiku orang yang sudah mau berbagi ilmu adalah orang yang layak mendapatkan penghargaan.

Salah satu bentuk penghargaanku pada Beliau, kubuka link https://maydearly.blogspot.com/2021/07/biodata.html yang dikirim oleh moderator di WAG.  Ibu Maesaroh, M.Pd seorang guru di SMP Negeri 1 Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten. Beliau dilahirkan di Lebak pada tanggal 26 November 1989. Pendidikan  pertama ditempuh di MI Al-Hidayah Cinyiru pada tahun 1996, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Cipanas. Pendidkan SMA ia tempuh di SMA Negeri 1 Cipanas, dan lulus pada tahun 2008. Setelah itu, ia melanjutkan Pendidikn S-1 di STKIP Setiabudhi Rangkasbitung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, lulus dengan memperoleh gelar sarjana pada tahun 2013.

Kemudian kembali melanjutkan Pendidiikan Magister di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Study Pendidikan Bahasa Inggris pada tahun 2018, dan selesai menempuh gelar Magister Pendidikan Bahasa Inggris pada tahun 2020.

Rincian Buku yang dibuat Penulis

1. Buku Antologi Rinai Rindu Sang Guru

2. Buku Antologi Pantun Rona Ramadhan

3. Buku Antologi Purwakarya Literasi

4. Buku Duo Litersi Digital untuk Abad 21 bersama Prof. Eko Indrajit

5. Buku Solo Trik Jitu Menjadi Penulis Milenial

Pada Juni 2021  ia membentuk sebuah klub menulis untuk para generasi muda yang di isi oleh para Mahasiswa di Kecamatan kelahiranya. Paguyuban menulis itu dinamai dengan istilah Gelar Tikar (Tinta Karya).

Dari kisah tersebut, wajar jika malam ini Beliau dijadikan salah satu narasumber pemateri kami. Untuk langsung mempraktikkan teori yang diberikan oleh beliau ingin rasanya setelah pertanyaanku direspon, langsung melanjutkan menulis di blog.

Tapi niat itu ku tunda sebagai bentuk keaktifanku sebagai penyimak yang baik malam ini. Memang betul jika beliau tidak melihat apa yang ku lakukan saat beliau memberikan pelayanan kepada kami.Tapi aku tetap ingin menggembleng pribadi yang bisa menghargai orang lain.

Dengan kerendahan hati, beliau mengatakan "Jika bukan seorang yang lihai dalam menulis, tetapi Tuhan selalu memberi saya cara agar saya menyelesaikan pekerjaan dengan amat cepat. Semua karena campur tangan Tuhan"

Ibu Maesaroh menuturkan jika konsisten memiliki semangat dan komitmen  yang tinggi,  InsyaAllah urusan merangkai kata tidaklah sulit. Selain  bermanfaat untuk diri sendiri tentunya bermanfaat untuk orang lain. Seperti dalam peribahasa 'Sekali Mendayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui'. O iya....tanamkan dalam diri 'Bisa Ala Biasa' sesuai dengan pesan yang disampaikan oleh Beliau melalui WAG. Jika sering mencoba untuk mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi, InsyaAllah akan mudah untuk menuangkan kisah dalam bentuk tulisan.

Saran yang tak kalah penting yang disampaikan oleh Ibu Maysaroh adalah; Ukirlah namamu di urutan teratas sebagai bentuk memperkenalkan diri ke khalayak ramai. Jika mau berusaha menjadi urutan teratas, pasti lebiah banyak para pejuang tinta yang membaca tulisanmu. Secara tidak langsung, pembaca akan membaca beberapa tulisan yang sudah ada di blog kita.

 Tetaplah konsisten untuk menjadi cepat. Untuk menggapai harapan tersebut, dibutuhkan perangkat pendukung yang memadai. Sebaiknya gunakan Handpone sebagai alat penghubung WA ke leptop, sebagai alat untuk mengetik respon, dan Leptop sebagai alat untuk mengetik.

Bagiku merangkum materi yang bermanfaat untuk diteruskan lagi kepada khalayak, bukanlah sekedar menulis cepat tetapi menulis Bermanfaat untuk diri sendiri dan syukur-syukur untuk khalayak ramai. Jadilah penulis yang memiliki karakter agar tulisan kita mendapat perhatian untuk dibaca oleh orang lain.

Materi malam ini yang disampaikan oleh Ibu Maysaroh sebagai pusat perhatianku adalah bagian berikut;


Pelatihan yang kuikuti kali ini memiliki panitia yang sangat loyal, sehingga ini juga salah satu penyemangat para pejuang tinta mencoba untuk menyelesaikan tugas ringkasan dengan cepat. Untuk menjadi penulis handal, kita harus memupuk mental baja dalam menulis dengan cara;

1. Tanamkan sikap percaya diri. Jangan merasa malu, karena tulisan yang kita anggap jelek akan menjadi luarbiasa bagi mereka yang tidak pernah belajar menulis.

2. Siap dengan segala kritikan. Meskipun terkadang budaya memuji lebih banyak dari budaya mengkritik, namun pujian itu harus membuat kita semakin memperbaiki tulisan.

3. Bangunlah tulisan di berbagai Blog. 

Hal ini amat perlu karena terkadang orang akan bosan melihat penampilan kita yang itu2 saja. Ibarat memakai baju, tentu orang akan bosan jika baju yang kita pakai hanya warna hijau saja. Itulah sebabnya tulisan harus memiliki warna lain, salah satunya  tulisan kita pada blog lainnya. Menulis di berbagai blog juga menanamkan mental penulis yang mudah beradaptasi dan tak segan memberi perubahan

Sahabat seperjuangan, yang perlu ditekankan untuk menyemangati diri sendiri adalah; Tak peduli berkawin dengan seribu kesibukan, ketika konsisten adalah sebuah target, maka semua akan berjalan baik air menuju muara. Semua akan menjadi biasa-biasa saja. Kalimat yang sangat indah dan sarat makna disampaikan oleh Beliau walau dalam kondisi sakit tapi tetap komit dalam mengemban tugas. Terimakasih Bu maysaroh. Semoga Allah SWT memberikan kesabaran, keikhlasan, dan kesembuhan tiada sakit lagi kepada Ibu Masyaroh. Aamiin YRA. 

Share:

Selasa, 13 Juli 2021

BELAJAR MENULIS DI BAWAH NAUNGAN PGRI

 



- Resume ke : 1

- Gelombang : 20

- Tanggal : 12 Juli 2021

-Tema : Menjadikan Menulis Sebagai Passion

- Narasumber : Dra. Sri Sugiastuti, M. Pd


Terperanjat diriku melihat jam di dinding menunjukkan pukul 21.05. Terlalu asik mengerjakan pekerjaan sebagai tenaga pendidik hingga lupa jika malam ini adalah malam pertemuan pertama pemberian materi melalui WhatsApp untuk kegiatan belajar menulis gelombang 19 dan 20. Kepala sudah mulai terasa berdenyut karena terlalu lama berfikir dan melihat monitor untuk mempersiapkan kegiatan esok hari. Kusempatkan diri membaca informasi di WhatsApp grup belajar menulis Gel.20. Wow.….luar biasa banyaknya informasi yang terlewat. Kuterdiam sesaat sambil berfikir, langkah apa yang harus kulakukan untuk menyimak penggalan materi yang terlalu banyak yang dikirim dalam bentuk voice note.

“Tarikkkkk Manggggg”, “ayooooo semangatttttt, aku pasti bisa!”. Itulah yang kumunculkan di dalam pikiran untuk memotivasi diri. Sepertinya aku butuh trik khusus untuk mempercepat proses menyimak. Hehehe……baiklah kucoba untuk membuat rangkuman pertamaku walau kepalaku sudah mulai terasa sakit.

Aku langsung tersadar. Kondisi untuk saat ini sebaiknya harus tetap menomor satukan kesehatan di atas segala-galanya. Kumatikan perangkat elektronik yang sudah membantu menyelesaikan pekerjaan sekolah dan beranjak ke peraduan untuk menikmati nyamannya berada di atas tempat tidur sambil menonton sinetron Amanah Wali 5.

Keesokan hari setelah menyelesaikan tugas sebagai Guru, Orang tua yang mendampingi anak saat PJJ, dan Ibu rumah tangga, aku melanjutkan tugas membuat rangkuman materi kesatu belajar menulis. Kutemukan motivasi untuk menjadi penulis handal agar suatu saat mampu menerbitkan buku yang sarat makna dan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Ketika berproses untuk menjadi penulis, kita sering menghadapi kendala dan hambatan. Hambatan tersebut ada yang datang dari dalam diri ada juga yang dari luar. Contoh hambatan yang sering menghampiri diri diantaranya; merasa tidak berbakat menulis, tidak memiliki ide, tidak memiliki waktu, merasa tidak mampu, tidak suka menerima kritik sehingga membuat semangat menulis menjadi hilang. Padahal yang perlu ditekankan, menulis itu adalah suatu keterampilan yang harus dilatih dan harus dibiasakan.

Ketika muncul kendala, kita harus mempu memotivasi diri. Bentuk motivasi itu bisa dari siapa saja, dari youtube, membaca buku,  atau juga mengikuti kelas-kelas belajar menulis.  Untuk membangkitkan semangat agar bisa termotivasi, kita juga harus mengimbangi dengan adanya  etos kerja yang kuat dengan memiliki motivasi membuang faktor internal yang negatif tapi membangkitkan faktor yang positif.

Jadikanlah menulis sebagai fashion. Karena lama-lama kita akan menyukainya dan lama kelamaan akan menyukainya, lalu InsyaAllah akan beranjak menjadi peluang untuk menambah finansial. Ketika menulis sudah kita jadikan fashion maka kita sudah mulai rajin membaca buku,  sudah mulai mencoret-coret, sudah mulai mencari ide,  dan sebaiknya kita mulai dengan kata why’. Kata way itu kita kembangkan menjadi banyak sesuai dengan yang kita inginkan.


Kata ‘Why’ bisa dikembangkan menjadi pertanyaan; mengapa saya sakit?, mengapa saya sedih?,  mengapa saya dimusuhin orang?,  mengapa saya menangis?,  mengapa saya gagl?,  mengapa saya sukses?,  itu semua akan berkembang banyak dan menjadi suatu ide atau menjadi tulisan yang mungkin nantinya bermanfaat untuk orang lain. Kalau tidak bermanfaat untuk orang lain,  setidaknya kita sudah menuangkan buah pikiran dalam bentuk tulisan.

Selain itu dengan kata bagaimana juga bisa kita kembangkan suatu tulisan yang luar biasa.  Misalnya, bagaimana solusinya?,  bagaimana awal terjadinya?,  kok bisa begini?,  bagaimana kelanjutannya?, dan seterusnya. Pasti banyak kisah yang sudah  kita rasakan dan alami yang dapat dijadikan bahan cerita untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Berlatih dan mau mengasahnya secara terus-menerus tentu akan menghasilkan karya nyata.

Manfaat yang bisa dirasakan dengan menghasilkan karya tulis, kita akan mendapatkan uang atau royalti, menjadi terkenal, dapat mempengaruhi atau mengubah cara berpikir masyarakat serta membangun peradaban. Manfaat yang luar biasa jika kita mampu membangkitkan semangat menulis.


Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusia lain. Motivasi tersebut juga kita dapatkan di dalam Al Quran. Hal tersebut juga bisa dijadikan landasan untuk memperkokoh diri menyampaikan kebaikan walau hanya satu ayat lewat tulisan.  Masih bingung mau memulai dari mana?. Kita bisa memulai memberikan pengaruh positif kepada orang lain yang dapat dituangkan dalam bentuk tulisan di media sosial, atau berbagi kisah sedih  dan bahagia sebagai ungkapan perasaan. Waktu yang paling enak untuk menulis adalah disaat mengalami kisah yang mengharu biru. Tidak percaya?, silahkan dicoba.


Berkeinginan untuk memiliki hasil karya berupa buku?, yuk kita ikuti langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh pendahulu kita yang sudah sukses terlebih dahulu. Menurut nara sumber pelatihan Belajar menulis, bahwa untuk membuat karya yang bermutu atau berkualitas, cobalah untuk banyak membaca. Karena dengan membaca, akan menambah perbendaharaan kosa-kata dan wawasan yang lebih luas. Kita juga bisa mempraktikkan untuk menjadi pendengar yang baik terhadap suatu topik yang berkualitas, sering-seringlah sharing dengan orang yang kompeten di bidannya, dan alangkah baiknya jika kita punya mentor untuk membimbing agar tulisan menjadi lebih bermakna.

Ada beberapa tahap jika ingin tulisan kita menjadi sebuah buku. Tahapan-tahapan wajib kita ikuti sesuai dengan arahan dari Dra. Sri Sugiastuti, M. Pd. Tahapan yang dimaksud adalah sebagai berikut;


Mau memulai belajar menulis?. Tulis saja apa yang saat ini tampak di depan mata, yang sedang dipikirkan, atau bahkan rencana kegiatan agar lebih terarah,  juga bisa dijadikan bahan untuk memulai menulis. Jangan pikirkan tentang tatanan bahasa yang harus sesuai dengan kaidah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Cobalah untuk menulis yang paling sederhana sesering mungkin, setelah itu baru pikirkan tentang tatanan bahasa yang baik dan benar sesuai KBBI. Selamat menulis. Cobalah untuk menulis sepenggal kata walau tanpa makna.

Share:

Beranda

BTemplates.com