Senin, 12 Juli 2021

 

TULISAN KELIMABELAS DI BLOG KU

"Libur telah usai", "libur telah usai". Itulah salah satu syair yang kudengar dari salah satu anak yang lewat depan rumah. Waktunya kembali ke sekolah. Beberapa hari ini kurancang informasi yang akan disampaikan kepada Peserta Didik di kelas secara tatap muka melalui salah satu aplikasi meeting. Peribahasa sambil menyelam minum air kuterapkan di kelas untuk mengenal mereka. Menanyakan kepada peserta didik siapakah yang berkenan membantu menyiapkan Link untuk meeting esok hari. 

Gayung bersambut, salah satu peserta didik segera merespon pertanyaanku. Danti Putri Pratiwi bersedia membantu untuk menyiapkan link meeting kami. Kesan pertama yang sarat nilai positif terhadap Danti, karena tanpa ragu menawarkan diri membantuku menyiapkan Link meeting. Rasa percaya diri yang penuh tentunya dibarengi dengan tanggung jawab yang tinggi,  mensyukuri nikmat Tuhan YME atas ilmu bermanfaat yang dikuasai,  peduli terhadap guru yang membutuhkan pertolongan, dan menjalin hubungan baik terhadap guru. Empat poin penilaian sikap langsung didapatkan oleh Danti hanya dengan merespon "Saya bersedia Bu". Dalam hati Aku berharap, semoga masih banyak yang bisa mengikuti jejak Danti di kelas ini.

Beberapa jam kemudian Danti menyampaikan kabar bahwa esok hari ada jadwal vaksin, jadwal tersebut bersamaan dengan jadwal meeting sehingga tidak bisa membantu menyiapkan Link meeting. Tidak hanya kabar itu yang disampaikan olehnya. Danti juga menyampaikan kabar bahwa Kanz Dzaki Putra Rudi yang akan menggantikan dirinya menyiapkan link yang kami butuhkan. Luar biasa. Disaat muncul problem, langsung mencari solusi yang tepat.

Waktu pertemuan kami telah tiba. Pukul tujuh lewat enam menit aku bergabung dengan mereka di ruang meeting. Terlihat angka 28 peserta yang join terpampang di desktop. Sambil menunggu beberapa anak, aku menyapa mereka. Pukul tujuh lewat lima belas menit rapat kami mulai. Banyak informasi yang kudapatkan untuk mengenal anak-anakku lebih jauh. Berbagai cara kupraktikkan untuk mengenal wajah, sikap, dan kepercayaan diri mereka menjawab pertanyaanku. Sekelumit informasi tentang anak-anak yang kami rindukan dan banggakan kudapatkan melalui meeting pertama ini.

Beberapa informasi terkait Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kusampaikan kepada mereka. Poin-poin yang kusampaikan pada pertemuan kali ini diantaranya;

1. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimasa pandemi masih berlangsung secara daring

2. Kelas online (daring-luring) menggunakan aplikasi google classroom, Zoom, WhatsApp, dan Youtube.

3. Akun email yang digunakan harus sesuai dengan nama siswa. Mereka tidak boleh menggunakan nama samaran. 

4. Urutan identitas saat join Zoom Meeting yaitu; Kelas-Nama-Nomor absen

5. Etika saat mengisi List di WAG agar tidak merugikan teman yang sudah mengisi terlebih dahulu.

6. Kelas Online (daring-luring) dimulai pukul 07.00 s.d. 12.00 sesuai jadwal yang telah dibagikan di WAG

7. Sepuluh menit sebelum pelasanaan PJJ, Peserta Didik harus mempersiapkan diri dan memastikan jaringan internet berjalan dengan baik.

8. Jika Peserta Didik sakit atau ada keperluan darurat saat jam PJJ berlangsung, Orang Tua atau Wali murid wajib menyampaikan kabar kepada Wali Kelas.

9. Selama durasi jadwal pembelajaran online, Peserta Didik harus di rumah bersama keluarganya

10. Selama pembelajaran berlangsung, Peserta Didik dilarang bermain game atau membuka aplikasi lain kecuali pembelajaran yang ditentukan oleh guru

11. Peserta Didik dilarang mengucapkan kata-kata kotor di aplikasi online

12. Sebagai bentuk keaktifan Peserta Didik diharapkan merespon apabila diminta.

13. Peserta Didik mengumpulkan tugas sesuai waktu yang ditentukan

14. Peserta Didik yang mendapatkan nilai di bawah KKM wajib mengikuti remedial sebelum Penilaian Tengah Semester (PTS) berlangsung

15. Peserta Didik yang kesulitan memahami materi, diharapkan berkomunikasi langsung dengan Guru yang bersangkutan di luar jam pelajaran

16. Peserta Didik yang mengalami kendala teknis, dianjurkan menyampaikan kabar kepada Wali kelas

17. Informasi terkait nilai Sidanira

18. Peserta Didik wajib aktif mengikuti ekstrakurikuler

19. Peserta Didik akan menerima pinjaman buku paket setelah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

20. Pembahasan tentang kegiatan selama satu semester sesuai dengan Kalender Pendidikan sekolah

21. Pembentukan pengurus kelas

Rencana awal pembentukan pengurus kelas akan kulakukan dengan model Breakout  Rooms. Tapi rencana tersebut tidak terlaksana karena ruang meeting  yang kami gunakan bukan Zoom. Saat mengajar aku terbiasa menggunakan aplikasi Zoom, karena kami telah disediakan akun berbayar oleh pihak sekolah. Mungkin fasilitas di Google Meeting  tersedia untuk keperluan serupa, tapi aku belum mencari tau informasi tersebut. Walau model pembentukan pengurus kelas  tidak sesuai dengan rencana awal, tapi tetap mendapatkan hasil sesuai harapan. Pesan yang kusampaikan kepada pengurus kelas yang terbentuk bahwa jabatan yang akan diterima harus diemban dengan ikhlas, tulus, sabar, dan amanah. Sadar diri bahwa jabatan yang diterima harus dibarengi dengan pemberian pelayanan yang maksimak kepada anggota.  

Pertemuan hari kedua akan kusampaikan beberapa poin lagi yang harus mereka ketahui. Selain penyampaian informasi, ada satu tugas yang harus mereka kerjakan secara mandiri. Semoga tugas yang akan kuberikan bermanfaat untuk mereka, dan dapat dikerjakan serta dikumpulkan tepat waktu tanpa kendala. Aamiin Ya Robbal Alamin. Aku juga berharap agar dapat mendampingi dan mengayomi Peserta Didik dengan baik dan benar untuk bekal menambah luas ladang amal. Aamiin Ya Robbal Alamin. 


Share:

Minggu, 11 Juli 2021

 


TULISAN KEEMPATBELAS DI BLOG KU


Masih berkabung atas berpulangnya dirimu sahabatku. Tapi harus terus berusaha untuk meninggalkan kesedihan di relung hati ini. "O iya sahabatku", "hari ini Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 19.00-21.00 Alhamdulilah waktu Opening Ceremony Kegiatan Belajar Menulis PGRI Gelombang 19 dan 20 telah dibuka. Banyak informasi yang kudapatkan terkait mengikuti pelatihan menulis dan tentunya di akhir pelatihan kami akan mendapatkan sertifikat 40 Jam, buku solo, blog, buku antologi, channel penerbit, dan relasi guru menulis. 

Sahabatku, untuk mendapatkan sertifikat 40 Jam bagiku sebagai pemula yang mencoba untuk terus memperkokoh niat agar tidak goyah dan tetap rajin membuka Pintu Ruang Tinta walau Sepenggal Kata Tanpa Makna tidaklah mudah. Waktu yang harus kusisihkan bersaing ketat dengan kegiatan sebagai Ibu Rumah Tangga yang harus mendampingi anak kandung usia Sekolah Dasar (SD) kelas tiga saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Pelaksana penyampai ilmu yang bermakna kepada Peserta Didik yang sangat kurindukan, dan lima amanah yang harus kuemban sesuai SK yang sudah diterbitkan oleh Pimpinan.

Aku harus terus berusaha keras dan berdoa agar bisa menjalankan tugas dalam memberikan pelayanan kepada yang bersangkutan karena sarat dengan nilai ibadah yang dijanjikan oleh Allah SWT dalam menggapai JannahNya. Semoga ketulusan dalam mengemban amanah ini dapat menambah luas ladang amal pahala untuk aku dan keluargaku. Aamiin Ya Robbal Alamin.  "Sahabatku", "ada beberapa hal yang harus kupenuhi agar mendapatkan sertifikat 40 jam".

Pak Brian Prasetyawan menyampaikan syarat mutlak jika ingin mendapatkan sertifikat 40 jam melalui zoom meeting kepada peserta Belajar Menulis Gelombang 19 dan 20. Kata Pak Brian hanya dua. Tapiiiiii..... "lanjutan kata tapi pasti berat sebagai syarat yang telah ditentukan oleh Ring satu tim Pelaksana Pelatihan Kegiatan Belajar Menulis. Tak apa, Jika aku tetap teguh dan mau berusaha pasti bisa. Kokohkan niat pasti banyak ilmu bermanfaat yang akan kudapat sebagai literasi pembelajaran di era Generasi Z. Generasi muda yang tidak pernah mengenal kehidupan tanpa teknologi sehingga terkadang disebut sebagai i-gen, dan generasi ambisius, mahir digital, percaya diri, pengguna bahasa gaul, sering menghabiskan waktu sendiri, sifat ingin tahu yang tinggi, tapi rentan terkena depresi.

Dua syarat yang disampaikan Pak Brian yaitu; Membuat 20 resume yang harus diketik di Blog dan harus menerbitkan karya tersebut. Materi resume akan dikirim oleh tim Penggiat Belajar Menulis setiap Senin, Rabu, dan Jumat pukul 19.00-21.00 WIB melalui chat WAG Belajar Menulis Gel.19 dan 20. Aktifitas harian yang harus kami ikuti diantaranya; 

1. Menyimak materi

2. Membuat resume di Blog

3. Mengisi formulir sebagai bukti fisik sudah membuat ringkasan materi di Google Formulir (GF)

4. Mengirim Link Resume yang sudah ditulis di blog

5. Saling berbagi komen saat berkunjung ke Blog sesama Pejuang tinta yang haus untuk terus mengais ilmu yang bermanfaat untuk diri sendiri, peserta didik, dan instansi tempat kami mengabdi

Sahabat, tak hanya itu untuk memenuhi tagihan dalam pelatihan kali ini. Tak hanya sekedar membuat ringkasan atau tulisan bebas, kami juga harus mengedit agar tulisan kami tampak lebih profesional dengan menambah beberapa identitas di atas ringkasan. Identitas yang dianjurkan oleh tim pelaksana yaitu; 

- Judul

- Resume ke-

- Gelombang 

- Tanggal 

- Tema

- Nara Sumber

- Gambar poster

Sesaat kubayangkan, ringkasan di blog ku akan lebih tampak rapi dan indah. Tim pelaksana akan  memberikan kemudahan dan keringanan  kepada peserta dengan mengadakan pertemuan sebanyak 30 kali untuk memberikan kesempatan kepada peserta yang padat acara dengan ketentuan sebagai berikut;

1. Penulisan nama di tugas 1-20 harus sama

2. Link yang disetor di WAG adalah link postingan resume

Pelaksana juga memberikan beberapa keringanan kepada peserta yang mengikuti pelatihan yaitu; tidak ada batas waktu pengumpulan, resume tidak harus dari materi urutan 1-20 (bolehmenyesuaikan waktu yang dimiliki oleh peserta pelatihan), dan membuat resume dipadukan dengan bahasa penulis agar terkesan dalam bentuk cerita dan santai. Untuk mendapatkan informasi terkait pelatihan, aku harus rajin melihat deskripsi di WAG dan Blog Belajar Menulis agar tidak tertinggal. 


Kami juga akan dikenalkan dengan direktur penerbitan, direktur pemasaran, dan manajer operasional penerbit Andi. Untuk kami yang pemula belajar menulis, disarankan menerbitkan buku di penerbit Indi. Informasi yang sarat dengan ilmu yang dibutuhkan oleh pemula yang baru belajar menulis dan mempunyai harapan yang besar untuk dapat memiliki buku hasil karya sendiri. "Sahabat, doakan agar aku mampu meraih harapan melalui pelatihan ini". Ku doakan juga agar engkau diampuni segala dosa dan dilapangkan kuburmu oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala". Aamiin Ya Robbal Alamin. "O iya sahabat, aku hampir lupa untuk mendoakan Tim Penggerak Belajar Menulis yang diprakarsai oleh Om Jay dan kawan-kawan. "Semoga Om Jay serta kawan-kawan penggerak belajar menulis dan nara sumber diberikan kesehatan dan diberikan kemudahan untuk menambah luas ladang amal pahala Beliau dan Keluarga". Aamiin Ya Robbal Alamin.  


 
  

 

 

     

Share:

Sabtu, 10 Juli 2021

 


TULISAN KETIGABELAS DI BLOG KU

Hari ini rasanya banyak tantangan yang menghadang ketika hendak membuka pintu gerbang ruang tinta. Badanku rasanya terasa tidak terlalu sehat. Terkesan ada sesuatu yang belum kukerjakan. "Ada apa gerangan?". Firasatku mengatakan ada sesuatu yang terjadi, tapi aku tidak tau "Apa gerangan yang terjadi?".

Ya Allah...... Ternyata firasatku benar. Pukul 19.50 ada berita duka dari sahabat yang mengabarkan bahwa Sahabat Baikku kembali ke haribaan Allah SWT. Beliau sudah selesai menjalankan tugasnya di dunia ini.😭😭😭

Sedih tak terkira rasa hatiku mendengar berita itu. Muncul pertanyaan "Apakah benar?", "Sakit apa?". Sudah lama Kami tak duduk bersama dan berlama-lama tuk  berbagi cerita. Sejak Aku meninggalkan tempat Kami bekerja dan pindah ke tempat kerja yang baru. Beberapa tahun melalui kebersamaan dengannya dan  empat teman lainnya beraktifitas  menjalankan tugas sebagai abdi negara. Mulai dari tenaga honor murni, NTKK, PTT, CPNS, hingga PNS. Setiap aku membutuhkan bantuan, Sahabatku selalu ada dan bersedia membantu dengan tulus.

Selama aku pindah tempat kerja, kurang lebih 5-6 kali berjumpa dengannya tapi hanya sesaat. Rencana kami dan sahabat yang lain untuk berjumpa dan berbagi cerita di rumah makan tak akan terlaksana.

Engkau adalah Pribadi yang sangatttt Baik Sahabatku. Tak kuasa aku menahan air mata agar tidak turun. Tapi berita ini sangat menyedihkan.

Astagfirullahaladzim.  Hatiku tidak tenang menerima kenyataan ini. Ku telp sahabatku yang lain untuk mencari informasi tentangnya sambil  berharap berita yang beredar tidak benar. Harapanku tak terkabulkan.  Sahabat terbaik, Berita tentangmu ternyata  benar. 😭😭😭.

Kami tidak memiliki hugungan darah. Tapi mengapa mata ini sulit berhenti menahan air mata agar tidak turun terlalu banyak  ketika mendengar berita terburuk tentangmu Sahabatku?. Astagfirullahaladzim. Pandemi kali ini sudah sangat banyak menelan korban. Ya Allah Ya Rob... Ampunilah segala dosa Sahabatku ini Ya Allah, lapangkan kuburnya, permudah jalannya menuju Surgamu Ya Allah. Berikan kekuatan, kesabaran, keikhlasan, kesehatan,  dan murahkan rejeki untuk keluarga yang ditinggalkan sahabatku Ya Allah. Aamiin Ya Robbal Alamin.

Hamba juga memohon kepadaMu Ya Allah, hentikan Corona, Alpha, Beta, Gamma, Delta, Epsilo, Zeta, Eta, Theta, Lota, Kappa, dan sejenisnya merajalela di dunia Ya Allah. Hanya Engkau yang mampu mengabulkan permohonan hamba. Aamiin Ya Robbal Alamin.

Selamat Jalan sahabat terbaikku JSW. Engkau orang baik. InsyaAllah dimudahkan menggapai Jannahnya Allah SWT. Aamiin Ya Robbal Alamin.

Share:

Jumat, 09 Juli 2021


TULISAN KEDUABELAS DI BLOG KU


Memulai untuk merangkai kata di my Blog kadangkala harus dipaksa. Rutinitas aktifitas sebagai Ibu Rumah Tangga dan pekerja menjadikan waktu begitu cepat berlalu. Sebentar lagi libur telah usai, beberapa program kerja harus kurangkai agar kerja dapat terarah dan tercapai.

Pikiran kadang bercabang. "Yang mana yang harus kukerjakan terlebih dulu?". Diawal niat mengikuti kegiatan ini adalah bertapa di pulau tinta mengukir kata agar terbiasa. Seperti dalam peribahasa:  Bisa Karena Biasa. Ku kuatkan semangat untuk tetap menulis walau hanya sepenggal kata tanpa makna.

Baru memulai membuka pintu ruang bertinta, "ting", bunyi pesan masuk di WA terdengar berulang dari Kepala Sekolah, Wakil Kurikulum, dan Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlat). Isi pesan sangat penting untuk dipahami, disampaikan, dan dijelaskan kepada Orangtua peserta didik melalui WA dan Zoom meeting. Terpecah lagi konsentrasi tuk merangkai kata tak bermakna. Kulakukan tugas dengan menyampaikan infrormasi yang dibutuhkan oleh Orang Tua Peserta Didik terkait Kegiatan Pembelajaran tahun pelajaran 2021-2022.

Tak sedikit waktu yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kepada mereka. Muncul banyak pertanyaan terkait kegiatan PJJ di kelas IX, bahkan ada yang bertanya tentang gambaran PPDB untuk jenjang berikutnya. Kuberikan pelayanan semampuku. Alhamdulilah selesai juga dan Orang Tua Peserta Didik sudah merasa cukup mendengar penjelasanku.

Kulanjutkan membuka pintu ruang bertinta dengan harapan dapat melanjutkan merangkai kata walau tanpa wakna. Hari sudah beranjak sore, kubulatkan tekadku untuk tetap menghasilkan karya di pulau tinta. "Hemmmm", "ternyata hari ini banyak tantangan yang harus kuhadapi". Tak cukup sampai di situ, ternyata masih ada yang harus ku kerjakan di luar rumah. "Tak mengapa", "Pokoknya hari ini targetku di pulau tinta harus tercapai!". Untuk bisa terlatih menulis memang butuh ketekunan dan perjuangan. selain itu, perlu juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis. Niat tanpa berusaha, maka ia sama saja dengan mimpi memiliki kemewahan tapi tidak ada usaha keras dan kerja keras untuk memilikinya. Tetaplah menulis walau hanya sepenggal kata tak bermakna. Dari sepenggal kata tak bermakna InsyaAllah jika diikuti dengan tekat yang kuat akan tersusun kalimat yang bermanfaat. Salam sehat dan semangat untuk pemirsa Blogger.

  

Share:

Kamis, 08 Juli 2021

 


TULISAN KESEBELAS DI BLOG KU
Pisgor dadu krispi

“Boring?”, “masak ini saja yuk!”.

Hari-hari dimasa pandemi virus corona atau virus varian baru yang bernama Alpha, Beta, Gamma, dan Delta sangat mengekang kebebasan dalam beraktifitas di luar rumah. Apalagi saat libur sekolah telah tiba. Tidak banyak yang bisa dilakukan di luar rumah, sehingga rasa boring sering melanda. Melakukan kegiatan yang serius saat mengisi waktu luang memang sangat bermanfaat, tapi lama kelamaan akan muncul rasa capek bahkan boring. Jika sudah muncul rasa itu, aku harus menyiasati dengan kegiatan lain yang lebih rileks.

Hari ini perasaan itu melanda diriku. Kucoba untuk melihat tanaman di halaman depan dan belakang rumah. Beberapa saat kumanfaatkan waktu untuk memetik daun dan dahan yang mengering. Setelah itu kulihat persediaan vitamin di dalam tempat obat. Ternyata vitamin yang tersisa hanya bisa dikonsumsi lima hari lagi. 

Kukenakan alat sesuai dengan anjuran pemerintah dalam mematuhi protokol kesehatan (Prokes) di luar rumah dan mengeluarkan kendaraan menuju apotek untuk membeli beberapa vitamin dan obat gosok yang biasa kami beli. Sampai di apotek terlihat antrian orang yang ingin membeli obat  mengular. Kukuatkan tekadku untuk ikut antri agar besok tidak perlu lagi datang ke apotek. Kurang lebih satu jam akhirnya aku mendapatkan pelayanan dari petugas apotek.

Selesai membeli vitamin yang kami butuhkan, aku langsung pulang. Kulihat di dapur tergantung sesisir pisang kepok yang sudah sangat matang siap diolah menjadi camilan enak dan mengenyangkan. "Hemmmm, enaknya dimasak apa ya?". Kubuka kitchen set lalu mencari bahan yang bisa diolah untuk campuran pisang kepok. Muncul ide untuk memasak pisang goreng potong dadu krispi.

Memasak pisang goreng potong dadu krispi sangat simpel jika bahan yang dibutuhkan tersedia di dapur. Bahan yang harus disiapkan saat akan memasak pisang goreng potong dadu krispi sebagai berikut:

1. Kupas 10 pisang kepok lalu potong dadu sebesar satu ruas jempol tangan

2. Tepung goreng pisang sajiku satu bungkus

3. Tepung beras putih 2 sendok makan

4. Tepung terigu 2 sendok makan

5. Tepung ketan putih 2 sendok makan

6. Blueband 2 sendok makan

7. Baking powder 1 sendok teh

8. Vanili 1 bungkus 

9. 1/4 butir kelapa parut yang sudah dikerok kulitnya 

11. Gula 2 sendok makan

12. Garam secukupnya

Cara memasak:

1. Campur semua bahan menjadi satu

2. Panaskan minyak goreng secukupnya di penggorengan dan gunakan api sedang

3. Masukkan adonan ke minyak yang sudah panas menggunakan sendok dengan ukuran sesuai selera

4. Balik adonan jangan sampai hangus

5. Angkat pisang goreng yang sudah matang lalu tiriskan

6. pisang goreng potong dadu krispi siap disantap

"Yuk pemirsa kita nikmati pisang goreng potong dadu krispi sambil menulis. "Ehhemm, Tulisan selesai, perut kenyang, dan hati senang". Semoga tulisanku kali ini bermanfaat Ya Allah. Aamiin YRA. Salam sehat dan semangat menulis untuk pemirsa.πŸ‘πŸ’ͺ  😊 

Share:

Rabu, 07 Juli 2021

 


TULISAN KESEPULUH DI BLOG KU


Rapat kerja (RAKER) sekolah dilakukan setahun satu kali. Raker kali ini adalah Raker kedua di masa pandemi covid-19 yang telah memporak-porandakan kegiatan manusia di segala bidang. Dampak yang dirasakan dalam bidang pendidikan khususnya sekolah adalah sistim pembelajaran yang tidak dapat dilakukan secara langsung dalam lingkungan sekolah.. Raker kali ini pun kami lakukan melalui Zoom meeting.  Walau demikian aku harus tetap pandai bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Melalui Zoom meeting kami dapat menyimak dan berbagi informasi yang dibutuhkan terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ), evaluasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama satu tahun pelajaran, dan saran yang membangun untuk kemajuan sekolah di masa pandemi. 

Di zoommeeting banyak yang mengaktifkan kamera, kecuali yang lagi sakit boleh mematikan kamera. Untuk tampilan yang seragam saat zoom, kami menggunakan latar belakang yang sama. Tampilan wajah di zoom yang tampak di layar monitor leptop tidak semua terlihat sempurna. Ada beberapa peserta di hari pertama hingga kedua Raker hasil tampilan wajahnya ngeblur. Ada juga yang tampak ngeblur hanya saat bergerak saja. Tampilan yang tidak sempurna juga mempengaruhi konsentrasi peserta lain saat menyimak.

Pikiran yang kutuangkan dalam goresan tinta kali ini adalah tentang pengamatan tampilan wajah yang tidak sempurna saat zoom. Semoga ketertarikanku tentang tema yang kutuangkan di Blog dapat memberikan manfaat untuk pemirsa yang mengalami kendala serupa saat zoom.

Kubuka slide demi slide tampilan peserta zoom dan mengamati dengan penuh pertanyaan di benak. "Apa yang menyebabkan ketidak sempurnaan tampilan peserta yang menggunakan latar belakang zoom?". Samar-samar kadangkala tampak latar belakang tempat peserta duduk megikuti zoom. Tembok dibelakang peserta tampak jauh dari posisi duduk. "Apakah itu salah satu penyebabnya?".

Setelah selesai mengikuti kegiatan Rapat Kerja, kucoba untuk membuktikan kebenaran pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak. Alhamdulilah  aku mendapatkan salah satu jawabannya. Jika ingin menggunakan latar belakang zoom, sebaiknya latar belakang tempat duduk harus didekat tembok. Hal tersebut akan menghasilkan tampilan wajah yang sempurna.

Masih ada rasa penasaran yang muncul dibenakku. "Mengapa masih tetap ada tampilan yang kurang sempurna saat bergerak mundur?", "Padahal tempat latar belakang duduk sudah dekat ke tembok?". Sudah kucoba beberapa sesi untuk membuktikan rasa penasaranku, tapi tidak menemukan jawaban. Kucari informasi dari pakar melalui internet. Beberapa video di You Tube  kujadikan pilihan untuk menambah wawasan tentang latar belakang zoom. Alhamdulilah melalui beberapa tayangan video di You Tube, kudapatkan solusi yang tepat dan sempurna. Jika ingin menghasilkan tampilan wajah yang sempurna saat zoom, sebaiknya gunakan latar belakang berwarna hijau. Tidak perlu mengecat tembok, cukup gunakan kain polos hijau sebagai latar belakang zoom. Latar belakang hijau saat mengikuti zoom sangat support dengan penggunaan background gambar. Selamat mencoba pemirsa. Semoga sukses. Salam sehat dan semangat menulis. 

   

Share:

Selasa, 06 Juli 2021

 

TULISAN KESEMBILAN DI BLOG KU

Buah yang bentuknya lonjong, warnanya orange, dan kaya manfaat ini tidak semua temanku menyukainya. Alasan sebagian dari mereka tidak menyukai buah ini karena aromanya yang asam seperti aroma buah yang kurang segar. Lain halnya denganku yang sangat menyukai buah tersebut. Latar belakang tempat tinggal seseorang untuk lebih mengenal buah yang satu ini juga salah satu faktor yang berpengaruh. 

Awal kuingat saat masih tinggal di kampung halaman, banyak jenis buah yang ditanam oleh kedua orang tuaku di sekitar rumah Kami. Ada jambu bol, jambu monyet, jambu air, jambu klutuk (biji) beragam jenis, sirsak, durian, kelapa beragam jenis, jeruk, mangga beragam jenis, belimbing, buah coklat, dan pepaya. Saatnya musim buah sangat beragam, tetapi ada saja buah yang dapat kami nikmati setiap saat. Indahnya masa kecil yang penuh kebahagiaan berkumpul dengan keluarga dan tetangga yang penuh dengan kasih sayang dan dikelilingi  dengan beragam pohon yang menghasilkan buah setiap saat.

Buah-buahan yang hampir setiap hari bisa dinikmati salah satunya adalah jambu klutuk (biji), kelapa,  dan pepaya. Hampir setiap malam jumat dan minggu, aku, kakak,  dan tetangga seusia kami selalu membuat rujak buah pepaya. Pepaya yang masih mengkal sangat enak untuk campuran makan rujak. Terbayang di pelupuk mata saat aku dan teman-teman memetik pepaya mengkal di samping rumahku. Pohonnya tidak terlalu tinggi sehingga memudahkan kami untuk memetiknya tanpa alat bantu tambahan. 

Saat kepedasan kami bisa menikmati buah kelapa yang bisa kami petik tanpa minta bantuan kakakku atau teman-temannya yang sedang bermain bulu tangkis (badminton) di halaman rumahku. Semasa kecil aku tidak begitu memahami manfaat pepaya. Padahal di sekolah kami diberikan informasi yang lengkap dari bapak dan Ibu guru saat di SD, SMP, dan SMA. Bagi kami segala macam buah yang bisa dinikmati oleh manusia memiliki kandungan vitamin yang bagus.

Setelah masuk perguruan tinggi, aku lebih mengenal manfaat pepaya dan cara mengolah menjadi beragam jenis camilan. Selain bisa dinikmati tanpa dicampur dengan makanan yang lain, pepaya juga sangat enak jika dinikmati saat sudah matang disampur dengan perasan jeruk lemon. Apalagi proses matangnya di pohon. Beberapa jenis camilan pepaya adalah: Sop buah , manisan yang dikeringkan, manisan berkuah, es krim, salad, dan asinan. Saat dijadikan camilan, yang sangat kusukai jika pepaya diolah menjadi salad.

Bumbu yang biasa kupakai untuk membuat salad pepaya adalah: 

1. Satu pepaya ukuran kecil

2. Seperempat melon

3. Anggur sekitar 15-20 biji

4. Stroberi sekitar 5-10 biji 

3. Dua bungkus mayonise merk Maestro berat 100 g 

4. Setengah bungkus susu kental manis (SKM) Frisian Flag kemasan ekonomis berat 560 g (boleh kurang boleh lebih).  

5. Satu bungkus keju kraft jenis Cheddar berat 160 g

Cara membuat setelah buah-buahan dicuci bersih:

1. Kupas pepaya lalu potong kotak ukuran sesuai selera

2. Potong anggur menjadi tiga bagian

3. Potong stroberi menjadi 3 bagian

4. Campurkan susu kental manis (SKM) dan mayonise ke dalam pepaya lalu aduk rata

5. Masukkan campuran tersebut ke dalam mug bertutup lalu beri taburan keju parut

6. Tutup mug lalu masukkan ke dalam lemari pendingin

7. Tiga puluh menit  berikutnya, salad buah siap disantap dalam kondisi dingin.

Selamat mencoba pemirsa. Di masa pandemi saat ini, resep tersebut bisa dijadikan salah satu camilan sehat. Semoga goresan tintaku kali ini bermanfaat. Salam Sehat dan semangat.

Share:

Minggu, 04 Juli 2021

 

TULISAN KEDELAPAN DI BLOG KU

Air Contitoning (AC) atau penyejuk ruangan adalah mesin yang dirancang untuk menstabilkan suhu udara dan kelembaban suatu area. Air Contitoning (AC) saat ini banyak dibutuhkan oleh masyarakat umum perkotaan karena cuaca yang panas. Saat kita berada di ruang yang ada Air Contitoning (AC), rasa sejuk bahkan dingin yang dirasakan sangat nyaman apalagi saat membuat karya tulis.

Di kantor tempat aku bekerja ada empat Air Contitoning (AC) yang berkapasitas 2 Paard Kracht (PK)  per satu Air Contitoning (AC)  yang bertengger di tembok kanan kiri. Tempat dudukku tepat di bagian Air Contitoning (AC)menghembuskan nafasnya. Dua tahun bekerja di bawah Air Contitoning (AC) yang sedang aktif sangat nikmat dan fokus dalam menyelesaikan pekerjaan rutinitas sebagai Guru.

Tahun ketiga yang kurasakan adalah tangan kiri sering pegal, leher tegang, dan pundak kiri sering sakit. Awalnya rasa sakit itu kuanggap sebagai sakit biasa karena terlalu lama duduk sambil bekerja. Dalam pikiranku, "Ah, rasa sakit ini pasti karena kecapean". Lama kelamaan rasa sakit di bagian lengan kiri sudah sangat luar biasa, sehingga aku tidak bisa mengangkat lengan kiriku sejajar dengan lengan kanan. Kepanikan mulai melanda. "Ada apa dengan tanganku, mengapa jadi seperti ini?".

Akhirnya kuputuskan untuk berobat ke beberapa tempat yang direkomendasikan oleh keluarga dan teman-teman. Saat konsultasi dengan tim ahli di tempat berobat,  pertanyaan yang sering muncul adalah perihal Air Contitoning (AC). "Apakah di rumah Ibu pakai Air Contitoning (AC)?". Dari pertanyaan sekitar Air Contitoning (AC), membuatku berfikir apakah Air Contitoning (AC) yang kunyalakan di rumah terlalu dingin?.

Sejak saat itu setiap menyalakan Air Contitoning (AC) di rumah tidak terlalu dingin, terutama saat tidur. Hanya saat di kantor, Aku tidak enak untuk mengurangi volume Air Contitoning (AC) karena banyak teman sejawat yang menginginkan suhu udara di ruang yang sejuk. 

Rasa sakit di tangan dan punggung tidak juga berkurang. Setiap Sabtu dan Minggu kusempatkan untuk datang ke tempat terapi syaraf terdekat bahkan sampai ke luar provinsi. Perubahan tak kunjung datang. Hingga suatu saat di salah satu tempat terapi syaraf, bapak yang membantu terapi menyarankan kepadaku untuk tidak terlalu sering terkena Air Contitoning (AC) dan harus rajin melakukan gerakan senam.

Beberapa bulan kemudian salah satu teman sejawatku ada yang pensiun. Aku pindah ke tempat duduk beliau karena tempat duduknya jauh dari jangkauan Air Contitoning (AC). Pulang kerja selalu kusempatkan untuk senam selama 60 menit. Alhamdulilah asisten rumah tanggaku yang membantu membersihkan rumah dan yang membantu merawat Ibu mertuaku ikut senam, sehingga suasana lebih ramai dan semangat. 

Kegiatan senam kulakukan rutin di sore hari dengan cara menampilkan video senam yang di download dari YouTube lalu dipancarkan ke tembok menggunakan infocus. Selama lima bulan rajin senam, aku merasakan ada perubahan di lengan  kiri. Perubahan yang sangat menggembirakan. Alhamdulilah saat ini aku bisa mengangkat kedua lengan sejajar tanpa merasakan sakit. Senam yang kulakukan secara rutin dan menghindari duduk terlalu dekat dengan hembusan nafas Air Contitoning (AC) membuat lengan dan pundakku kembali sehat. Semoga pengalamanku bisa membantu pemirsa yang mengalami hal yang sama. Salam sehat dan semangat ya pemirsa.


Share:

Sabtu, 03 Juli 2021



TULISAN KETUJUH DI BLOG KU

Beberapa hari ini Aku mencoba untuk merangkai kata demi kata di Blog untuk memenuhi janji pada diri sendiri. Hari pertama sangat mudah untuk merangkai cerita dalam goresan tinta. Hari kedua pun masih merasakan kemudahan dalam membuat sebuah karya tulis yang ringan.

Selesai membuat cerita di hari keenam, saat Aku share link Blog  berisi cerita yang berjudul U La La....Terjadi Lagi di WAG Belajar Menulis Gel.20, ku baca informasi yang sangat bermanfaat. Informasi yang dikirim Om jay berjudul Rapat Perdana Tim Admin Website Guru Penggerak Indonesia & Kesalahan Kepenulisan Yang Tak Disadari-GURU PENGGERAK INDONESIA. Tanpa berpikir panjang langsung ku klik link tersebut.

Isi informasi sangat bermanfaat. Kebaikan Om Jay yang bersedia membantu Bapak dan Ibu Guru yang mengalami kesulitan saat berniat mengirim tulisannya di website guru penggerak hanya dengan mengirimkan tulisannya dalam bentuk ketikan di WA ke nomor Om Jay di nomor 08159155515. Informasi bermanfaat berikutnya berjudul 13 Kesalahan Penulisan Yang Tak Disadari yang ditulis oleh Ibu Noralia Purwa Semarang.

Sesaat setelah membaca isi informasi dari Ibu Noralia Purwa Semarang, terlintas dibenak tentang isi cerita yang sudah kutulis di Blog selama enam hari ini. Banyak tulisan yang harus kuperbaiki dari segi bahasa dan tanda baca. Walau sudah hari keenam membaca informasi, tapi tidak terlambat untuk mencoba memperbaiki tulisan di hari-hari berikutnya. Terimakasih Om jay dan Ibu Noralia Purwa Semarang, semoga bertambah berkah. Aamiin YRA.

Untuk memudahkan dalam mencari informasi tentang 13 kesalahan penulisan yang tak disadari, akhirnya kutulis kembali tanpa menggunakan fasilitas copy paste untuk  memudahkan mengingat pesan yang terkandung di dalam informasi tersebut. 13 kesalahan penulisan yang tak disadari berisi tentang:

1. Melupakan tanda baca koma
    -Tanda koma, digunakan untuk memisahkan kata seperti: oh, wah, aduh dari kata lain yang terdapat        di dalam kalimat.
    Contoh yang benar: Oh, begitu?
     -Tanda koma, juga digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat
    Contoh yang benar: "Ibu bangga sekali, kata Ibu, "karena kamu menjadi juara."

2. Mengabaikan tanda baca petik 
    Setiap dialog, menggunakan tanda petik dan selalu masuk ke alinea baru, kecuali ada sambungan            dialognya.
    Contoh yang benar: "Udin mau kemana?" tanyaku. (alinea baru)
    "Saya sarapan dulu, kata Wayan, tunggu sebentar!" (alinea baru tapi untuk sambungan dialognya            tidak masuk alinea baru)                              

3. Penggunaan tanda baca petik satu
    Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
    Contoh yang benar: "Kau dengar suara 'krik-krik' tadi?" tanya Muhammad.

4. Penggunaan kata aku berlebihan, dalam satu kalimat
    Kalimat yang terlalu banyak kata aku atu ku, sebaiknya dikurangi, sehingga kalimatnya lebih efektif.
    Contoh yang benar: Aku sedang mengajar murid-murid , tanpa sengaja botol minumku jatuh, tumpah     mengenai tas.

5. Menjelaskan yang sudah jelas
    Kalau naik ya ke atas, kalau turun ya ke bawah. Kalimat yang sudah jelas, dijelaskan lagi, sehingga        menjadi bertele-tele dan tidak efektif.
    Contoh yang benar: Saya naik menggunakan tangga.

6. Judul yang tidak membuat penasaran
    Judul cerita yang tidak menarik minat pembaca dan tidak mengundang rasa ingin tahu akan                    mengakibatkan pembaca tidak jadi membaca. 
    Contoh judul yang menarik: Laskar Pelangi. 
    Judul yang menarik minat pembaca adalah judul yang membuat penasaran yang mengandung               ingin tau tentang; Apa maksudnya?, Siapa Laskar Pelangi?, Tentarakah? dan lain sebagainya. 

7. Heboh sendiri
    Seorang penulis harus mencari cara yang tepat bagaimana karakter tokoh bisa membuat pembaca ikut     merasakan. Jika tokohnya memerankan sedih, pembaca ikut sedih dan sebaliknya.

8. Ending yang bisa ditebak
    Bagaimana agar endingnya menjebak? Penulis harus bisa menggiring pembaca, menduga dan                menebak-nebak sehingga pembaca mengalami efek jaw dropping atau melongo. Gila! Gueketipu!

9. Tidak sering membuka kamus Bahasa Indonesia
    Sering-seringlah menumbuhkan kecintaan pada kosa kata, diksi dan eksplorasi kata dengan                    menggalinya di kamus Bahasa Indonesia.

10. Menjamakkan yang sudah jamak
      Menjamakkan kata yang sudah jamak adalah kesalahan dalam menulis.
      Contoh: Saya melihat banyak burung-burung berkicau di dahan pohon.
      Banyak menunjukkan lebih dari satu. Burung-burung juga menunjukkan lebih dari satu.
      Contoh yang benar: Saya melihat banyak burung berkicau di dahan pohon.

11. Kata ganti yang sering berubah
      Penulisan yang benar, jika menggunakan kata saya, sebaiknya hingga akhir cerita, kata gantinya              tetap saya.

12. Mengulang keterangan yang sudah jelas
      Kalau keterangan sudah jelas, tidaklan perlu dijelaskan kembali dengan terlihat yang bertele-tele.          Hal ini akan membuat jengkel pembaca. Biar saja apa adanya.

13. Karakter tokoh yang tak pernah ditemui di dunia nyata
      Biasanya terjadi ketika kita menulis naskah fiksi. Tokoh yang diceritakan kesannyamengada-ada           atau rekayasa atau karakter tokohnya tidak membumi atau seakan tidak pernah ada.
      Contoh: Materi yang disampaikan oleh Bu Nikmah sangatlah membantu bagi seorang penulis                  terutama [ada saat editing. Bagi penulis yang terbiasa melakukan self editing, 13 trik di atas sangat          membantu untuk menyempurnakan naskah yang sudah ada. Dengan demikian, tulisan yang                      dihasilkan akan lebih bagus, efektif dan tentunya lebih enak dibaca.

Dengan cara mengetik ulang informasi yang ditulis oleh Ibu Noralia Purwa Semarang, Aku berharap bisa mengingat pesan yang terkandung di dalamnya dan semoga tulisan selanjutnya menjadi lebih baik dan benar. Aamiin YRA. Terimakasih Om Jay dan Ibu Noralia Purwa Semarang. Salam sehat dan semangat. 

       
Share:

Jumat, 02 Juli 2021


TULISAN KEENAM DI BLOG KU

Jumat, 2 Juli 2021Mengkonsumsi Susu murni sapi sangat bermanfaat bagi tubuh kita termasuk Menjaga Kesehatan Ibu Hamil dan Kesehatan Kulit. Kendala yang dialami masyarakat perkotaan jika ingin membeli susu murni sapi harus menempuh perjalanan yang sangat jauh. Dengan kendala yang dialami akhirnya konsumen mencari Susu murni olahan yang besar manfaat di pasaran. Saat ini susu olahan yang banyak dikonsumsi oleh konsumen susu sapi adalah susu yang bergambar beruang tapi isinya adalah susu sapi. 

Literasi yang kudapatkan tentang manfaat susu bergambar Beruang sangat banyak. Informasi yang kudapatkan antara lain : mampu mengobati banyak penyakit, termasuk penyakit TB Paru Paru, kesehatan dari Kucing, Perokok, Asam Lambung, Diet, sakit Tipus, untuk Kolesterol dan juga Jantung, dan masih banyak penyakit lainnya yang dapat dinetralisir dengan memimum susu bergambar Beruang. Jenis susu ini diambil dari perahan susu alami yang di sterilkan diatas titik didih. Hal inilah yang membuat susu bergambar Beruang mampu terjaga dari kontaminasi bakteri.

Kondisi kesehatan masyarakat saat ini semakin banyak yang terpapar virus covid-19 dan sejenisnya sehingga banyak yang membeli susu olahan bergambar Beruang. Sampai akhirnya di swalayan, mini market, toko grosir, dan toko-toko besar di sekitar rumahku kehabisan stok susu bergambar Beruang. Aku mencoba untuk mendatangi toko-toko kecil yang ada di sekitar rumahku. Alhamdulilah di beberapa toko kecil tersebut kudapatkan susu bergambar Beruang. Di toko kecil pertama kudapatkan tiga kaleng susu bergambar Beruang, lalu Aku melanjutkan perjalanan ke toko berikutnya. Di toko kedua tersedia  tujuh kaleng. Aku baru mendapatkan sepuluh kaleng. 

Kedua anakku setiap hari mengkonsumsi susu bergambar Beruang. Saat mengkonsumsi susu tersebut anakku selalu minta agar dicampur dengan madu supaya ada rasa manis. 

Susu yang kudapatkan baru sepuluh kaleng, berarti hanya bisa dikonsumsi lima hari. Akhirnya kulanjutkan untuk membeli di toko yang selanjutnya. Alhamdulilah di toko yang ke tiga, Aku bisa membeli lima kaleng. Sebelum pulang ke rumah, Aku mencoba untuk mencari susu bergambar Beruang di toko yang keempat. Di toko tersebut tersedia lima kaleng susu bergambar Beruang dengan harga yang lebih mahal. Kata pemilik toko, "Barangnya lagi langka". Aku merasa susu yang kubeli hari ini sudah cukup untuk sepuluh hari ke depan. 

Kulanjutkan perjalanan menuju rumahku. Sampai di rumah, Aku ceritakan perjalananku saat mendapatkan dua puluh kaleng susu bergambar Beruang kepada suami dan anak-anakku. Aku jadi teringat saat awal pandemi ini melanda DKI Jakarta, Aku juga mengalami hal serupa. Saat itu di toko-toko yang menjual obat-obatan di Provinsi DKI Jakarta juga mengalami kelangkaan masker kesehatan. Biasanya Aku membeli masker kesehatan di pasar pusat obat dan alat kesehatan tidak ada kendala dan harga yang ditawarkan juga sangat ekonomis. Saat itu harga masker merk dagang terkenal per box yang berisi 50 pcs dibandrol dengan harga Rp.15.000 s/d Rp.17.500.

Saat awal pandemi mulai memporak-porandakan kondisi normal aktifitas manusia dalam menjalankan roda kehidupan, harga masker yang biasa kubeli saat itu melambung tinggi bak Matahari yang sedang menyinari bumi tepat pukul 13.00. Per box dibandrol dengan harga Rp.750.000 s/d Rp.1.000.000. "Wow", "luar biasa". Semoga pandemi ini segera berakhir ya Pemirsa, Semoga Allah SWT segera mengangkat virus covid-19 dan sejenisnya dari muka bumi ini, dan Semoga semakin banyak HambaNya yang bertambah istiqomah. Aamiin YRA.


Share:

Kamis, 01 Juli 2021

TRIK HASIL FOTO AGAR TIDAK TAMPAK GEMUK


TULISAN KELIMA DI BLOG KU

Foto diri atau selfie sudah jadi praktik jamak dalam kehidupan yang semakin intim dengan teknologi ponsel kamera. Perkembangan teknologi ini sangat pesat. Fitur-fitur pendukung yang berlomba memastikan kualitas hasil foto menampilkan wajah cerah, terang, dan tak pecah. Saat pengambilan gambar, pengguna cukup menaruh ponsel atau tablet dalam posisi tegak di depan pengguna.  Lalu pengguna bisa memulai menikmati kecerdasan buatan yang dimiliki oleh perangkat dengan melambai, maka perangkat secara otomatis akan mendeteksi gerakan jari pengguna, sehingga pengguna tak perlu menyentuh tombol di layar ponsel atau tablet.

Tapi kadangkala hasil foto yang tampak tidak sesuai dengan keinginan kita. Ada saja celah kelemahan fisik yang tampak pada gambar. Apalagi jika saat berfoto, kita lakukan beramai-ramai dengan teman-teman. Al hasil bentuk tubuh terlihat lebih gemuk dari aslinya karena  banyak objek pembanding di dalam fotoπŸ˜‡.

Aku sering mengamati hasil foto yang kulakukan bersama teman-teman atau saat kami kumpul keluarga. Kadangkala hasil foto memuaskan, tapi ada juga yang tidak sesuai dengan harapan. Sebenarnya gampang saja kalau ingin hasil foto terlihat lebih bagus dibanding aslinya. Saat ini banyak aplikasi yang menghasilkan foto terlihat sangat bagus dan lebih menarik. Tapi sampai saat ini aku belum mempunyai keinginan untuk mendownload aplikasi-aplikasi tersebut. Aku ingin hasil dokumentasi yang akan aku jadikan momen kenanganku di masa mendatang sesuai dengan kondisi riil. 

Hasil pengamatan yang Aku lakukan terhadap hasil foto bersama teman-teman akhirnya memunculkan pertanyaan dan rasa penasaranku. Aku bertanya pada diriku, "Apakah posisi saat kita berdiri mempengaruhi hasil foto?", "Jika suatu saat Aku akan foto bersama teman-teman, akan kulakukan beberapa sesi dokumentasi untuk menemukan jawaban dari pertanyaanku.

Waktu yang ditunggu pun tiba, Aku melakukan beberapa sesi foto yang berbeda. Beberapa sesi foto kulakukan  berdiri di pnggir, lalu sebagian lagi saat sesi foto kulakukan berdiri di tengah. Sampai di rumah, kulihat hasil dokumentasiku bersama teman-temanku. Rasa penasaranku terjawab dengan melakukan pengamatan hasil foto yang kulakukan bersama teman-temanku. Ternyata hasil fotoku saat Aku berdiri di tengah atau saat Aku berdiri di posisi nomor dua dari pinggir hasilnya lebih bagus daripada saat Aku berdiri di posisi paling pinggir. 



Hasil pengamatanku yang berikutnya, ternyata orientasi  juga mempengaruhi hasil foto jika kita berada di posisi paling pinggir. Orientasi yang menurutku kurang bagus saat Aku berada di posisi paling pinggir adalah orientasi portrait atau vertikal. Hasilnya akan terlihat lebih gemuk dari aslinya.  Tapi jika Aku menggunakan orientasi landscape atau horizontal, hasilnya tidak akan tampak terlalu gemuk. Lumayan untuk mengurangi hasil yang tidak memuaskan. "He...he...he"😊.  

Masih ada lagi yang kutemukan dari hasil melakukan pengamatan, yaitu jarak kamera juga ternyata mempengaruhi hasil yang diharapkan. Semakin dekat antara kamera dengan objek yang akan difoto, objek akan semakin tampak lebih besar. Nah...untuk mengurangi bentuk yang terlalu besar, alangkah baiknya jaga jarak. Ternyata jaga jarak bukan hanya berlaku untuk ProKes ya Pemirsa, saat akan fotopun harus diperhitungkan secara tepat. Hanya sebatas ini tips yang bisa Kutulis. Suasana saat menuangkan kata demi kata sangat tidak mendukung untuk merangkai kalimat yang lebih dari ini. Salam sehat dan tetap semangat untuk Pemirsa.πŸ’ͺ  




Share:

Beranda

BTemplates.com